An Assessment of Resource Suitability and Visitor Perceptions in The Bahowo Mangrove Ecotourism Area

Authors

  • Tommy M. Kontu Politeknik Negeri Manado
  • Dannie R. S. Oroh Politeknik Negeri Manado
  • Meidy Wollah Politeknik Negeri Manado
  • Oktavianus Lintong Politeknik Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.35800/jplt.13.2.2025.62331

Keywords:

mangrove; ecotourism; suitability; Bahowo

Abstract

Mangrove ecotourism is a strategic approach to coastal area management that integrates environmental conservation and community empowerment. This study aims to assess the resource suitability level and evaluate visitor perceptions in the Bahowo mangrove ecotourism area, Manado City. Primary data were collected through field surveys using the Tourism Suitability Index (IKW) and perception questionnaires based on a Likert scale. Five ecological parameters were analysed to obtain the IKW score, while six visitor perception aspects were evaluated to assess satisfaction and revisit intention. The results revealed an IKW score of 1.84, classified as "not suitable", primarily due to limited mangrove width (79 m) and low vegetation density (11 ind/100 m²). Although tidal range and biodiversity parameters scored high, their contribution was insufficient to improve the overall suitability classification. Visitor perceptions indicated satisfaction with visual aesthetics, but evaluations of facilities, educational value, and revisit intention were notably low. The ecological unsuitability and poor tourism service quality indicate that Bahowo is currently not ideal for sustainable ecotourism. The study recommends ecosystem improvement through mangrove rehabilitation and enhancement of interpretive infrastructure as prerequisites for developing an adaptive and sustainability-oriented ecotourism area.

Keywords: mangrove, ecotourism, suitability, Bahowo

 

Abstrak

Ekowisata mangrove merupakan pendekatan strategis dalam pengelolaan kawasan pesisir yang mengintegrasikan konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesesuaian sumber daya dan mengevaluasi persepsi pengunjung di kawasan ekowisata mangrove Bahowo, Kota Manado. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan dengan pendekatan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan kuesioner persepsi berbasis skala Likert. Lima parameter ekosistem dianalisis untuk memperoleh nilai IKW, sedangkan enam aspek persepsi pengunjung dievaluasi guna mengetahui kepuasan dan niat kunjungan ulang. Hasil menunjukkan nilai IKW sebesar 1,84 yang termasuk kategori “tidak sesuai”, disebabkan oleh ketebalan mangrove (79 m) dan kerapatan vegetasi (11 ind/100 m²) yang rendah. Meskipun pasang surut dan keanekaragaman biota menunjukkan skor tinggi, kontribusinya tidak cukup untuk menaikkan kelas kesesuaian. Persepsi pengunjung mengindikasikan kepuasan terhadap keindahan visual, namun penilaian terhadap fasilitas, nilai edukatif, dan intensi kunjungan ulang tergolong rendah. Ketidaksesuaian ekologis dan rendahnya layanan wisata menunjukkan bahwa kawasan Bahowo saat ini belum ideal untuk ekowisata berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan ekosistem melalui rehabilitasi mangrove dan penguatan infrastruktur interpretatif sebagai prasyarat pengembangan kawasan ekowisata yang adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan.

Kata kunci: mangrove, ekowisata, kesesuaian, Bahowo

References

Butarbutar, R. R., 2021. Ekowisata dalam Perspektif Ekologi dan Konservasi. Penerbit Widina Bhakti Persada Bandung. 67 hal.

Della, T.M., Sugeng, P.H., Setiawan, A. 2021. Analisis Persepsi Pengunjung dan Masyarakat dalam Pengembangan Objek Wisata Alam Air Terjun Way Lalaan. Jurnal Hutan Tropis, 9(2), 311-320.

Handayani, M., Rangan, J. K., Lumingas, L. J. L., Manginsela, F. B., Kepel, R. C., Ompi, M. 2021. Struktur Komunitas Gastropoda di Kawasan Ekowisata Mangrove Bahowo. Jurnal Ilmiah Platax, 9(2), 281 - 288.

Kepel, R. C., Djamaluddin, R., Lintong, O. 2024. Realsh Heptahelix Model Restorasi Mangrove Berbasis Ekowisata. Penerbit Yayasan Serat Manado. 90 hal.

Lintong, O., Kepel, R. C., Djamaluddin, R. dan B. E. S. Lagarense, 2023a. Metodologi Penilaian Ekowisata Mangrove Restorasi. Penerbit Yayasan Serat. 79 hal.

Lintong, O, Kepel, R.C, Djamaluddin, R, Lagarense, B.L, Ngangi, E.L.A, Pangemanan, N.P.L. 2023b. Community Structure of Mangroves in Minahasa Peninsula, North Sulawesi, Indonesia. AACL Bioflux, 16(3), 1390-1400.

Mokodongan, F., Rondonuwu, F.S. 2022. Persepsi Masyarakat Terhadap Potensi Dan Pengelolaan Wisata Mangrove. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 14(3), 98–107.

Oroh, D. R. S., Kontu, T. M., Lintong, O. 2024. Evaluating Ecological Suitability and Carrying Capacity for Budo's Mangrove Ecosystem: Unveiling Ecotourism Potential and Limits. International Journal of Scientific Research and Management (IJSRM), 12(02), 314-324. DOI: 10.18535/ijsrm/v12i02.fe01.

Putra, H. D., Yuliana, E., Zikri, A. 2022. Analisis Indeks Kesesuaian Wisata untuk Kawasan Konservasi Mangrove. Jurnal Hutan Lestari, 9(2), 61–69.

Tuwongkesong, H., Mandagi, S. V., Schaduw, J. N. 2018. Kajian Ekologis Ekosistem Mangrove untuk Ekowisata di Bahowo kota Manado. Majalah Geografi Indonesia. Vol. 32, No.2, September 2018 : 177 – 183.

Yulianda, F. 2019. Ekowisata Perairan. Suatu Konsep Keseuaian dan Daya Dukung Wisata Bahari dan Wisata Air Tawar. IPB Press. 87 hal.

Yusuf, M., Santoso, B. 2020. Evaluasi Kesesuaian Kawasan Mangrove untuk Ekowisata. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 4(1), 12–22.

Downloads

Published

2025-06-19

How to Cite

Kontu, T. M., Oroh, D. R. S., Wollah, M., & Lintong, O. (2025). An Assessment of Resource Suitability and Visitor Perceptions in The Bahowo Mangrove Ecotourism Area. JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS, 13(2), 165–173. https://doi.org/10.35800/jplt.13.2.2025.62331