Kajian Tingkat Risiko Bencana Multihazard di Kota Bitung

Authors

  • Andini Universitas Sam Ratulangi
  • Octavianus H.A Rogi
  • Rieneke L E Sela

DOI:

https://doi.org/10.35793/matrasain.v23i1.63659

Keywords:

Bencana Banjir , Longsor, Kebakaran Hutan, Resiko Bencana, Multihazard

Abstract

Abstrak

Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana akibat karakteristik fisik dan demografisnya. Kepadatan penduduk, wilayah terbangun yang luas, kapasitas terhadap risiko bencana yang rendah, topografi berbukit, curah hujan tinggi, serta struktur tanah dan batuan menjadi faktor utama penyebab risiko bencana di Kota Bitung. Berdasarkan data BPS tahun 2024, jenis bencana yang paling signifikan terjadi di Kota Bitung adalah banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta cuaca ekstrim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat risiko bencana multihazard di Kota Bitung. Kajian ini mengacu pada pedoman PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012, dengan menghitung indeks ancaman, penduduk terpapar, kerugian, kerentanan, dan kapasitas. Metode yang digunakan adalah analisis spasial melalui overlay, skoring, serta pembobotan menggunakan ArcMap 10.8. Hasilnya, Kota Bitung secara umum masuk dalam klasifikasi risiko sedang. Pada tingkat kecamatan, Kecamatan Ranowulu termasuk kategori tinggi; Kecamatan Madidir, Aertembaga, dan Matuari kategori sedang; sedangkan Kecamatan Lembeh Selatan, Girian, Maesa, dan Lembeh Utara kategori rendah.

Kata Kunci: Bencana, banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrim, risiko bencana multihazard

 

ABSTRACT

 City, located in North Sulawesi Province, is an area prone to disasters due to its physical and demographic characteristics. High population density, extensive built-up areas, and low capacity to cope with disaster risks, along with hilly topography, high rainfall, and soil and rock structure, are the main factors contributing to disaster risk in Bitung City. Based on 2024 BPS data, the most significant types of disasters occurring in Bitung City are floods, landslides, forest and land fires, and extreme weather. This study aims to assess the level of multihazard disaster risk in Bitung City. The assessment refers to the guidelines of PERKA BNPB No. 2 of 2012, by calculating the threat index, exposed population, losses, vulnerability, and capacity. The method used is spatial analysis through overlay, scoring, and weighting using ArcMap 10.8. The results show that, in general, Bitung City falls into the medium-risk classification. At the sub-district level, Ranowulu District is categorized as high risk; Madidir, Aertembaga, and Matuari Districts are in the medium category; while Lembeh Selatan, Girian, Maesa, and Lembeh Utara Districts are categorized as low risk.

 Keywords: Disasters, floods, landslides, forest and land fires, extreme weather, multi-hazard disaster risk

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2012). Peraturan Kepala BNPB Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana.

Badan Pusat Statistik Kota Bitung. (2024). Badan Pusat Statistik Kota Bitung Tahun 2024.

Dewi, I. K., & dkk. (2025). Identifikasi kerawanan bahaya longsor pada kawasan terbangun dalam upaya mitigasi bencana di Kota Bogor. Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup. e-ISSN: 2686-4894; p-ISSN: 1411-9447.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2007). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/2007 tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor.

Lasaiba, M. A. (2023). Analisis multikriteria berbasis sistem informasi geografis (SIG) terhadap bahaya dan risiko banjir di Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS), 4(2), 77–90. https://doi.org/10.23960/jgrs.ft.unila.146

Muhtadi, N. S., dkk. (2024). Analisis risiko kebakaran hutan dengan logika fuzzy Mamdani. JITET (Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan), p-ISSN 2303-0577, e-ISSN 2830-7062.

Pemerintah Kota Bitung. (2022). Peraturan Daerah Kota Bitung tentang Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Tahun 2022–2027.

Pemerintah Kota Bitung. (2013). Peraturan Daerah Kota Bitung Nomor 11 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bitung Tahun 2013–2033.

Badan Pusat Statistik Kota Bitung. (2024). Badan Pusat Statistik Kota Bitung Tahun 2024.

Purnama, E., dkk. (2024). Mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai. Planning for Urban Region and Environment, 13(4).

Polawaan, S., & Alam, F. (2019). Memahami bencana banjir dan longsor. RV Pustaka Horizon. ISBN: 978-602-5431-74-6.

Pratiwi, R. D., dkk. (2016). Pemetaan multi bencana Kota Semarang. Jurnal Teknik, 5(4). ISSN 2337-845X.

Rosika Dyah Pratiwi, Dkk. (2016). Pemetaan Multi Bencana Kota Semarang. Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, (ISSN : 2337-845X).

Sadariani, S., dkk. (2024). Analisis tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, berbasis sistem informasi geografis. Jurnal Buana, 8(2). e-ISSN 2615-2630.

Septian, A., dkk. (2023). Implementasi metode fuzzy analytical hierarchy process dalam pembuatan peta ancaman banjir (studi kasus: Kota Bekasi, Jawa Barat). Jurnal Sains dan Teknologi, 12(3). ISSN: 2809-9672.

Tangkudung, F. M. (2021). Kajian perubahan struktur spasial Kota Bitung berdasarkan indikator pola pergerakan masyarakat, terkait pandemi Covid-19. Jurnal Spasial, 8(3). ISSN: 2442-3262.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (2007). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66.

United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2015). Kerangka kerja Sendai untuk pengurangan risiko bencana 2015–2030.

Valdika, R. R., dkk. (2019). Analisis ancaman multi bencana di Kabupaten Kendal berbasis fuzzy analytic hierarchy process. Jurnal Teknik, 8(1). ISSN: 2337-845X.

Widjonarko, dkk. (2021). Bencana multi bahaya pada daerah aliran sungai Kapuas Kalimantan Barat. Reka Ruang, 4(2), 95–105.

Wildan, S. R. (2024). Analisis spasial mitigasi risiko bencana dalam penyusunan peta risiko multihazard di Kabupaten Garut (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia. https://repository.upi.edu

Winda, N., dkk. (2015). Pemetaan multi hazards berbasis sistem informasi geografis di Kabupaten Demak Jawa Tengah. Jurnal Geosains dan Remote Sensing, 4(4). ISSN: 2337-845X.

Downloads

Published

2026-07-04

How to Cite

Andini, Rogi, O. H., & Sela, R. L. E. (2026). Kajian Tingkat Risiko Bencana Multihazard di Kota Bitung. MEDIA MATRASAIN, 23(1), 29–43. https://doi.org/10.35793/matrasain.v23i1.63659

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.