Implementation Of Fuzzy Logic In Fish Cooling Box Using Peltier Actuator

Implementasi Logika Kelabu Pada Box Pendingin Ikan Menggunakan Aktuator Peltier

Authors

  • Samuel Geert Taruh Universitas Sam Ratulangi
  • Pinrolinvic Manembu Universitas Sam Ratulangi
  • Haris Ontowirjo Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jtek.v14i1.50794

Keywords:

Fuzzy logic, ESP32, DS18b20 Sensors, Fish

Abstract

Abstract — Cakalang fish (Katsuwonus pelamis) is a medium- sized fish from the Scombridae (tuna) family. The most caught fish in North Sulawesi is tuna. This bonito has a round, elongated body and side lines. There are two ways to store food at low temperatures, namely refrigeration and freezing. Cooling is one way to reduce the body temperature of fish from about 0 °C to -1 °C. Fish processing must be done as quickly as possible to avoid decreasing the quality of fish, so the fish heating center requires materials and cooling agents that reduce the temperature of the fish very quickly. Based on the explanation above, it was found that if ice cubes were used to preserve fish, the fish would spoil quickly because the fish were immersed in the water from the melted ice cubes and encouraged the growth and reproduction ofmicroorganisms. So, a Cooler Box was created which is useful for replacing ice cubes as a fish preservative, because this Cooler Box does not causestanding water which can harm fish if placed in this Cooler Box. Temperature control in this study is using fuzzy logic and using the ESP32 microcontroller. The process of decreasing the temperature in the fish cooler box takes a lot of time to reach the minimum temperature for cooling fish,which ranges from 15-20 degrees. The temperatures produced by the 6 peltiers are different.

Key wordsFuzzy logic, ESP32, DS18b20 Sensors, Fish.

Abstrak — Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan ikan berukuran sedang dari famili Skombridae (tuna). Ikan yang paling banyak ditangkap di Sulawesi Utara adalah tuna. Bonito ini memiliki tubuh dan garis samping yang bulat dan memanjang. Ada dua cara menyimpan makananpada suhu rendah, yaitu pendinginan dan pembekuan. Pendinginan merupakan salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh ikan dari sekitar 0°Cmenjadi -1 °C. Pengolahan ikan harus dilakukan secepat mungkin untuk menghindari penurunan kualitas ikan, sehingga pusat pemanas ikan membutuhkan bahan dan bahan pendingin yang menurunkan suhu ikan dengan sangat cepat. Berdasarkan penjelasan di atas, ditemukan bahwa jikaes batu digunakan untuk mengawetkan ikan, ikan akan cepat busuk karena ikan direndam dalam air dari es batu yang meleleh dan mendorongpertumbuhan dan reproduksi mikroorganisme. Maka dibuatlah Cooler Box yang berguna untuk menggantikan es batu sebagai pengawet ikan, karenaCooler Box ini tidak menimbulkan genangan air yang dapat membahayakan ikan jika diletakkan di dalam Cooler Box ini. Pengontrolan suhu padapenelitian ini adalah menggunakan fuzzy logic serta menggunakan mikrokontroller ESP32. Proses penurunan suhu dalam, box pendingin ikan memakan banyak waktu untuk mencapai kondisi minmal suhu untuk pendinginan ikan yang berkisar antara 15-20 derajat. Suhu yang dihasilkan dari 6 peltier berbeda-beda.

Kata kunci Fuzzy logic, ESP32, Sensor DS18b20, Fish.

References

W. Buana, “Penerapan Fuzzy Mamdani Untuk Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Telepon Seluler,” Edik Informatika, vol. 2, no. 1, pp. 138–143, 2017, doi: 10.22202/ei.2015.v2i1.1455.

N. Hidayati, R. Aisuwarya, and R. E. Putri, “Sistem Kontrol Kestabilan Suhu Penghangat Nasi Menggunakan Metode Fuzzy Logic,” Prosiding Semnastek, no. November, pp. 1–2, 2017.

A. Husen, “TECHNO : JURNAL PENELITIAN PENGOLAHAN IKAN CAKALANG ASAP ( Katsuwonus pelamis ) DENGAN TECHNO :,” vol. 07, pp. 165–169, 2018.

Isnanto, “Aplikasi Logika Fuzzy pada Pengendalian Suhu Water Heater Berbasis LABVIEW,” pp. 1–82, 2011.

E. I. Mahaganti, S. R. U. A. Sompie, F. D. Kambey, and R. F. Robot, “Pengendalian Kelembaban Tanah dan Suhu Dalam Green House,” Pengendalian Kelembaban Tanah dan Suhu Dalam Green House, vol. 8, no. 1, pp. 21–28, 2019.

J. Nasir, J. Suprianto, P. Studi, T. Informatika, and U. Putera, “Analisis Fuzzy Logic Menentukan,” Jurnal Edik Informatika, vol. 2, pp. 177–186, 2017.

R. Nofrida, E. Warsiki, and I. Yuliasih, “Pengaruh Suhu Penyimpanan terhadap Perubahan Warna Label Cerdas Indikator Warna dari Daun Erpa (Aerva sanguinolenta),” Jurnal Teknologi Industri Pertanian, vol. 23, no. 3, pp. 232–241, 2014.

S. Purwiyanti, “Aplikasi Efek Peltier Sebagai Kotak Penghangat dan Pendingin Berbasis Mikroprosessor Arduino Uno,” Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro, vol. 3, pp. 90–104, 2017.

S. Romadhan, B. Setiyono, and Sumardi, “Menggunakan Kontrol Fuzzy Untuk Pengaturan Suhu Cairan Berbasis Atmega16,” Transient, vol. 3, no. 4, p. 617, 2014.

L. Santya, M. Miftah, V. Mandala, S. Saepudin, and D. Gustian, “Penerapan Metode Fuzzy Mamdani untuk Pendukung Keputusan Penentuan Jumlah Produksi Lantak Si Jimat,” Jurnal Rekayasa Teknologi Nusa Putra, vol. 7, no. 1, pp. 35–41, 2019.

S. Sitohang and R. Denson Napitupulu, “Fuzzy Logic Untuk Menentukan Penjualan Rumah Dengan Metode Mamdani (Studi Kasus: Pt Gracia Herald),” Jurnal ISD, vol. 2, no. 2, pp. 91–101, 2017.

C. A. Oktavia and R. Maulidi, “Penerapan Logika Fuzzy Sugeno Untuk Penentuan Reward Pada Game Edukasi Aku Bisa,” JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi, vol. 17, no. 2, p. 117, 2019, doi: 10.12962/j24068535.v17i2.a825.

M. Tuli, M. Boer, and L. Adrianto, “ANALISIS SUMBERDAYA IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PERAIRAN KABUPATEN POHUWATO, PROVINSI GORONTALO (Resource Analysis of Skipjack (Katsuwonus pelamis) in Pohuwato, Gorontalo Province),” Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management, vol. 6, no. 2, pp. 109–117, 2016, doi: 10.29244/jmf.6.2.109-117.

M. Tuli, Sumber Daya Ikan Cakalang. 2018.

Y. Nanda Pramurdya et al., “Population and Spawning Potential Ratio of Skipjack Tuna (Katsuwonus pelamis (Linnaeus, 1758) in Sourthern Bali Waters,” Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Available, vol. 18, no. 4, p. 195, 2022.

Downloads

Published

2025-06-20