Indeks Keandalan Sistem Distribusi Daya Listrik Berdasarkan SAIFI dan SAIDI
Reliability Index of Electrical Power Distribution System Based on SAIFI and SAIDI
Abstract
Abstract - System reliability becomes an important part in the distribution of electrical energy. Disruptions from both internal and external factors that caused a long duration blackouts and often occured can affect the level of system reliability, in fact the blackouts that occured can cause cost losses due to undistributed energy. Therefore, it needs to calculate the reliability index based on SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) and SAIDI (System Average Interruption Duration Index) in North Minahasa area which have 9 feeder from 4 main station and compare the result of calculating with PLN, IEEE, and WCS&WCC standard which has been multiplied with Sulawesi area adjustment factors by 1.3 and the calculation of cost loss experienced due to blackouts in 2019 and 2020. Based on the calculation result and analysis shows that almost all feeder in 2019 and 2020 had SAIFI and SAIDI value exceeding the standard except SW 2 feeder with SAIFI and SAIDI value by 0,00028 times/customer/year and 0,00083 hours/customer/ year in 2019 and in 2020 by 0,00011 times/customer/year and 0,00032 hours/customer/year. With the total of cost loss in 2019 and 2020 is Rp.2.069.227.200 and Rp.859.432.000. All
the feeders that do not exceed the standard can be said reliable and the feeders that exceed the standard is unreliable.
Keywords - Cost loss; North Minahasa; Reliability; SAIDI; SAIFI.
Abstrak - Keandalan sistem menjadi bagian penting dalam pendistribusian energi listrik. Gangguan- gangguan baik oleh faktor internal maupun eksternal yang menyebabkan pemadaman yang durasinya begitu lama dan sering terjadi dapat mempengaruhi tingkat keandalan sistem, bahkan pemadaman yang terjadi dapat menimbulkan kerugian biaya karena energi yang tidak tersalurkan. Untuk itu perlu dilakukan perhitungan indeks keandalan berdasarkan SAIFI (System Avarage Interruption Frequency Index) dan SAIDI (System Avarage Interruption Duration Index) di area Minahasa Utara yang terdapat 9 penyulang dari 4 Gardu Induk dan membandingkan hasil perhitungan dengan standar PLN, IEEE, WCS&WCC yang telah dikalikan dengan faktor
penyesuaian daerah Sulawesi sebesar 1,3 serta perhitungan kerugian biaya yang dialami akibat adanya pemadaman tahun 2019 dan 2020. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa menunjukkan bahwa hampir semua penyulang di tahun 2019 dan 2020 memiliki nilai SAIFI dan SAIDI melebihi standar kecuali penyulang SW 2 dengan nilai SAIFI dan SAIDI tahun 2019 sebesar 0,00028 kali/pelanggan/tahun dan 0,00083 jam/pelanggan/tahun serta tahun 2020 sebesar 0,00011 kali/pelanggan/tahun dan 0,00032 jam/pelanggan/tahun. Dengan total kerugian biaya di tahun 2019 dan 2020 sebesar Rp.2.069.227.200 dan Rp.859.432.000. Semua penyulang yang tidak melebihi standar dapat dikatakan andal dan yang melebihi standar dapat dikatakan tidak andal.
Kata kunci – Kerugian Biaya; Minahasa Utara; Keandalan; SAIDI; SAIFI.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Sartje Silimang (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Teknik Elektro dan Komputer is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.