Study of Mangrove Ecosystem Potential in Management as Ecoturism Area in Teling Village, Tombariri District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province
DOI:
https://doi.org/10.35800/jplt.13.2.2025.61839Keywords:
ecotourism; mangrove; Teling VillageAbstract
The purpose of this study is to analyze the potential conditions of the mangrove ecosystem, land suitability, conditions and perceptions of the Teling village community to be developed as an ecotourism area. The survey of the potential of the mangrove ecosystem used the transect-quadrant method, while the potential for socio-economic conditions, infrastructure and perceptions of the Teling village community was carried out using the interview method. There are 6 (six) types of mangroves found in Teling Village, namely Avicennia officinalis, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba and Sonneratia caseolaris. The mangrove species with the highest average density value is R. mucronata at 33.33 individuals/300m², the highest average frequency value is found in the B. gymnorrhiza and R. stylosa species, which is 0.89, the highest average cover value is found in the S. alba species, which is 1.0265 m2/300 m2, the highest average Importance Value Index (INP) is found in the Rhizophora mucronata species, which is 111.0 with the "moderate" category, the average mangrove diversity index of Teling village is 2.66 with the "moderate" category, while the average mangrove evenness index is 0.693 with the "moderate" category. The mangrove tourism suitability index of Teling village is 2.5, which means that this area is "very suitable".
Keywords: ecotourism, mangrove, Teling Village
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa potensi kondisi ekosistem mangrove, kesesuaian lahan, kondisi dan persepsi masyarakat Desa Teling untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Survei potensi ekosistem mangrove menggunakan metode transek-kuadran, sedangkan potensi kondisi sosial ekonomi, infrastruktur dan persepsi masyarakat desa Teling melalui metode wawancara dan pengisian lembar kuisioner. Ada 6 (enam) jenis mangrove yang ditemukan di Desa Teling yaitu Avicennia officinalis, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris. Jenis mangrove dengan nilai rata-rata kepadatan jenis tertinggi adalah Rhizophora mucronata sebesar 33,33 individu/300m², nilai rata-rata frekuensi jenis tertinggi terdapat pada jenis B. gymnorrhiza dan R. stylosa yaitu sebesar 0,89, nilai rata-rata penutupan jenis tertinggi terdapat pada jenis Sonneratia alba yaitu 1,0265 m2/300 m2, rata-rata Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi pada jenis Rhizophora mucronata yaitu 111,0 dengan kategori “sedang”, rata-rata indeks keanekaragaman mangrove desa Teling sebesar 2,66 dengan kategori “sedang”, sedangkan rata-rata indeks kemerataan mangrove-nya yaitu 0,693 dengan kategori “sedang”. Indeks kesesuaian wisata mangrove desa Teling adalah 2,5 yang artinya kawasan ini “sangat sesuai” untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata mangrove.
Kata kunci: ekowisata, mangrove, Desa Teling
References
BPTNB. 2023. Selayang Pandang Taman Nasional Bunaken. https://tn-bunaken.com/about/ (Diakses tanggal 12 Januari 2025).
BPS. 2024. Kecamatan Tombariri dalam Angka. BPS Kabupaten Minahasa. Katalog: 1102001.7102160.
Bengen, D. G. 2001. Pedoman Teknis Pengenalan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Bengen, D. G. 2004. Pedoman Teknis dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor. 59 hal.
Benu, S. O. L., J. Timban., R. Kaunang dan F. Ahmad. 2011. Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove di Desa Palaes Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. ASE, 7(2), 29 – 38.
Bonde, A. F. 2023. Kajian Potensi dan Pengembangan Ekosistem Mangrove dalam Pengelolaan Sebagai Kawasan Ekowisata di Desa Teling Kabupaten Minahasa. [Tesis]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi.
Dekme, Z. M. T. Lasut, A. Thomas, Kainde, R.P. 2016. Keanekaragaman Jenis Tumbuhan di Hutan Mangrove Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado. Jurnal Cocos, 7(2),1-7.
Djamaludin, R. 2018. Mangrove. Biologi, Ekologi, Rehabilitasi & Konservasi. Manado: Unsrat Press. 238 hal. ISBN : 978-602-0752-28-0.
Eidman, M., Djamaludin, R., Lalamentik, L.T.X., Soeroto, B. 1999. Buku Panduan Lapangan Taman Nasional Bunaken. Balai Taman Nasional Bunaken.
Google Earth. Diakses pada Tanggal 17 November 2024. Peta yang Menampilkan Desa Teling dan Kawasan Hutan Mangrove-nya.
Khairunnisa, C. E. T. 2020. Keanekaragaman Jenis Vegetasi Mangrove di Desa Dusun Besar Kecamatan Pulau Maya Kabupaten Kayong Utara. Jurnal Hutan Lestari, 325-336.
Mas’ud, R. M., Yulianda, F., Yulianto, G. 2020. Kesesuaian dan Daya Dukung Ekosistem Mangrove untuk Pengembangan Ekowisata di Pulau Pannikiang, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 12(3),673–686.
Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut. 2025. Data Pasang-surut Laut di Pesisir Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Bulan Maret Tahun 2025. BMKG Bitung.
Rangkuti, A. M., Cordova, M. R., Rahmawati, A., Yulma, Adimu,H. E. 2019. Ekosistem Pesisir dan Laut Indonesia. Bumi Aksara, Jakarta. 482 hal.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Utara. 2025.
Saparinto, C. 2007. Pendayagunaan Ekosistem Mangrove. Semarang. Dahara Prize.
Tangkudung, M. J. N. N. 2023. Analisis Kesesuaian Lahan dan Daya Dukung Kawasan Ekowisata Mangrove di Desa Sarawet Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. [Tesis]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi.
Tuwo, A. 2011. Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut: Pendekatan Ekologi, Sosial – Ekonomi, Kelembagaan dan Sarana Wilayah. Surabaya.
Wardhani. 2011. Kawasan Konservasi Mangrove: Suatu Potensi Ekowisata. Jurnal Kelautan, 4 (1), 60 -76.
Yulianda, F. 2007. Ekowisata Bahari Sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Konservasi. Makalah Sains 21 Februari 2007. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.
Yulianda, F. 2019. Ekowisata Perairan: Suatu Konsep Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Bahari dan Wisata Air Tawar. IPB Press. Bogor, Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rolley M.E.F. Pesik, Adnan S. Wantasen, Febri S.I. Menajang, Anthonius P. Rumengan, Noldy G.F. Mamangkey, Joice R.T.S.L. Rimper, Deiske A. Sumilat, Joshian N.W. Schaduw

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












