The Impact of Tropical Cyclone Man-Yi on Oceanographic Conditions in the Philippine Sea

Authors

  • David Ristianto Universitas Sam Ratulangi
  • Lefrand Manoppo Universitas Sam Ratulangi
  • Alfret Luasunaung Universitas Sam Ratulangi
  • Wilmy E. Pelle Universitas Sam Ratulangi
  • Patrice N.I. Kalangi Universitas Sam Ratulangi
  • Suzanne L. Undap Universitas Sam Ratulangi
  • Deiske A. Sumilat Universitas Sam Ratulangi
  • Andersen Panjaitan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

DOI:

https://doi.org/10.35800/jplt.13.2.2025.61590

Keywords:

tropical cyclone; sea surface temperature; chlorophyll-a; wave height

Abstract

Tropical cyclones are extreme weather phenomena that can significantly influence the interaction between the atmosphere and oceans. Tropical Cyclone Man-Yi, which formed on November 15, 2024, passed through the Philippine Sea. This study aims to analyze the impact of Tropical Cyclone Man-Yi on oceanographic conditions, including sea surface temperature, chlorophyll-a concentration, and wave height in the Philippine Sea. A quantitative approach was employed, utilizing spatial and temporal analyses, as well as mean calculations to determine anomaly values. The data used include daily measurements from the period before, during, and after the occurrence of Tropical Cyclone Man-Yi, along with 15 years of monthly data. These datasets consist of reanalysis data and satellite data from Copernicus. The results indicate that Tropical Cyclone Man-Yi caused a decrease in sea surface temperature, an increase in chlorophyll-a concentration, and an increase in wave height in the Philippine Sea. Temporally, sea surface temperature decreased by up to 0.4°C, chlorophyll-a concentration increased by up to 0.018 mg/m³, and wave height increased by up to 2.5 meters. Based on spatial, temporal, and anomaly value analyses, Tropical Cyclone Man-Yi had a significant impact on wave height changes.

Keywords: tropical cyclone, sea surface temperature, chlorophyll-a, wave height

 

ABSTRAK

Siklon tropis merupakan fenomena cuaca ekstrim yang dapat mempengaruhi interaksi antara atmosfer dan lautan. Siklon tropis Man-Yi terbentuk pada tanggal 15 November 2024 dan melewati Laut Filipina. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak siklon tropis Man-Yi terhadap kondisi oseanografi seperti suhu permukaan laut, klorofil-a, dan tinggi gelombang di Laut Filipina. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial, temporal, dan perhitungan rata-rata untuk menghitung nilai anomalinya. Data yang digunakan meliputi data harian periode sebelum, saat, setelah kejadian siklon tropis Man-Yi, dan data bulanan  selama 15 tahun. Data tersebut merupakan data reanalisis dan data satelit dari Copernicus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklon tropis Man-Yi memberikan dampak penurunan suhu permukaan laut, peningkatan konsentrasi klorofil-a dan peningkatan tinggi gelombang di Laut Filipina. Secara temporal, suhu permukaan laut menurun hingga 0.4 °C, konsentrasi klorofil-a meningkat hingga 0.018 mg/m³, dan tinggi gelombang meningkat hingga 2.5 m. Berdasarkan hasil analisis spasial, temporal, dan nilai anomalinya, siklon tropis Man-Yi memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan tinggi gelombang.

Kata kunci: siklon tropis, suhu permukaan laut, klorofil-a, tinggi gelombang

References

Hanafiah,N., Trenggono, M., Amron. 2018. Karakter Suhu Permukaan pada Fase Siklon Tropis Cempaka-Dahlia dan Fase Normal di Perairan Samudera Hindia Selatan Jawa. Pertemuan Ilmiah Nasional ISOI, 15, 62-72.

Imran,A., Patanda, M., Ernaningsih, D. 2023. Pengaruh Suhu Permukaaan dan Klorofil-A Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Teri (Stolephorus sp.) di Teluk Banten. Jurnal Ilmiah Satya Minabahari, 9(1), 8-28.

Lestari, R.E., Putri, A.R., Nugraheni, I.R. 2017. Analisis Korelasi Suhu Muka Laut dan Curah Hujan di Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Kendari Tahun 2005-2014.Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya, 192-200.

Mahsunah, O., Widagdo, S., Bintoro, R.S. 2019. Karakter Siklon Tropik dan Pengaruhnya Terhadap Tinggi Gelombang di Perairan Pesisir Selatan Jawa. Tropimar,1(2),104-116.

Marelsa, N. F., Oktaviandra, Y. 2019. Analisis Karakteristik Gelombang Laut Menggunakan Software Windwave-12 (Studi Kasus : Kepulauan Mentawai. Oseana, 44(2), 10–24.

Moore, J. K., Abbott, M. R. Thomas, C. S. 2008. Phytoplankton in the Southern Ocean: A Comparison of A Predictive Model and Satellite Observations. Journal of Marine Systems, 74(3-4), 111-132.

Pratama, K. R., Siadari, E. L. Pratama, B.E. 2019. Respon Kejadian Mesoscale Convective System dengan Gabungan Model Atmosfer-Oseanografi-Hidrodinamika Terhadap Potensi Gelombang Badai dan Inundasi di Area Pesisir Kepulauan Tanimbar. Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, 6(2), 56-63.

Selkofa, M.W.A., Wirasatriya, A., Kunarso. 2024. Studi Pengaruh Siklon Tropis Flamboyan Terhadap Suhu Permukaan Laut Dan Klorofil-a Di Perairan Samudra Hindia Barat Daya Sumatra. Indonesia Journal of Oceanography,06(3), 266-274.

Syaifullah, M. D. 2015. Siklon Tropis, Karasteristik dan Pengaruhnya di Wilayah Indonesia pada Tahun 2012. Jurnal Sains dan Teknologi Modifikasi Cuaca, 16(2), 61-71.

Downloads

Published

2025-05-17

How to Cite

Ristianto, D., Manoppo, L., Luasunaung, A., Pelle, W. E., Kalangi, P. N., Undap, S. L., … Panjaitan, A. (2025). The Impact of Tropical Cyclone Man-Yi on Oceanographic Conditions in the Philippine Sea. JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS, 13(2), 111–117. https://doi.org/10.35800/jplt.13.2.2025.61590