Gambaran Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa yang Mengalami Kekerasan Seksual di Manado
DOI:
https://doi.org/10.35790/ecl.v13i3.62644Abstract
Abstract: Cases of sexual violence continue to rise and often go unreported, which can hinder psychological well-being including university students. There are six dimensions of psychological well-being, and disturbances of them can lead to depression, anxiety, and post-traumatic stress. This study aimed to describe the psychological well-being of college students in Manado who experienced sexual violence. This was a quantitative and descriptive study with a cross-sectional design by distributing questionnaires on the Sexual Violence Scale and Ryff's Psychological Well-Being Scale (PWBS). The results showed that among 88 students who had experienced sexual violence, the overall psychological well-being was at a moderate level (43.2%). The distribution of psychological well-being across each dimension varied, ranging from very low in the autonomy dimension (75%), low to moderate in the positive relations with others dimension (55.7%), high in the purpose in life dimension (22.7%), and very high in the positive relations dimension. In conclusion, university students in Manado who have experienced sexual violence exhibit diverse levels of psychological well-being, ranging from very low to very high, with the majority falling into the moderate and low categories.
Keywords: psychological well-being; sexual violence; college students
Abstrak: Kasus kekerasan seksual terus meningkat dan sering tidak terungkap sepenuhnya yang dapat menghambat kesejahteraan psikologis seseorang termasuk mahasiswa. Terdapat enam dimensi yang tercakup dalam kesejahteraan psikologis yang bila terganggu dapat berdampak pada depresi, kecemasan, dan stres pascatrauma. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesejahteraan psikologis mahasiswa yang mengalami kekerasan seksual di Manado. Jenis penelitian ialah kuantitatif deskriptif dan desain potong lintang, dengan membagikan kueisioner skala kekerasan seksual dan PWBS oleh Ryff. Sampel penelitian ialah mahasiswa aktif di salah satu fakultas di Universitas Manado. Hasil penelitian memperlihatkan dari 88 mahasiswa yang pernah mengalami kekerasan seksual, secara umum kesejahteraan psikologis mahasiswa berada pada tingkat sedang (43,2%). Distribusi kesejahteraan psikologis dalam setiap dimensi bervariasi mulai dari kategori sangat rendah pada dimensi otonomi (75%), rendah dan sedang pada dimensi hubungan positif dengan orang lain (55.7%), tinggi pada dimensi tujuan hidup (22.7%) dan sangat tinggi pada dimensi hubungan positif. Simpulan penelitian ini ialah mahasiswa di Manado yang pernah mengalami kekerasan seksual memiliki kesejahteraan psikologis yang beragam dari sangat rendah hingga sangat tinggi dengan mayoritas pada kategori sedang dan rendah.
Kata kunci: kesejahteraan psikologis; kekerasan seksual; mahasiswa
References
Ryff CD. Psychological well-being in adult life. Curr Dir Psychol Sci. 1995;4(4):99–104. Doi: https://doi.org/10.1111/1467-8721.ep10772395
Widianita RD. Psychological well-being pada perempuan korban kekerasan dalam berpacaran. J Pendidik Dasar dan Sos Hum. 2023;2(9):1–19. Available from: https://bajangjournal.com/ index.php/JPDSH/article/view/6206/4706
Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. [Internet]. Jakarta; 2021. Available from: https://jdih.kemdikbud.go.id/sjdih/siperpu/dokumen/ salinan/salinan _20211025_095433_Salinan_Permen 30 Tahun 2021 tentang Kekerasan Seksual fix.pdf
SIMFONI-PPA. Peta Sebaran Jumlah Kasus Kekerasan Menurut Provinsi, Tahun 2024. 2024; Available from: https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan
Napitupulu SP, Sihotang H. Dampak kekerasan seksual dalam kehidupan sosial dan strategi penanganan kasus kekerasan seksual. J Pendidik Tambusai. 2023;7(3):31692–702. Available from: https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/12177/9377
CATAHU 2022: Kekerasan terhadap Perempuan di ranah publik dan negara: Minimnya perlindungan dan pemulihan. Jakarta; 2022;1. Available from: https://komnasperempuan.go.id/catatan-tahunan
Burrohman S, Mesra R. Aspek perlindungan hukum dalam kebijakan terhadap korban kekerasan seksual di perguruan tinggi (Ditinjau Menurut Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021) Aspects of legal protection in policies for victims of sexual violence in higher education (Reviewed ). J PPKn Media Kaji Pancasila dan Kewarganegaraan. 2024;3(1):1–09. Available from: https://ejurnal-mapalus-unima.ac.id/index.php/ppkn
Rohmah F, Satwika YW. Kesejahteraan psikologis pada perempuan dewasa awal yang memiliki pengalaman kekerasan dalam pacaran. J Penelit Psikol. 2023;10(01):1–120. Available from: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/54667
Wartoyo FX, Ginting YP. Kekerasan seksual pada lingkungan perguruan tinggi ditinjau dari nilai Pancasila. J Lemhannas RI. 2023;11(1):29–46. Available from: https://jurnal.lemhannas.go.id/ index.php/jkl/article/view/423
Morales-Rodríguez FM, Espigares-López I, Brown T, Pérez-Mármol JM. The relationship between psychological well-being and psychosocial factors in university students. Int J Environ Res Public Health. 2020;17(13):1–21. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32630816/
Jagad HM. Psychological well-being and mental health of students. Int J Indian Psychol. 2020;8(1). Available from: https://ijip.in/pdf-viewer/?id=16974
Tamiya AP, Wahyuni S, Hasneli Y. Mekanisme koping mahasiswa keperawatan dalam menyelesaikan tugas akhir pada masa pandemi Covid-19. JKep. 2022;7(1):1–11. Doi: 10.32668/jkep.v7i1.725
Kurniasari E, Rusmana N, Budiman N. Gambaran umum kesejahteraan psikologis mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. J Innov Couns Theory, Pract Res. 2019;3(2):52–8. Available from: http://journal.umtas.ac.id/index.php/innovative_counseling
Salmany LS, Hartini N. Psychological well-being korban pasca traumatic event kejahatan dengan kekerasan. Bul Ris Psikol dan Kesehat Ment. 2021;1(1):481–96. Available from: http://dx.doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.25112
Nasihah D, Alfian IN. Hubungan antara perilaku prososial dengan kesejahteraan psikologis pada penerima beasiswa Bidikmisi. Bul Ris Psikol dan Kesehat Ment. 2021;1(1):852–8. Available from: https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.27024
Devy OC, Sugiasih I. Kesejahteraan psikologis pada remaja perempuan korban kekerasan dalam pacaran ditinjau dari rasa syukur dan harga diri. Proyeksi. 2017;12(2):43–52. Available from: http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/proyeksi/article/download/2819/2061
Pratiwi TA, Herdiana I. Pentingnya self-compassion pada mahasiswa penyintas pelecehan seksual. Proceeding Ser Psychol. 2022;1(1):256–61. Available from: https://psikologi.unair.ac.id/ proceeding-series-of-psychology/index.php/psp/article/view/36
Azzahra AP, Herdiana I. Hubungan self-compassion dengan resiliensi perempuan dewasa awal korban kekerasan dalam pacaran. Bul Ris Psikol dan Kesehat Ment. 2022;2(1):519–27. Available from: https://www.bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/8886
Wahyudi NN, Rina AP. Psychological well-being korban pelecehan seksual: menguji peranan resiliensi dan dukungan sosial. Inn J Psychol Res. 2023;3(2):312–22. Available from: https://aksiologi.org/index.php/inner/article/view/1262
Oktaviana RA, Riskiana D, Rachmawati A. Hubungan antara konsep diri dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa Universitas Sahid Surakarta. J Sos Hum dan Pendidik. 2023;2(1):92–101. Doi: https://doi.org/10.55606/inovasi.v2i1.1071
Putri LR, Pembayun NIP, Qolbiah CW. Dampak kekerasan seksual terhadap perempuan: sebuah sistematik review. J Psikol. 2024;1(4):1–10. Doi: https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2599
Suharjono RRL. Gambaran psikologis korban pelecehan seksual [Skripsi]. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang; 2023. Available from: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/625/
Nashori F, Saputro I. Psikologi Resiliensi.Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia; 2021. p. 16–8. Available from: https://www.researchgate.net/publication/351283333_Psikologi_Resiliensi
Campbell R, Wasco SM, Ahrens CE, Sefl T, Barnes HE. Preventing the “second rape”: rape survivors’experiences with community service providers. J Interpers Violence. 2001;16(12):1239–59. Available from: https://psycnet.apa.org/doi/10.1177/088626001016012002
Yenita S. Gambaran psychological well being pada dewasa awal yang berstatus janda di Kenagarian Air Bangis. Ranah Res J Multidiscip Res Dev. 2022;4(2):150–5. Doi https://doi.org/10.38035/rrj.v4i2.451
Soehardiman MK, Scarvanovi BW, Agustina LS. Studi fenomenologi resiliensi pada perempuan korban kekerasan seksual. J Ilm Psikol Candrajiwa. 2024;9(1):28. Available from: https://jurnal.uns.ac.id/candrajiwa/article/view/75246
Nursahadah. Resiliensi remaja korban kekerasan seksual [Skripsi]. Surakarta: Universitas Muhammaduyah Surakarta; 2019. Available from: https://eprints.ums.ac.id/ 76124/1/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf
Sumampau SG, Musawwir, Purwasetiawatik TF. Gambaran self acceptance pada korban pelecehan seksual terhadap laki-laki dewasa awal. Nucl Phys. 2023;13(1):104–16. Available from: https://journal.unibos.ac.id/jpk/article/view/3741
Sari KIP, Farida LN, Prameswari VE, Khayati N, Maidaliza, Asmaret D, et al. Kekerasan Seksual. Bandung: Media Sains Indonesia; 2022.
Gafur H. Mahasiswa & Dinamika Dunia Kampus - Google Books. Bandung: CV Rasi Terbit; 2015. p. 24, 78–82, 97–103. Available from: https://www.google.co.id/books/edition/Mahasiswa_Dinamika_ Dunia_Kampus/6jPwDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Mahasiswa+dan+dinamika+dunia+kampus&pg=PA11&printsec=frontcover
Yohana AA, Kartika DK, Tohar AA. Fenomena kekerasan seksual dalam perspektif psikologi dan filsafat. Jurnal Pendidikan Tambusai. 2024;8(3):45202–5. Available from: https://jptam.org/ index.php/jptam/article/view/21617
Damiyati AN, Puteri AA, Hasanah A, Tarigan PY, Azhar MD, Yazid K, et al. Tingkat kesejahteraan psikologis pada dewasa awal. MARAS. 2024;2(3):1297–305. Doi: http://dx.doi.org/10.60126/ maras.v2i3.366
Mawaddah U. Dinamika kesejahteraan psikologis pada mahasiswi tingkat akhir di Institus Agama Islam Negeri [Tesis]. Yogyakarta: UIN Sunan KalijagA; 2024. Available from: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/67332
Leigh H. Posttraumatic growth: positive changes in the aftermath of crisis. Am J Psychiatry. 2000;157(10):1712–1712. Doi: http://dx.doi.org/10.1176/appi.ajp.157.10.1712
Saputra MI, Norfazilah N, Ramadhani A, Marlina A. Ketimpangan relasi kuasa dalam kasus kekerasan seksual di Perguruan Tinggi. Amsir Law J. 2024;5(2):93–105. Doi: https://doi.org/10.36746/alj.v5i2.424
Fitri S, Luawo MIR, Noor R. Gambaran kesejahteraan psikologis pada remaja laki-laki di SMA Negeri Se-Dki Jakarta. Insight J Bimbing Konseling. 2017;6(1):50. Doi: https://doi.org/10.21009/ INSIGHT.061.05
Mcleod BS. Erik Erikson’s Stages of Psychosocial Development Stage 1. Trust Vs. Mistrust. SimplyPsychology. 2023;(January):1–16. Available from: https://www.researchgate.net/ publication/ 384931028_Erik_Erikson%27s_Stages_of_Psychosocial_Development
Puspita D. Perbedaan kemandirian ditinjau dari urutan kelahiran pada remaja laki-laki di Kelurahan Sari Rejo [Skripsi]. Medan: Universitas Medan Area; 2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Octaviona W. Rarung, Cicilia Pali, Lydia E. V. David

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).


