Strategi Pengembangan Cagar Budaya di Kawasan Pusat Kota Lama Manado Sebagai Potensi Wisata Budaya Perkotaan

Authors

  • Gabriella Tendean Universitas Sam Ratulangi
  • Cynthia E.V Wuisang

DOI:

https://doi.org/10.35793/matrasain.v23i1.63660

Keywords:

Cagar budaya, , Kota Lama Manado, ., wisata budaya, , SWOT, , strategi pengembangan

Abstract

Abstrak

Kawasan Kota Lama Manado menyimpan berbagai objek cagar budaya bernilai sejarah dan arsitektur, namun sebagian mengalami penurunan kualitas fisik, keterbatasan fasilitas, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata budaya perkotaan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan posisi strategi berada pada kuadran agresif (growth), dengan prioritas pada pelestarian, peningkatan partisipasi masyarakat, pengembangan fasilitas wisata, pemanfaatan ruang publik, serta penguatan regulasi. Revitalisasi terpadu yang melibatkan pemerintah, swasta, komunitas, dan akademisi diharapkan mampu menjadikan Kota Lama Manado destinasi wisata budaya berdaya saing sekaligus mendukung pelestarian warisan sejarah dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Kata Kunci: Cagar budaya, Kota Lama Manado, wisata budaya, SWOT, strategi pengembangan

Abstract

The Old Town of Manado contains various cultural heritage sites of historical and architectural value, yet many face physical deterioration, limited facilities, and low public awareness. This study aims to formulate development strategies for the area as an urban cultural tourism destination using a qualitative descriptive approach and SWOT analysis. The findings place the strategy in the aggressive (growth) quadrant, prioritizing heritage preservation, community participation, tourism facility development, public space utilization, and regulatory reinforcement. An integrated revitalization involving government, private sector, communities, and academia is expected to transform Old Town Manado into a competitive cultural tourism destination that supports both heritage conservation and local economic growth.

Keywords: Cultural heritage, Old Town Manado, cultural tourism, SWOT, development strategy.

 

References

Adam, N. F. H., Wuisang, C. E., & Mandey, J. C. (2019). Analisis potensi wisata budaya di Kota Ternate dalam upaya pengembangan pariwisata perkotaan. SPASIAL, 6(3), 780-791

Astina, I. W. A. A. B., Mekarini, N. W., & Jokosaharjo, S. (2021). Strategi Pengembangan Museum Subak Tabanan Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya. Journal of Tourism and Interdiciplinary Studies, 1(1), 45-53.

Butulipu, D. R., Taslim, I., & Rijal, A. S. (2018). Pengembangan Secara Spasial Benteng Otanaha Di Kawasan Cagar Budaya Gorontalo. Jurnal Sains Informasi Geografi, 1(1), 8-16.

Choirunnisa, I. C., & Karmilah, M. (2022). Strategi pengembangan pariwisata budaya. Jurnal Kajian Ruang, 2(1), 89-109.

Gorung, E. A., Wuisang, C. E. V., & Supardjo, S. (2024). Kajian Potensi Pengembangan Wisata Di Kabupaten Minahasa Tenggara.

Hamzah, F., Hermawan, H., & Srinatami, D. (2021). Analisis Strategi Pengembangan Situs Cagar Budaya Gunung Padang Sebagai Destinasi Wisata dan Peninggalan Sejarah Kebudayaan. Media Wisata, 19(1), 57-67.

Hartaman, N., Wahyuni, W., Nasrullah, N., Has, Y., Hukmi, R. A., Hidayat, W., & Ikhsan, A. A. I. (2021). Strategi Pemerintah Dalam Pengembangan Wisata Budaya Dan Kearifan Lokal Di Kabupaten Majene. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(2), 578-588.

Kecamatan Wenang dalam angka 2024

Nurpiena, D. S. (2020). Strategi Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Memorial of Galang (Kampung Vietnam) Kota Batam sebagai Heritage Tourism (Doctoral dissertation, Institut Teknologi Sepuluh Nopember).

Rahman, A., Pratomo, W. A., & Soeparno, W. S.

I. (2023). Strategi Pengembangan Kebudayaan Dan Pelestarian Cagar Budaya (Studi Kasus Kota Medan).

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado Tahun 2023–2042

Setya, M. V. (2017). Strategi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Semarang Dalam Upaya Mengembangkan Pariwisata Kota Semarang. Journal of Politic and Government Studies, 6(04), 401-410.

Sorongan, J., Wuisang, C. E., & Sondakh, J. A. (2024). Strategi Pengembangan Objek Wisata Budaya di Kabupaten Minahasa. Sabua: Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur, 13(2), 11-20.

Syaputra, A. M. A., Haidir, H., & Agustian, E. (2024). Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Pada Objek Wisata Religi Makam Kawah Tengkurep Kota Palembang. Journal Of Plano Studies, 1(2), 83-93.

Walansendow, A., Alexander, N., Ruslani, R., & Pangkey, S. (2025). Analisis Pengembangan Cagar Budaya Waruga Sebagai Potensi Pariwisata Di Desa Sawangan Kabupaten Minahasa Utara. Hospitality And Tourism, 8(1).

Wuisang, C. E., Sutrisno, A., & Sondakh, J. A. (2019). Strategi revitalisasi kawasan heritage di pusat kota lama kota manado. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI, 8.

Downloads

Published

2026-07-04

How to Cite

Tendean, G., & Wuisang, C. E. (2026). Strategi Pengembangan Cagar Budaya di Kawasan Pusat Kota Lama Manado Sebagai Potensi Wisata Budaya Perkotaan. MEDIA MATRASAIN, 23(1), 13–28. https://doi.org/10.35793/matrasain.v23i1.63660

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.