Stasiun Kereta Api di Manado Prinsip Desain Biomimicry dengan Pendekatan Adaptasi Michael Pawlyn

Authors

  • rivaldo pangemanan keluarga
  • Alvin Tinangon Sam Ratulangi University
  • Verry Lahamendu Sam Ratulangi University

DOI:

https://doi.org/10.35793/matrasain.v22i1.62852

Keywords:

Stasiun Kereta Api, Biomimikri, Michael Pawlyn, Desain berkelanjutan, Kota Manado

Abstract

Perancangan Stasiun Kereta Api di Kota Manado merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur transportasi massal di kawasan timur Indonesia, khususnya melalui proyek Trans-Sulawesi Railway. Sebagai elemen penting dalam sistem pergerakan manusia dan barang, stasiun ini tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan fungsional sebagai titik transit, tetapi juga sebagai representasi arsitektur modern yang responsif terhadap konteks lokal. Perancangan mengusung pendekatan biomimikri yang diinspirasi oleh prinsip-prinsip desain arsitektur berkelanjutan menurut Michael Pawlyn, dimana bentuk, sistem, dan proses alami menjadi dasar dalam menyusun konsep bangunan yang efisien dan ramah lingkungan.

Konteks geografis dan budaya lokal menjadi pertimbangan utama dalam proses perancangan. Kota Manado memiliki karakter tropis dengan tingkat kelembaban dan curah hujan yang tinggi, serta kekayaan budaya yang unik dan beragam. Oleh karena itu, desain stasiun diarahkan untuk mampu beradaptasi dengan iklim tropis melalui penerapan khas lokal Sulawesi Utara diintegrasikan ke dalam elemen struktur, sehingga stasiun tidak hanya menjadi tempat berpindah moda, tetapi juga menjadi landmark yang mencerminkan identitas lokal.

Tujuan utama dari perancangan adalah menciptakan bangunan stasiun yang efisien, adaptif, dan mampu memberikan pengalaman ruang yang nyaman bagi pengguna. Selain itu, desain ini diharapkan dapat menjadi model arsitektur berkelanjutan yang menginspirasi pengembangan infrastruktur lainnya di kawasan tropis. Dengan menggabungkan teknologi, prinsip ekologi, dan nilai-nilai budaya lokal, stasiun ini dirancang untuk menjadi simbol harmonisasi antara kemajian dan kearifan lokal, serta mendukung terciptanya lingkungan binaan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

 

The design of the Manado Railway Station is part of a strategic effort to support the development of mass transportation infrastructure in Eastern Indonesia, specifically within the Trans-Sulawesi Railway project. As a key element in the regional mobility system, the station is envisioned not only to fulfill its functional role as a transit hub but also to serve as a representation of contemporary architecture that is responsive to its local context. The design adopts a biomimicry approach inspired by the sustainable architectural principles of Michael Pawlyn, in which natural forms, systems, and processes are used as the foundation for creating an efficient and environmentally conscious building.

The geographical and cultural characteristics of Manado were major considerations in the design process. As a tropical city with high humidity and rainfall, and a rich, diverse cultural heritage, Manado offers unique contextual challenges and opportunities. The station is therefore designed to adapt to the tropical climate through passive ventilation strategies, optimal use of natural daylight, and locally sourced materials that enhance thermal comfort. In terms of cultural integration, architectural elements incorporate local visual motifs and symbolic references, ensuring the station becomes not only a transit facility but also a city landmark that reflects North Sulawesi’s cultural identity.

The primary goal of this design is to create a railway station that is efficient, adaptive, and capable of providing a comfortable spatial experience for its users. Additionally, the design aspires to serve as a model for sustainable architecture that inspires the development of future infrastructure in other tropical regions. By merging technology, ecological principles, and local cultural values, the station is envisioned as a symbol of harmony between progress and tradition, and as a catalyst for greener and more sustainable built environments.

 

References

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Provinsi Sulawesi Utara

Neufert, Ernst,”Data Arsitek Jilid 1”, Erlangga, Jakarta, 1996.

Neufert, Ernst,”Data Arsitek Jilid 2”, Erlangga, Jakarta, 1996.

Pawlyn, Michael (2016). Biomimicry in Architecture. 2nd ed.

Pawlyn, Michael (2020). Biomimicry for Designers: Sustainable Soulution for Design and the Enviroment.

Pemerintah Republik Indonesia, 1992, UU No.13 Tahun 1992 pasal 19 tentang perkertaapian, Departement Perhubungan RI, Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia, 2007, UU No.23 Tahun 2007 tentang perkertaapian, Departement Perhubungan RI, Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia, 2009, Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2009 tentang penyelenggaraan perkertaapian, Departement Perhubungan RI, Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia, 2011, Peraturan Menteri Perhubungan No. 29 Tahun 2011 tentang persyaratan teknis bangunan stasiun kereta api, Departement Perhubungan RI, Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia, 2021, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 33 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan bidang perkertaapian, Departement Perhubungan RI, Jakarta

Pemerintahan Republik Indonesia, 2015, Peraturan Menteri Perhubungan No. 45 Tahun 2015, Departement Perhubungan RI, Jakarta.

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado Tahun 2023-2042.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulawesi Utara, 2021-2026

Rogi, Octavianus H. A, “Tinjauan Otoritas Arsitek Dalam Teori Proses Desain”, Media Matrasain Vol.11 No,3, pp. 7-12, 2014.

Tinangon A. 20020_Bahan Ajar Desain Arsitektur.

Downloads

Published

2025-06-29

How to Cite

pangemanan, rivaldo, Tinangon, A., & Lahamendu, V. (2025). Stasiun Kereta Api di Manado Prinsip Desain Biomimicry dengan Pendekatan Adaptasi Michael Pawlyn. MEDIA MATRASAIN, 22(1), 86–95. https://doi.org/10.35793/matrasain.v22i1.62852

Similar Articles

<< < 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.