Gastropod Density and Diversity in Tasik Ria Beach Tourism Area, North Sulawesi
DOI:
https://doi.org/10.35800/jplt.13.3.2025.64406Keywords:
Gastropoda; kepadatan; keanekaragaman; dominansi; kawasan wisataAbstract
Baseline information on intertidal gastropod assemblages is critical for managing tropical shorelines subject to growing recreational pressure. This study quantified species composition, density and diversity of gastropods along the intertidal zone of the Tasik Ria Beach Tourism Area, North Sulawesi, Indonesia. Sampling was conducted once at low tide along three 13 m land‑to‑sea transects spaced 50 m apart. Five 1 × 1 m quadrats were placed at 2 m intervals along each transect. Epifaunal gastropods were hand‑collected, while infaunal taxa were excavated to a depth of ~25 cm; all specimens were preserved in 70 % ethanol and identified using regional monographs and the World Register of Marine Species.A total of 24 gastropod species were recorded. Mean densities at the three stations were within ranges typically associated with minimally disturbed sandy‑muddy shores, indicating that habitat remains in comparatively good condition. Shannon–Wiener diversity values (H′) fell within the low‑to‑moderate category, whereas Simpson dominance coefficients (C) were moderate at all stations, reflecting the numerical prominence of Nassarius pullus. The assemblage structure suggests a moderately healthy intertidal community that is beginning to show signs of faunal dominance. Continued periodic recommended to detect potential shifts attributable to intensifying tourism, and to inform evidence‑based coastal management and conservation strategies.
Keywords: Gastropods, density, diversity, dominance, and tourist area
Abstrak
Informasi dasar tentang komunitas gastropoda di zona pasang surut sangat penting untuk mengelola pantai tropis yang menghadapi tekanan rekreasi yang meningkat. Riset ini mengukur komposisi spesies, kepadatan, dan keragaman gastropoda di zona pasang surut Area Wisata Pantai Tasik Ria, Sulawesi Utara, Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan sekali saat air surut sepanjang tiga transek darat-ke-laut berukuran 13 m dan berjarak 50 m satu sama lain. Lima kuadrat berukuran 1 × 1 m ditempatkan dengan jarak 2 m di sepanjang setiap transect. Gastropoda yang hidup di permukaan dikumpulkan secara manual, sementara taksa infaunal digali hingga kedalaman ~25 cm; semua spesimen diawetkan dalam etanol 70% dan diidentifikasi menggunakan monografi regional dan World Register of Marine Species.Total 24 spesies gastropoda tercatat. Kepadatan rata-rata di tiga stasiun berada dalam rentang yang umumnya terkait dengan pantai berpasir-berlumpur yang minim gangguan, menunjukkan bahwa habitat masih dalam kondisi relatif baik. Nilai keragaman Shannon–Wiener (H′) berada dalam kategori rendah hingga sedang, sedangkan koefisien dominansi Simpson (C) moderat, mencerminkan dominasi numerik Nassarius pullus. Struktur komunitas menunjukkan komunitas intertidal yang sehat namun mulai menunjukkan tanda-tanda dominasi fauna. Pemantauan berkala direkomendasikan untuk mendeteksi pergeseran potensial akibat pariwisata, serta mendukung strategi pengelolaan dan konservasi pesisir berbasis bukti.
Kata kunci: Gastropoda, kepadatan, keanekaragaman, dominansi, kawasan wisata.
References
Arbi, U. Y. 2012. Komunitas Moluska di Padang Lamun Pantai Wori, Sulawesi Utara. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia,12(1), 55-65.
Bae, M.J., Park, Y.S. 2020. Key Determinants of Freshwater Gastropod Diversity and Distribution: The Implications for Conservation and Management. Water, 12(7), 1-15.https://doi.org/10.3390/w12071908.
Bellchambers, L.M., Meeuwig, J.J., Evans, SN, Legendre, P. 2011. Pemodelan Asosiasi Habitat Keong Laba-Laba Biasa di Kepulauan Cocos (Keeling). Marine Ecology Progress Series, 432, 83-90.
Dharma, B. 2005. Recent And Fossil Indonesian Shells. Conch Books, Hackenheim, Germany. p 424.
Firgonitha, A. F., Lohoo, A. V., Kambey, A. D. 2015. Struktur Komunitas Gastropoda di Pantai Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Platax, 3(1), 22-29.
I Ketut Ginantra, I Ketut Sundra. 2023. Mollusks Diversity to Support Mangrove Tourism Attractions in The Mangrove Forest of Nusa Lembongan, Bali, Indonesia. International Journal of Science and Research Archive, 10(2), 578–589. https://doi.org/10.30574/ijsra.2023.10.2.0978.
Jamil. 2014. Identifikasi Mollusca Kelas Gastropoda dan Bivalvia di Perairan Pantai Anyai Bangka dan Sumbangnnya pada Mata Pelajaran Biologi. Skirpsi. Institut Agama Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
Krebs, C. J. 1989. Ecological Methodology. Harper Collins Publisher. p 654.
Lalita, J.D. 2016. Selleksi Seksual, Keunikan Strategi Reproduksi Ovovivipar dan Signifikansi Ekologi Littoraria scabra Linnaeus, 1758 (Gastropoda: Littorinidae) di Ekosistem Hutan Mangrove Tombariri, Sulawesi Utara. Program Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan.
Michaelis, A. K., Walton, W. C., Webster, D. W., Shaffer, L. J. 2021. Cultural Ecosystem Services Enabled Through Work With Shellfish. Marine Policy, 132, 104689. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2021.104689.
Miloslavich, P., Cruz-Motta, J. J., Klein, E., Iken, K., Weinberger, V., Konar, B., Peralta, A. C. 2013. Large-Scale Spatial Distribution Patterns of Gastropod Assemblages in Rocky Shores. PLoS One, 8(8), e71396.
Odum, E. P. 1971. Dasar-Dasar Ekologi. Catatan ke-3. (Referensi Kriteria H’ Rendah, Sedang, Tinggi). Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 144 hal.
Pu, C., Li, H., Zhu, A., Chen, Y., Zhao, Y., Zhan, A. 2017. Phylogeography in Nassarius Mud Snails: Complex Patterns in Congeneric Species. PLOS ONE, 12(7), e0180728. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0180728.
Rahayu, Y.P., Kusumaningtyas, M.A., Daulat, A., Rustam, A., Suryono, D.D., Salim, H.L., Adi, N.S. 2023. Stok Karbon Lamun Sedimen dan Sumber Karbon Organik di Padang Lamun Yang Berbeda di Indonesia. Environmental Science and Pollution Research, 30 (43), 97754-97764.
Setiawan, R., Wimbaningrum, R., Sulistiyowati, H., Siddiq, A. M., Rani, C., Baraas, A. 2024. Species Diversity of Gastropods in The Mangrove Forest of Pangpang Bay Ijen Geopark, Banyuwangi Indonesia. Jurnal Kelautan Tropis, 27(2), 277–286. https://doi.org/10.14710/jkt.v27i2.22471.
Triwiyanto, K., Suartini, N.M., Subagio, J.N. 2015. Keanekaragaman moluska di Pantai Serangan. Desa Serangan. Kecamatan Denpasar Selatan. Bali. Jurnal Biologi, 19(2), 63-68.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aldi Herianto Tharo, Indri S. Manembu, Noldy Gustaf Frans Mamangkey, Inneke F. M. Rumengan, Medy Ompi, Rosita A. J. Lintang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












