Gastropod in The Intertidal Zone Tiwoho and Tongkaina, North Sulawesi
DOI:
https://doi.org/10.35800/jplt.13.2.2025.62358Keywords:
Gastropod; Tiwoho; Tongkaina; belt transect; litoral zoneAbstract
This study aimed to identify the species, measure species density, and assess the diversity, similarity, and dominance of gastropod communities in the intertidal zones of Tiwoho and Tongkaina. The belt transect method was used. A measuring tape was stretched for 30 meters along the lowest tide line, with a 1-meter width on each side (total width of 2 meters), running parallel to the shoreline. The distance between each transect was 5 meters, and three transects were set up at each site. Gastropods were collected within the 30 × 2 meter transect area. Before collection, photographs of each gastropod still attached to the substrate were taken. Each sample was then placed in a labelled plastic bag according to its transect number. Samples were stored in a deep freezer in the laboratory before identification and measurement of their length and width. Identification was done to the lowest possible taxonomic level (genus or species) using identification guides. The results showed that 14 gastropod species were found at the Tiwoho site and 11 species at the Tongkaina site. The most abundant species at Tiwoho was Drupina grossularia, while Engina alveolata and Clivipollia incarnata were the most common at the Tongkaina. Both sites showed moderate diversity and high evenness, indicating a stable gastropod community. There were no dominant species at either site. Environmental conditions at both locations were considered suitable for gastropod habitation
Keywords: Gastropod, Tiwoho, Tongkaina, belt transect, litoral zone
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, kepadatan, keanekaragaman, kesamaan, dan dominasi gastropoda di zona intertidal Tiwoho dan Tongkaina. Metode yang digunakan adalah belt transect dengan panjang 30 meter dan lebar efektif 2 meter (1 meter ke kiri dan kanan garis utama), diletakkan di batas surut terendah sejajar garis pantai. Jarak antar transek adalah 5 meter dengan tiga kali ulangan di setiap lokasi. Sampel gastropoda dikumpulkan sepanjang transek (30 × 2 m), difoto saat masih menempel di substrat, kemudian dimasukkan ke dalam plastik berlabel nomor transek. Sampel disimpan dalam deep freezer sebelum dilakukan identifikasi hingga tingkat genus atau spesies di laboratorium, serta dilakukan pengukuran panjang dan lebar menggunakan buku identifikasi sebagai panduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 spesies gastropoda di stasiun Tiwoho dan 11 spesies di stasiun Tongkaina. Spesies dengan kepadatan tertinggi di Tiwoho adalah Drupina grosullaria, sedangkan di Tongkaina adalah Engina alveolata dan Clivipollia incarta. Keanekaragaman tergolong sedang, keseragaman populasi tinggi, dan tidak ditemukan spesies yang mendominasi di kedua lokasi. Parameter lingkungan di kedua stasiun mendukung kelangsungan hidup gastropoda.
Kata kunci: Gastropoda, Tiwoho, Tongkaina, belt transect, zona litoral
References
Ambarak, M. Z., Ompi, M., Saâ, D., Rimper, J. R., Rumengan, A. P., Bataragoa, N. E. 2021. Keanekaragaman Makrobentos yang Menempati Agregasi Kerang, Septifer bilocullaris di Tiwoho, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 9(3), 133-140.
Arbi, U.Y. 2008. Moluska di Ekosistem Mangrove Tambak Wedi, Selat Madura, Surabaya, Jawa Timur. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 34(3), 411-425.
Arbi, U.Y. 2011. Struktur Komunitas Moluska di Padang Lamun Perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 37(1), 71-89.
Aulina, A., Ompi, M., Kaligis, E. Y., Rumampuk, N. D. C., Rimper, J. R. T., Gerung, G. S. 2024. Gastropods In Tidal of Bulo, Mandolang District, North Sulawesi. Jurnal Ilmiah PLATAX, 12(1), 177-184.
Boneka, F. B., Soeroto, B., Puluhulawa, K. 1995. Gastropod Shells Used by Hermit Crabs on Bunaken Island, Sulawesi, Indonesia. Phuket Marine Biological Center Special Publication, 15, 167-170.
Cappenberg, H.A.W., Aziz, A., Aswandy, I. 2006. Komunitas Moluska di Perairan Teluk Gilimanuk, Bali Barat. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 40, 53–64.
Castro, P. Huber, M. E. 2016. Marine Biology. Tenth Edition. The Mcgrawhill Education, New York.
Clark, K. R., Warwick, R.M. 1994. Changein Marine Communities : An Approach to Statistical Analysis and Interpretation. Plymouth Marine Laboratory.
Dairivaldo, K. L., Paulus, J. J., Lumuindong, F., Kemer, K., Pelle, W. E., Ompi, M. 2025. Nudibranchia Species, Water Quality and Substrate at Malalayang Dua Beach, Manado City. Jurnal Ilmiah Platax, 13(1), 106-115.
Dharma, B. 2005. Recent and Fossil Indonesian Shells. Conch Books, Hackenheim, Germany. p 424.
Hasanah, H., Ramdani, A., Syukur, A. 2023. Struktur Komunitas Gastropoda pada Kawasan Mangrove Pantai Gerupuk Lombok Tengah: Community Structure f Gastropods in The Mangrove Area Of Gerupuk Beach Central Lombok. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 9(1), 44-59.
Kusnadi, A., Triandiza, T., Hernawan, U. E. 2008. Inventarisasi jenis dan potensi moluska padang lamun di kepulauan Kei Kecil, Maluku Tenggara. Biodiversitas, 9(1), 30-34.
Krebs C.J. 1989. Ecologycal Methodology. London: Harper and Row Publishers. Krebs, C.J. 2009. Ecological Methodology (2nd ed.). Benjamin Cummings.
Lalita, J.D. 2016. Selleksi Seksual, Keunikan Strategi Reproduksi Ovovivipar dan Signifikansi Ekologi Littoraria scabra Linnaeus, 1758 (Gastropoda: Littorinidae) di Ekosistem Hutan Mangrove Tombariri, Sulawesi Utara. Program Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan.
Lubis, K. R., Karlina, I., Putra, R. D. 2023. Analisis Habitat Gastropoda Pada Ekosistem Lamun di Perairan Bintan Kecamatan Gunung Kijang. Jurnal Enggano, 8(1), 1-11.
Maulana, R., Anggoro, S., Rachmawati, D. 2013. Pola Osmoregulasi, Pertumbuhan dan Kelulushidupan Keong Macan (Babylonia spirata L) pada Media dengan Salinitas Berbeda. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 2(3), 233-242.
Mukarromah, R. 2016. Analisis Sifat Fisis dalam Studi Kualitas Air di Mata Air Sumber Asem Dusun Kalijeriuk, Desa Siwuran, Kecamatan Garung, Kabupatenwonosobo. [Skripsi]. Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Mudjiono. 2009. Sebaran, Kelimpahan dan Komposisi Jenis Fauna Moluska di Daerah Pertumbuhan Lamun (Seagrass Meadow) Perairan Tanjung Merah, Bitung, Sulawesi Utara. Seminar Nasional Moluska 2- Bogor, 11-12 Februari 2009: II.226-235.
Natan, J., Khouw, S. A. 2002. Studi Komparatif Struktur Komunitas Limpet pada Zona Intertidal Pantai Berbatu Desa Oma, Pulau Haruku dan Desa Ohoiwait, Pulau Kei Besar. Ichthyos. Fakultas Perikanan, Universitas Pattimura, Ambon.
Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Alih Bahasa Oleh M. Eidman., Koesoebiono., D.G. Bengen., M. Hutomo., S. Sukardjo. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, Indonesia.
Ompi, M., Paruntu, C., Roeroe, K.A., Kaunang, S.T. Robot, N. 2025. Reproduksi Ekologi Bivalva. Deepublish, Jokya. 80 hal.
Ompi, M., Boneka, F.B., Kaligis, E.Y., Kaunang, S.T. 2023a. Peran Kerang Kotak Penyaring Partikel, Septiver bilocularis, terhadap Keragaman Macrobenthos di Agregasi Kerang Pesisir Tiwoho dan Blongko, Sulawesi Utara. Bawal,15 (1), 1-13.
Odum, E. P. 1996. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 697 hal.
Rangan, J. K. 2010. Inventarisasi Gastropoda di Lantai Hutan Mangrove Desa Rap-Rap Kabupaten Minahasa Selatan Sulawesi Utara. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, 6(1), 63-66.
Roring, I., Manginsela, F. B., Toloh, B. H. 2013. Keberadaan Gastropoda Intertidal di Pantai Malalayang, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Platax, 1(3), 133-134.
Sutherland, W. J. 2006. Ecological Census Techniques: A Handbook (2nd ed.). Cambridge University Press.
Widiansyah, A. T., Indriwati, S. E., Arief, M. 2016. Inventarisasi Jenis dan Potensi Mollusca di Zona Pasang Surut Tipe Substrat Berbatu Pantai Gatra Kabupaten Malang. Seminar Nasional Pendidikan dan Saintek.
Widyastuti, E. 2012. Pantai Berbatu: Organisme dan Adaptasinya. Jurnal Oseana, 37(4), 1-12.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Budi A.R.D. Juliantoro, Erly Y. Kaligis, Natali D.C. Kumampuk, Kurniati Kemer, Carolus P. Paruntu, Medy Ompi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












