Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat Desa dengan Tingkat Kunjungan ke Fasilitas Kesehatan
DOI:
https://doi.org/10.35790/eg.v14i2.68187Keywords:
tingkat pengetahuan; kesehatan gigi dan mulut; tingkat kunjungan ke fasilitas kesehatanAbstract
Abstract: Visits to oral healthcare facilities serve as a solution to address existing oral health problems. Before making such visits, individuals typically acquire various types of information related to their health issues and the facilities where these issues can be treated. This information in the form of knowledge obtained from various sources, forms the basis for individuals to seek help from healthcare facilities in resolving their health problems. This study aimed to examine the influence of the level of oral health knowledge among Maen village residents on their visits to oral health care facilities. This was a quantitative study with a cross-sectional design. Samples consisted of 88 individuals selected through stratified-random sampling based on inclusion and exclusion criteria. The results showed that the majority of respondents had good oral health knowledge (n=53; 60.2%), while most had low frequency of visits to oral healthcare facilities (n=61; 69.3%). The Fisher’s exact test showed a significant correlation between good knowledge of oral health with the frequency of visits to healthcare facilities (Exact Sig.2-sided and Exact Sig.1-sided <0.05). In conclusion, the level of oral health knowledge among the Maen village residents shows a relationship with the frequency of visits to healthcare facilities. The majority of them have good oral health knowledge but a low rate of visits to healthcare facilities. The factors affecting the low rate of visits include limited availability of time and access to healthcare services.
Keywords: knowledge level; oral health; healthcare facility visit
Abstrak: Kunjungan ke fasilitas kesehatan gigi dan mulut merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan gigi dan mulut yang dimiliki. Sebelum melakukan kunjungan seorang individu terlebih dahulu memiliki berbagai informasi terkait permasalahannya dan fasilitas dimana permasalahan kesehatannya bisa diatasi. Informasi berupa pengetahuan yang diperoleh dari berbagai sumber, antara lain menjadi dasar bagi individu untuk mengunjungi fasilitas kesehatan guna mendapatkan pertolongan untuk permasalahan kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Desa Maen dengan tingkat kunjungan ke fasilitas kesehatan. Jenis penelitian ialah kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel diambil menggunakan metode stratified-random sampling sebanyak 88 orang yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian mendapatkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang kesehatan gigi dan mulut (n=53; 60,2%). Mayoritas responden memiliki tingkat kunjungan ke fasilitas kesehatan yang rendah (n=61; 69,3%). Hasil Fisher’s exact test menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan tingkat kunjungan ke fasilitas kesehatan (Exact Sig.2-sided dan Exact Sig.1-sided <0,05). Simpulan penelitian ini ialah tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Desa Maen memiliki hubungan dengan tingkat kunjungan ke fasilitas kesehatan. Mayoritas masyarakat memiliki pengetahuan kesehatan gigi dan mulut yang baik namun tingkat kunjungan ke fasilitas kesehatan rendah. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya kunjungan, antara lain ketersediaan waktu serta pelayanan kesehatan.
Keywords: tingkat pengetahuan; kesehatan gigi dan mulut; tingkat kunjungan ke fasilitas kesehatan
References
1. FDI World Dental Federation. The challenge of oral disease – A call for global action. The Oral Health Atlas. 2nd ed. Brighton, UK: FDI World Dental Federation; 2015. Available from: https://ncdalliance.org/sites/default/files/resource_files/1 The FDI Oral Health Atlas
2. Adam JDZ, Ratuela JE. Tingkat pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut siswa sekolah dasar. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine. 2022;3(1):1–7. Doi: https://doi.org/10.35801/ijphcm.v3i1.42516
3. Marimbun BE, Mintjelungan CN, Pangemanan DH. Hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies gigi pada penyandang tunanetra. e-GiGi. 2016;4(2):177–82. Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/egigi/article/view/13924
4. Rahtyanti GCS, Hadnyanawati H, Wulandari E. Hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi pada mahasiswa baru fakultas kedokteran gigi universitas jember tahun akademik 2016/2017. Pustaka Kesehatan. 2018;6(1):167–72. Doi: https://doi.org/10.19184/pk.v6i1.7153
5. National Institutes of Health. Oral health in America: advances and challenges; 2021. Available from: https://www.nidcr.nih.gov/sites/default/files/2021-12/Oral-Health-in-America-Advances-and-Challenges.pdf
6. Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018. Available from: https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/riskesdas/ketersediaan-data/riskesdas-2018
7. Pitoyo AJ. Dinamika sektor informal di Indonesia prospek, perkembangan, dan kedudukannya dalam sistem ekonomi makro. Populasi. 2016;18(2):129–46. Doi: https://doi.org/10.22146/jp.12081
8. Wahyukundari MA, Misrohmasari EAA, Saputro AEAD, Hamzah Z, Arin YMD. Hubungan karakteristik responden, perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan rongga mulut lansia di kawasan pertambangan kapur: studi cross-sectional. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. 2024;36(1):19–27. Doi: https://doi.org/10.24198/jkg.v36i1.50120
9. Bradford EEF, Brunsdon VEA, Ferguson HJ. Cognitive mechanisms of perspective-taking across adulthood: an eye-tracking study using the director task. Journal of Experimental Psychology: Learning, Memory, and Cognition. 2022;49(6):959–73. Doi: https://doi.org/10.1037/xlm0001190
10. Rajeh MT. Gender differences in oral health knowledge and practices among adults in Jeddah, Saudi Arabia. Clinical, Cosmetic and Investigational Dentistry. 2022;14(1):235–44. Doi: https://doi.org/10.2147/CCIDE.S379171
11. Sfeatcu R, Balgiu BA, Mihai C, Petre A, Pantea M, Tribus L. Gender differences in oral health: self-reported attitudes, values, behaviours and literacy among Romanian adults. Journal of Personalized Medicine. 2022;12(10):1603. Doi: https://doi.org/10.3390/jpm12101603
12. Sari NP, Widiasih R, Wahyuni S. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan pada masyarakat pesisir di wilayah kerja Puskesmas Hamparan Perak. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2021;9(1):1-10. Available from: https://adisampublisher.org/index.php/aisha/article/download/366/385
13. Kawengian SES, Kapantow NH. Hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak umur 1–3 tahun di Desa Mopusi Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Induk, Sulawesi Utara. eBiomedik. 2015;3(2):609–14. Doi: https://doi.org/10.35790/ebm.v3i2.8548
14. Saudi L, Aini RN, Nadiroh S. Gambaran pengetahuan ibu tentang karies gigi pada anak usia 3–12 tahun. Indonesian Journal of Nursing Scientific. 2021;1(1):1–7. Available from: https://journal.khj.ac.id/index.php/ijons/article/view/1
15. Lestari H, Sary L, Andoko. Analisis faktor pemungkin terhadap rendahnya pemanfaatan pelayanan poli gigi. Mahesa. 2021;1(1):40–52. Available from: https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/MAHESA/article/view/3318/2719
16. Ningsih SM, Zuka F, Sitorus MEJ, Nababan D, Manurung J, Brahmana NE. Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada siswa SD di Puskesmas Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Prepotif. 2024;8(3):4930–53. Doi: https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.34164
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Stefania E. Lembong, Vonny N. S. Wowor, Johanna A. Khoman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).
















