Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres Mahasiswa Profesi Dokter (Co-Assistant) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado

Authors

  • Alida P. Talumedun Universitas Sam Ratulangi
  • Diana V. D. Doda Universitas Sam Ratulangi
  • Herlina I. S. Wungouw Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/ecl.v14i1.65798

Keywords:

beban kerja; tingkat stres; mahasiswa profesi dokter (co-assistant)

Abstract

Abstract: Mental health remains an important issue among medical students, particularly clinical clerkship students (co-assistants) who must simultaneously manage academic and clinical demands. This study aimed to examine factors associated with stress levels among clinical clerkship students (co-assistants) at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was an observational quantitative study with a cross-sectional design. Respondents were selected using the Slovin formula through purposive sampling. Data were collected online using the PSS-10 to measure stress levels and the NASA-TLX to assess workload. Data analysis was performed using the Spearman Rank test and the Mann–Whitney U test. The results obtained 108 students as respondents with a mean age of 23 years (SD=0.85);  majority of them were females. Most respondents experienced moderate stress (78.7%), followed by high and low stress levels (19.4% and 1.9%). The mean total workload score was 68.16%, with the highest dimension being effort at 21.29%. Bivariate analysis revealed a significant positive relationship between age and workload with stress levels, while gender and clinical rotation stage were not significantly associated. In conclusion, age and workload are factors associated with stress levels among clinical clerkship students (co-assistants). Therefore, psychosocial support programs, routine counseling, and evaluation of clinical workload are required to help students manage stress adaptively.

Keywords: workload; stress level; clinical clerkship students (co-assistants)

 

Abstrak: Kesehatan mental masih menjadi isu penting di kalangan mahasiswa kedokteran, terutama pada mahasiswa profesi dokter (co-assistant) yang menjalani beban akademik dan klinik secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres pada mahasiswa profesi dokter (co-assistant) di RS R.D Kandou Manado. Jenis penelitian ialah observasional kuantitatif dengan desain potong lintang. Responden dipilih menggunakan rumus Slovin melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner PSS-10 untuk mengukur tingkat stres dan NASA-TLX untuk menilai beban kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 108 mahasiswa sebagai responden, mayoritas dengan rerata usia 23 tahun (SD=0,85), didominasi oleh perempuan. Responden terbanyak mengalami stres sedang (78,7%), diikuti stres tinggi (19,4%) dan stres rendah (1,9%). Rerata total skor beban kerja 68,16% dengan dimensi tertinggi yaitu tingkat usaha 21,29%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif bermakna antara usia dan beban kerja dengan tingkat stres, sedangkan jenis kelamin dan stase profesi pendidikan dokter tidak bermakna. Simpulan penelitian ini ialah usia dan beban kerja merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres pada mahasiswa profesi dokter (co-assistant). Oleh karena itu, diperlukan dukungan psikososial, konseling rutin, dan evaluasi beban kerja klinik untuk membantu mahasiswa mengelola stres secara adaptif.

Kata kunci: beban kerja; tingkat stres; mahasiswa profesi dokter (co-assistant)

Author Biographies

Alida P. Talumedun, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Diana V. D. Doda, Universitas Sam Ratulangi

Bidang Ilmu Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia 

Herlina I. S. Wungouw, Universitas Sam Ratulangi

Bidang Ilmu Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia 

References

1. Bayantari NM, Indonesiani SH, Apsari PIB. Regulasi Diri dalam Belajar dan Hubungannya dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Pertama Fakultas Kedokteran. Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran. 2022;6(3):610. Available from: https://doi.org/10.23887/jipp.v6i3.51175

2. Jahrami H, AlKaabi J, Trabelsi K, Pandi-Perumal SR, Saif Z, Seeman MV, et al. The worldwide prevalence of self-reported psychological and behavioral symptoms in medical students: an umbrella review and meta-analysis of meta-analyses. J Psychosom Res. 2023;173:1–11. Doi: https://doi.org/10.1016/j.jpsychores.2023.111479

3. Dessauvagie AS, Dang HM, Nguyen TAT, Groen G. Mental health of university students in Southeastern Asia: a systematic review. Asia-Pacific Journal of Public Health. 2022;34(2–3):171–81. Doi: https://doi.org/10.1177/10105395211055545

4. Laporan Nasional Riskesdas 2018 KEMENKES. 2019. Available from: https://repository.kemkes.go.id/book/1323

5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia [Internet]. Jakarta, Indonesia: 2021. Available from: https://repository.kemkes.go.id/book/828

6. Fauziah R, Pusparini M, Astiwara EM. Hubungan tingkat stress mahasiswa dengan hasil kepaniteraan klinik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi angkatan 2016 dan pandangan menurut Islam. Junior Medical Jurnal. 2022;1(4):462–8. Available from: https://www.google.com/url?sa=t&source= web&rct=j&opi=89978449&url

7. Hediaty S, Herlambang, Shafira NNA. Gambaran tingkat stres mahasiswa kedokteran berdasarkan medical student stresor questionnaire di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi. Journal of Medical Studies. 2023;2(2):61-71. Doi: https://doi.org/10.22437/joms.v2i2.23252

8. Legiran, Azis MZ, Bellinawati N. Faktor risiko stres dan perbedaannya pada mahasiswa berbagai angkatan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2015;2(2):197–202. Available from: https://jkk-fk.ejournal.unsri.ac.id/index.php/jkk/article/view/29

9. Ajhie WK, Marunduh SR, Engka JNA. Hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur dan motivasi belajar pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Medical Scope Journal. 2025;8(1):65–9. Doi: https://doi.org/10.35790/msj.v8i1.61596

10. Panhardyka HA, Matadjo AAD, Indria DM. Pengaruh beban kerja terhadap burnout dan stress kerja pada mahasiswa pendidikan profesi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang. Journal of Community Medidicine. 2024;13(1):1–11. Available from: https://jim.unisma.ac.id/index.php/jkkfk/article/view/26597/20143

11. Pratama MK, Wiriansya EP, Azis U, Syamsuddin S, Dahlia. Gambaran tingkat stres mahasiswa Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2024;8 (1)(April):676–84. Available from: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/view/26088

12. Lolan YIK, Folamauk CLH, Trisno I. Hubungan antara tingkat stres dengan kondisi kelelahan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang. Cendana Medical Journal. 2021;21(1):8–15. Doi: https://doi.org/10.35508/cmj.v9i1.4927

13. Chrisal NJR, Bernabas HRK. Analisis Hubungan antara umur, beban kerja kelelahan kerja dan motivasi kerja dengan stres kerja perawat di RSUD Manembo-Nembo Bitung. Jurnal Keperawatan. 2023;11(2):131–41. Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jkp/article/view/49992

14. Hakim AN, Kusumawati A, Sakti YBH, Qoimatun I. Tingkat stres dan pencapaian kompetensi mahasiswa Program Profesi Dokter: Penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2023;19(2):173. Available from: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKK

15. Wilujeng CS, Intan YH, Ventyaningsih ADI. Hubungan antara jenis kelamin dengan kategori stres pada remaja di SMP Brawijaya Smart School. Smart Society Empowerment Journal. 2023;3(1):6–11. Doi: https://doi.org/10.20961/ssej.v3i1.69257

16. Oktaria D, Sari MI, Azmy NA. Perbedaan tingkat stres pada mahasiswa tahap profesi yang menjalani stase minor dengan tugas tambahan jaga dan tidak jaga di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung. 2019;3(1):112–6. Doi: https://doi.org/10.23960/jkunila.v3i1.pp112-116

17. Abdulghani HM, Irshad M, Al Zunitan MA, Al Sulihem AA, Al Dehaim MA, Al Esefir WA, et al. Prevalence of stress in junior doctors during their internship training: a cross-sectional study of three Saudi medical colleges’ hospitals. Neuropsychiatr Dis Treat. 2014;10:1879–86. Doi: https://doi.org/10.2147/NDT.S68039

18. Lin YK, Lin C Der, Lin BYJ, Chen DY. Medical students’ resilience: A protective role on stress and quality of life in clerkship. BMC Medical Education. 2019;19(1):1. Doi: https://doi.org/10.1186/s12909-019-1912-4

Downloads

Published

2026-01-25

How to Cite

Talumedun, A. P., Doda, D. V. D., & Wungouw, H. I. S. (2026). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres Mahasiswa Profesi Dokter (Co-Assistant) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. E-CliniC, 14(1), 113–118. https://doi.org/10.35790/ecl.v14i1.65798

Issue

Section

Articles