ASOSIASI ECHINODERMATA DENGAN KOMUNITAS PADANG LAMUN DI PERAIRAN DESA MANGON KECAMATAN SANANA KABUPATEN KEPULAUAN SULA

Authors

  • Syakirin Bilmona Universitas Sam Ratulangi
  • Erly Y. Kaligis Universitas Sam Ratulangi
  • Billy Th. Wagey Universitas Sam Ratulangi
  • Fitje Losung Universitas Sam Ratulangi
  • Natalie D.C. Rumampuk Universitas Sam Ratulangi
  • Lawrence J.L. Lumingas Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35800/jplt.11.2.2023.53356

Keywords:

Asosiasi Echinodermata; Komunitas Padang Lamun; Perariran Desa Mangon

Abstract

The purpose of this study was to determine the association between the phylum Echinodermata
and the seagrass community in the waters of Mangon Village. This research was conducted in the
waters of Mangon Village, Sanana District, Sula Islands Regency in October 2022. The research
method used was the quadratic transect method. This method consists of 2 research stations which are
about 500m apart. The transect line is drawn straight from the beach to the sea for 100m then a
quadratic plot is placed in a zig-zag manner to the left and right of the transect line. There were 10 plots
that were observed and spaced 10m each and 3 repetitions were carried out with a distance of 50m per
transect. From this method the results obtained in the waters of Mangon Village showed that at station
one, the species found at two stations in Mangon Village waters were 7 species of Echinodermata and
6 species of seagrass. Based on the person product moment correlation value, there is a correlation in
the form of a positive association between seagrasses and echinoderms at the study site. The
environmental parameters owned by the waters of Mangon Village, Sula Islands Regency, namely,
temperature has a range of 24-28˚C, salinity has a range of 28 – 340
/00, and pH has a range of 7,08-
8,08. The substrate obtained is sand and sand mixed with coral fragments.
Keywords: Association of Echinodermata with Seagrass Community, Mangon Village Waters


ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asosiasi antara filum Echinodermata dengan
Komunitas padang lamun di perairan Desa Mangon. Penelitian ini dilakukan di perairan Desa Mangon
Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula pada bulan Oktober 2022. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode transek kuadrat, Dalam metode ini terdiri dari 2 stasiun penelitian yang
memiliki jarak sekitar 500m. Garis transek ditarik lurus dari pantai menuju laut sepanjang 100m
kemudian diletakkan plot kuadrat secara zig-zag disamping kiri-kanan pada garis transek. Terdapat 10
buah plot yang diamati dan diberi jarak masing-masing 10m dan dilakukan sebanyak 3 kali
pengulangan dengan jarak 50m per transek. Dari Metode tersbut hasil yang didapatkan di perairan
Desa Mangon menunjukan bahwa pada stasiun satu, Spesies yang ditemukan pada dua stasiun di
Perairan Desa Mangon adalah 7 spesies Echinodermata dan 6 spesies lamun. Berdasarkan nilai
korelasi person product moment, terdapat korelasi dalam bentuk asosisasi positif antara lamun dan
Echinodermata di lokasi penelitian. Parameter lingkungan yang dimiliki oleh perairan Desa Mangon
Kabupaten Kepulauan Sula yaitu, suhu memiliki kisaran 24-28˚C, salinitas memiliki kisaran 28 - 340/00,
dan pH memiliki kisaran 7,08-8,08. Substrat yang di dapat yaitu pasir dan pasir bercampur pecahan
karang.


Kata Kunci: Asosiasi Echinodermata, Komunitas Padang Lamun, Perariran Desa Mangon

References

Aziz, A. 1998. Pengaruh tekanan panas terhadap fauna Echinodermata. Jurnal Oseana, 13(3): 125-132.

Brower, J. E, Zar, J. & Ende, C.N.V. 1989. Field and laboratory method for general ecology fourth edition. McGraw-Hill Publication. Boston,

USA. 273p.

Bulahari, A. Y., Kambey, A. D., & Lohoo, A. V. 2019. Gastropoda di hamparan padang lamun di perairan Pantai Desa Tongkeina Kecamatan

Bunaken Kota Manado. Jurnal Perikanan Dan Kelautan Tropis, 9(1), 69-76.

Clark, A.M., & Rowe, F.W.E. 1971. Monograph of shallow-water Indo West Pasific Echinoderms. Trustees of the British Museum

(Natural History). London: 238p.

Fitriansyah, M., Arifin, Y. F. & Biyatmoko,D. 2018. Identifikasi Echinodermata di Pesisir Pulau Denawan Kecamatan Pulau Sembilan.

Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, ssssssss3(1), 157-163.

Fortes, M. 1990. Seagrasses: a resource unknown in the ASEAN region. Manila: Association of Southeast Asian Nations/United States

Coastal Resources Management Project Education Series 6. 46p.

Handayani, E. A. 2006. Keanekaragaman jenis gastropoda di pantai Randusanga kabupaten Brebes Jawa Tengah. Skripsi. Semarang:

Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Kerbs, C.J. 2000. Ecological Methodology. 2nd Edition. New York Kurniawan, M. R., Nasution, S., & Yoswaty,

D. 2017. Community Structure Of Echinoderms In Aquatic Park Of Pieh Island West Sumatra. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang

Perikanan dan Ilmu Kelautan, 4(2), 1-18.

Ludwig, J. A. dan Reynold, J. F. 1988. Statistical Ecology: A Primer on Methods and Computing. New York:

John Wiley & Sons. 201p.

Marasabessy, I., Fahrudin, A., Imran, Z., & Agus, S. B. 2018. Strategi Pengelolaan Berkelanjutan Pesisir dan Laut Pulau Nusa Manu dan

Pulau Nusa Leun di Kabupaten Maluku Tengah. Journal of Regional and Rural Development Planning, 2(1), 11-22.

Odum. 1994. Dasar-Dasar Ekologi Edisi Ketiga. GAMA Press. Yogyakarta. 631-636.

Odum, E.P. 1998. Dasar-Dasar Ekologi. Terjemahan T. Samingan dan B. Srigdanono. Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (2021).

Pribadi, T. D. K., Humaira, R. W., Haryadi, N., Buana, A. S. E., & Ihsan, Y. N. 2020. Asosiasi Lamun dan Echinodermata pada Ekosistem

Padang Lamun Cagar Alam Leuweung Sancang, Jawa Barat. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and

Technology, 13(3), 176-184.

Rahmawati, S. Irawan, Andri. Indarto. Supriadi, Happy. Azkab, Muhammad Husni. 2017. Panduan pemantauan penilaian kondisi padang

lamun. Jakarta: COREMAP CTI LIPI

Rangan, J. K. 2010. Struktur dan Tipologi Komunitas Gastropoda di Hutan Mangrove Perairan Pantai Kulu, Kabupaten Minahasa. Tesis.

Institut Pertanian Bogor.

Rumahlatu, D., Gofhur, A., & Sutomo, H. 2009. Hubungan faktor fisik-kimia lingkungan dengan keanekaragaman Echinodermata pada

daerah pasang surut Pantai Kairatu. MIPA dan Pembelajarannya, 37(1).

Sarwono, J. 2006. Teori Analisis Korelasi Mengenal Analisis Korelasi. diambil dari http://www. jonathansarwono.

info/korelasi/korelasi.htm, diakses, 1. 71-75.

Sugiyono. 2022. Metode Penelitian Kuantitaf Kualitatif dan R&D. ALFABETA, Bandung. 344 hal.

Syafikri, D. 2008. Studi struktur komunitas bivalvia dan gastropoda Di perairan muara sungai kerian dan sungai simbat Kecamatan

kaliwungu kabupaten Kendal. Skripsi. Fakultas perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang.

http://www.scribd.com /doc/7872478- Struktur- KomunitasBivalvia-DanGastropod- A-Di-Perairan-Muara-Sungai- Kerian-Dan-

Simbat.pdf. Diakses Tanggal 20 april 2023.

Wagey, B. T. 2013. Hilamun. Unsrat Press, Manado. 134 hal.

WORMS, WoRMS - World Register of Marine Species Diakses, 1 februari 2023

Downloads

Published

2023-06-04

How to Cite

Bilmona, S., Kaligis, E. Y., Wagey, B. T., Losung, F., Rumampuk, N. D., & Lumingas, L. J. (2023). ASOSIASI ECHINODERMATA DENGAN KOMUNITAS PADANG LAMUN DI PERAIRAN DESA MANGON KECAMATAN SANANA KABUPATEN KEPULAUAN SULA. JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS, 11(2), 170–181. https://doi.org/10.35800/jplt.11.2.2023.53356