Analisa Stabilitas Transient STL Minahasa Menggunakan Metode Kriteria Luas Sama

Authors

  • Frietz A. Rotinsulu
  • Maickel Tuegeh
  • Lily S. Patras

DOI:

https://doi.org/10.35793/jtek.v4i2.6915

Abstract

Abstrak

Listrik adalah bentuk energi sekunder yang paling praktis penggunaanya oleh manusia, Kebutuhan listrik di masyarakat semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pemanfaatan tenaga listrik. Sistem tenaga listrik yang baik adalah sistem tenaga yang dapat melayani beban secara kontinyu tegangan dan frekwensi yang konstan, fluktuasi tegangan dan frekuensi yang terjadi harus berada pada batas toleransi yang diizinkan agar peralatan listrik konsumen dapat bekerja dengan baik dan aman. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis sistem tenaga listrik untuk menentukan apakah sistem tersebut stabil atau tidak jika terjadi gangguan. Stabilitas transient didasarkan pada kondisi kestabilan ayunan pertama dengan periode waktu penyelidikan pada detik pertama terjadi gangguan.

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan kestabilan suatu sistem tenaga listrik apabila mengalami gangguan adalah metode kriteria luas sama. Walaupun metode ini tidak dapat dipergunakan untuk sistem multimesin namun sangatlah membantu untuk memahami faktor-faktor dasar yang mempengaruhi stabilitas transient sistem tenaga listrik. Kondisi peralihan dari sistem tenaga listrik pada saat gangguan dilukiskan secara matematis melalui persamaan diferensial. Teknik analisa data dilakukan dengan melakukan simulasi perhitungan dengan menggunakan matlab.

Mengambil permodelan dari Sistem Tenaga Listrik Minahasa pada PLTA Tonsealama – GI Tonsealama yang terdiri dari sebuah mesin dan 1 bus infinite dengan saluran transmisi ganda dimana gangguan terjadi pada salah satu saluran, dengan menggunakan metode kriteria luas sama dan matlab. Dapat dianalisa bahwa sistem tersebut mempunyai sudut kerja awal 14,6050, sudut pemutus kritis 108,3810, sudut ayunan maksimum 165.0630.

Kata Kunci : Analisa Sistem Tenaga Listrik, Metode Kriteria Luas Sama, Sistem Tenaga Listrik Minahasa, Stabilitas Transient.

Abstract

      Electricity is a secondary form of energy most practical usage by humans, need for electricity in the community has increased along with the increasing use of electricity. Electric power system that is both power system that can serve as a continuous load voltage and constant frequency, voltage and frequency fluctuations that occur must be within the tolerance limits permitted that consumer electrical appliances can work well and safely. Therefore we need a power system                    analysis to determine whether the system is stable or not in case of interruption. Transient stability based on the first swing stability conditions with periods of investigation in the first second disruption.      Taking modeling of Electric Power System Minahasa on hydropower Tonsealama – Tonsealama substation consisting of an engine and one infinite bus with multiple transmission channels where interference occurs on one channel, by using the same broad criteria and matlab. Can be analyzed that the system has a initial power angle 14,6050, critical clearing angle 108,3810, and maximum angle swing 165.0630.          Keywords: Electricity Power System of Minahasa,Equal Area Criterion, Power System Analysis, Transient Stability.

Downloads

Published

2015-02-10