Analisis Penerapan Konsep Lingkungan Restoratif pada Ruang Publik Malalayang Beach Walk Manado

Authors

  • Asni Amaliah Nuchri Universitas Sam Ratulangi
  • Maria Runtuwene Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/matrasain.v22i1.62379

Keywords:

lingkungan restoratif, kenyamanan, arsitektur ruang publik, Malalayang Beach Walk.

Abstract

Ruang publik yang dirancang dengan mempertimbangkan aspek restoratif tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga berperan penting dalam mendukung kesehatan mental dan kenyamanan pengunjung. Penelitian ini mengkaji bagaimana konsep lingkungan restoratif diterapkan pada arsitektur Malalayang Beach Walk di Manado yang merupakan salah satu ruang terbuka tepi laut yang kini menjadi daya tarik warga dan wisatawan. Penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis elemen-elemen desain yang ada di lokasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus utama terletak pada bagaimana kehadiran elemen alam, visualisasi lanskap, kenyamanan ruang, serta pengalaman inderawi berkontribusi dalam menciptakan suasana yang memulihkan. Hasilnya menunjukkan bahwa Malalayang Beach Walk cukup berhasil menghadirkan pengalaman ruang yang restoratif, terutama melalui keindahan panorama laut, jalur pedestrian yang terbuka, serta ruang duduk yang mendorong interaksi sosial. Meski demikian, beberapa aspek seperti pengendalian kebisingan dan peningkatan integrasi elemen hijau masih dapat diperbaiki. Temuan ini diharapkan memberi masukan bagi pengembangan ruang publik pesisir yang lebih ramah dan menenangkan bagi pengunjung.

 

Public spaces that incorporate restorative environmental principles not only enhance aesthetic appeal but also contribute significantly to mental well-being and user comfort. This study investigates the implementation of restorative environment concepts in the architectural design of Malalayang Beach Walk, a coastal public space in Manado that serves as a recreational hub for both residents and tourists. Employing a qualitative methodology, the research combines field observations, interviews, and analysis of on-site design elements. The study focuses on how natural features, landscape visualization, spatial comfort, and sensory experiences collectively shape a restorative atmosphere. Findings indicate that Malalayang Beach Walk successfully delivers a restorative spatial experience, particularly through its scenic ocean views, open pedestrian pathways, and social seating areas. Nonetheless, improvements are still needed in areas such as noise control and the integration of green elements. The results of this research provide valuable insights for the development of more user-friendly and psychologically supportive coastal public spaces.

References

Arifin, A. Z., & Nugraha, B. (2021). Tata ruang dan desain kawasan pantai berbasis pariwisata berkelanjutan: Studi pada kawasan pesisir di Sulawesi Utara. Jurnal Arsitektur Tropis, 9(2), 110–120.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Manado. (2022). Dokumen perencanaan dan pengelolaan kawasan Malalayang Beach Walk. Manado: Pemerintah Kota Manado.

Harahap, F. (2023). Peran Ruang Terbuka Publik dalam Meningkatkan Interaksi Sosial Masyarakat Pesisir: Studi Kasus Malalayang Beach Walk. Jurnal Tata Ruang dan Kota, 5(1), 88–100.

Hartig, T., Mitchell, R., De Vries, S., & Frumkin, H. (2014). Nature and health. Annual Review of Public Health, 35, 207–228. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-032013-182443

Kaplan, R., & Kaplan, S. (1989). The experience of nature: A psychological perspective. Cambridge University Press.

Kellert, S. R., Heerwagen, J. H., & Mador, M. L. (2008). Biophilic design: The theory, science, and practice of bringing buildings to life. Wiley.

Observasi Lapangan. (2025). Hasil dokumentasi dan pengamatan langsung di kawasan Malalayang Beach Walk (tidak diterbitkan).

Peraturan Menteri PUPR No. 14/PRT/M/2017 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Penataan Ruang.

Purba, D. E. (2020). Restorative environment: A conceptual review on how natural environments promote mental health. Jurnal Psikologi Ulayat, 7(1), 9–24. https://doi.org/10.24854/jpu207

Riyadi, S. (2019). Lingkungan binaan dan kesehatan mental: Kajian psikologi lingkungan terhadap ruang publik hijau. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tim Arsitek Kementerian PUPR. (2022). Desain Arsitektur dan Lanskap Malalayang Beach Walk. Jakarta: Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Ulrich, R. S. (1991). Effects of health facility interior design on wellness: Theory and recent scientific research. Journal of Health Care Interior Design, 3(1), 97–109.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Wawancara Responden. (2025). Hasil wawancara dengan pengunjung kawasan MBW (tidak diterbitkan).

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Nuchri, A. A., & Runtuwene, M. (2025). Analisis Penerapan Konsep Lingkungan Restoratif pada Ruang Publik Malalayang Beach Walk Manado. MEDIA MATRASAIN, 22(1), 74–85. https://doi.org/10.35793/matrasain.v22i1.62379

Similar Articles

<< < 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.