Virtual Reality As a Media For Introducing Minahasa Traditional Dances
Realitas Virtual Sebagai Media Pengenalan Tari Tradisional Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.35793/jtek.v14i3.63782Keywords:
Application, Android, Dances, Minahasa, Traditional, Virtual RealityAbstract
Traditional dance is an important part of cultural heritage that reflects the identity and values of the community. Minahasa has various traditional dances, such as the Kabasaran, Maengket, and Pisok dances, which are rich in philosophical and historical meaning. However, the younger generation's interest in traditional dances tends to decline due to the lack of interesting and interactive learning media. Virtual Reality (VR) technology offers an innovative solution in cultural preservation by creating an immersive experience that allows users to interact in a three-dimensional environment. This research aims to develop a Virtual Reality-based application as a medium for introducing Minahasan Traditional Dances so that it can be accessed anytime and anywhere. The system design method includes concept, design, material collection, assembly, testing, and distribution. The test results show that the VR application can run well on the device used and can display the dance stably. The result of this research is a Virtual Reality application that can introduce Minahasan dances and support the preservation of Minahasan culture.
Keywords – Application; Android; Dances; Minahasa; Traditional; Virtual Reality.
Tarian tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya yang merefleksikan identitas dan nilai masyarakat. Minahasa memiliki berbagai tarian tradisional, seperti Tari Kabasaran, Maengket, dan Pisok, yang sarat makna filosofis dan historis. Namun, minat generasi muda terhadap tarian tradisional cenderung menurun akibat kurangnya media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Teknologi Virtual Reality (VR) menawarkan solusi inovatif dalam pelestarian budaya dengan menciptakan pengalaman imersif yang memungkinkan pengguna berinteraksi dalam lingkungan tiga dimensi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi berbasis Virtual Reality sebagai media pengenalan Tarian Tradisional Minahasa agar dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Metode perancangan sistem meliputi konsep, perancangan, pengumpulan materi, pembuatan, pengujian, dan pendistribusian. Hasil uji coba menunjukkan bahwa aplikasi VR dapat berjalan dengan baik pada perangkat yang digunakan dan dapat menampilkan tarian secara stabil. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi Virtual Reality yang dapat mengenalkan tarian minahasa serta mendukung pelestarian budaya Minahasa.
Kata kunci – Aplikasi; Android; Minahasa; Realitas Virtual; Tarian; Tradisional;
References
[1] N. Nismawati, S. Oruh, and A. Agustang, “Eksistensi Tari Kabasaran Pada Masyarakat Minahasa,” J. Ilm. Mandala Educ., vol. 7, no. 4, pp. 194–198, 2021, doi: 10.58258/jime.v7i4.2429.
[2] E. Y. Rahman, “Tarian Adat Kabasaran Di Minahasa (Analisis Nilai Budaya Dan Peluangnya Sebagai Sumber Pendidikan Karakter),” JISIP (Jurnal Ilmu Sos. dan Pendidikan), vol. 6, no. 1, pp. 2110–2115, 2022, doi: 10.36312/jisip.v6i1.2783.
[3] D. R. Lotulung, T. S. Claudia, and M. Kojong, “Meaning of Kabasaran Dance Contains Local Wisdom Value,” Santhet J. Sejarah, Pendidikan, dan Hum., vol. 8, no. 1, pp. 316–324, 2024, doi: 10.36526/js.v3i2.3266.
[4] K. Fpi, “Sejarah Dan Filosofi Nilai Tari Kabasaran Minahasa,” J. Islam. Hist. Civiliz., vol. 2, pp. 52–63, 2023, doi: https://doi.org/10.30984/historia.v2i1.
[5] N. et al Simbolon, “Analisis Pengaruh Globalisasi Dan Media Sosial Terhadap,” vol. 1, no. 5, pp. 367–371, 2024, doi: https://doi.org/10.62017/merdeka.
[6] F. M. & A. Nurharini, “Pengembangan Media Virtual Reality Berbasis Aplikasi Artsteps Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Seni Tari,” J. Pendidik. Dasar, vol. 8, no. September 2024, pp. 631–651, 2024, doi: https://doi.org/10.36088/fondatia.v8i3.5198.
[7] N. Nuraeni and D. Zaliluddin, “Rancang Bangun Virtual Reality Pemgenalan Tari Daerah di Jawa Barat Pada Sanggar Tari Cineur,” J. IKRA-ITH Inform., vol. 5, no. 2, pp. 18–25, 2021.
[8] Y. V. Akay and H. A. Mapaly, “Virtual Reality as a Media For Japanese Cave Exploration,” J. Tek. Inform., vol. 19, no. 04, pp. 279–287, 2024, doi: https://doi.org/10.35793/jti.v19i04.57457.
[9] Y. Akay, K. Palilingan, and S. Paulus Lengkong, “Virtual Reality as Promotional Media for Minahasa Traditional Houses Aplikasi Virtual Reality Sebagai Media Promosi Rumah Adat Minahasa,” J. Tek. Inform., vol. 19, no. 01, pp. 67–74, 2024, doi: https://doi.org/10.35793/jti.v19i01.51693.
[10] S. D. Utari, M. L. Agustin, A. M. Dzikri, and L. Ayundasari, “Perancangan Aplikasi Virtual Reality Cagar Budaya untuk Pembelajaran Sejarah Lokal,” Hist. J. Pendidik dan Peneliti Sej., vol. 4, no. 2, pp. 103–114, 2021, doi: 10.17509/historia.v4i2.25740.
[11] N. Sahnir and B. Salawati, “PKM Integrasi Teknologi Virtual Reality ( VR ) untuk Pengembangan Media Interaktif Pelestarian Tari Paduppa,” vol. 4, no. 2, pp. 149–157, 2024, doi: https://doi.org/10.26858/inovasi.v4i2.67879.
[12] T. U. Raden Arief Nugroho, Rindra Yusianto, Etika Kartika Darma, Ali Muqoddas, Valentina Widya Suryaningtyas, “Penerapan Model Folkloristics Dwibahasa Untuk Pengembangan Konten Virtual Reality Tari Lengger Lanang,” vol. 10, no. 01, pp. 115–128, 2024, doi: https://doi.org/10.33633/andharupa.v10i01.9771.
[13] F. N. Winata, M. Rohandi, and R. M. T. Yassin, “Implementasi Virtual Tour Dengan Teknologi Video 360 Di Museum Provinsi Gorontalo,” Diffus. J. Syst. Inf. Technol., vol. 3, no. 1, pp. 59–69, 2023.
[14] F. Rohman, “Implementasi Augmented Reality Berbasis Android Sebagai Media Pembelajaran Gerak Dasar Tari Sigeh Pengunten,” J. Inform. dan Rekayasa Perangkat Lunak, vol. 2, no. 4, pp. 464–472, 2022, doi: 10.33365/jatika.v2i4.1604.
[15] F. Daryanti, M. Jazuli, and T. Sumaryanto, “Digitalisasi Tari Tradisi : Strategi untuk Menghadapi Tantangan Abad 21,” Pros. Semin. Nas. Pascasarj., vol. 2, no. 1, pp. 183–187, 2019.
[16] I. Sommerville, “Software engineering 9th Edition,” ISBN-10, vol. 137035152, p. 18, 2011.
[17] R. S. Pressman, “Software Engineering: a practitioner’s approach,” Press. Assoc., 2005.
[18] W. R. Sherman and A. B. Craig, Understanding virtual reality: Interface, application, and design. Morgan Kaufmann, 2018.
[19] G. C. Burdea, Virtual reality technology. John Wiley & Sons, 2003.
[20] R. Heinich, “Instructional media and technologies for learning,” Nj Merrill, 1996.
[21] V. S. Gerlach, D. P. Ely, and R. Melnick, “Teaching and media: A systematic approach,” 1971.
[22] A. N. Najoan, M. R. Rembang, and H. Mulyono, “Makna Pesan Komunikasi Tradisional Tarian Maengket,” Acta Diurna Komun., vol. 6, no. 1, pp. 1–15, 2017.
[23] Z. H. Singal, C. Nugroho, and I. Rifani, “The Existence of Kabasaran Dance in Minahasa,” Proceeding ICSS, vol. 603, no. Icss, pp. 345–348, 2021.
[24] L. Flavell, Beginning blender: open source 3d modeling, animation, and game design. Apress, 2011.
[25] Binus, “Software Unity,” 2024. https://dkv.binus.ac.id/2024/04/15/software-unity/?utm_source=chatgpt.com (accessed Dec. 06, 2025).
[26] M. D. Setyawan, L. El Hakim, and T. A. Aziz, “Kajian Peran Virtual Reality (VR) Untuk Membangun Kemampuan Dialogis Siswa Dalam Pembelajaran Matematika,” J. Pendidik. Indones., vol. 4, no. 02, pp. 122–131, 2023, doi: 10.59141/japendi.v4i02.1592.
[27] R. Perla and R. Hebbalaguppe, “Google Cardboard Dates Augmented Reality : Issues, Challenges and Future Opportunities,” pp. 1–19, 2017.
[28] M. E. Technology, “Multimedia Engineering Technology, School of Applied Science Telkom University, Jalan Telekomunikasi No. 1, Bandung 40257, Indonesi,” no. 1, doi: https://doi.org/10.13140/RG.2.2.16273.92006.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yuri V. Akay (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Teknik Elektro dan Komputer is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.