Assessment of Sustainable Natural Tourism Objects in Coastal Areas: A Case Study of The Mangrove Trail Natural Tourism Attraction in Darunu Village, North Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.35800/jplt.13.3.2025.64643Keywords:
Berkelanjutan; objek wisata; ADO-ODTWA; mangrove trail; DarunuAbstract
categories are sustainable, fairly sustainable, and unsustainable. The weights used are very important, important, moderate, less important, and unimportant. The scores used are 30, 25, 20, 15, and 10. The weightings were based on the assessment of experts with expertise in the tourism field. These tourism experts include academics, NGO workers in the tourism sector, tourism practitioners such as tour guides, and government employees from the Tourism Office at district, city, or provincial levels. This study defined five dimensions: environment (weighted 5), economy (weighted 5), social (weighted 4), governance/institutions (weighted 4), and infrastructure, communication, and promotion (weighted 5).
The environmental dimension received a score of 525, categorizing it as sustainable. The economic dimension, received a score of 500, categorizing it as fairly sustainable. The social dimension received a score of 380, categorizing it as sustainable. The governance/institutional dimension received a score of 460, categorizing it as sustainable. The infrastructure, communication, and promotion dimension received a score of 750, categorizing it as sustainable. Almost all dimensions of the Darunu Village mangrove trail are considered sustainable, except for the economic dimension, which is considered quite sustainable.
Keywords: Sustainable, tourist attraction, ADO-ODTWA, mangrove trail, Darunu
Abstrak
Penilaian ini dilakukan dengan mengikuti cara penilaian ADO-ODTWA. Kategori penilaian adalah berkelanjutan, cukup berkelanjutan dan tidak berkelanjutan.Bobot yang digunakan adalah sangat penting, penting, moderat, kurang penting dan tidak penting.Nilai yang digunakan adalah 30,25,20,15 dan 10. Penilaian bobot menggunakan penilaian pakar yang menguasai bidang kepariwisataan. Ahli bidang pariwisata ini meliputi: akademisi, pekerja LSM/NGO di bidang pariwisata, praktisi dibidang pariwisata seperti tour guide, pegawai pemerintahan instansi Dinas Pariwisata di kabupaten, kotamadya ataupun propinsi. Dalam penelitian ini ditetapkan 5 dimensi yaitu: Lingkungan (bobot 5), ekonomi (bobot 5), sosial (bobot 4), tata Kelola/kelembagaan (bobot 4) serta infrastruktur, komunikasi dan promosi (bobot 5). Dimensi lingkungan mendapatkan skor 525 sehingga mendapatkan kategori berkelanjutan. Dimensi ekonomi mendapatkan skor 500 dengan kategori cukup berkelanjutan. Dimensi social mendapatkan skor 380 dengan kategori berkelanjutan. Untuk dimensi tata Kelola/kelembagaan mendapatkan nilai 460 dengan kategori berkelanjutan. Serta dimensi infrastruktur, komunikasi dan promosi mendapatkan nilai 750 dengan kategori berkelanjutan.Hampir semua dimensi penilaian mangrove trail desa Darunu berkelanjutan kecuali dimensi ekonomi yang cukup berkelanjutan
Kata kunci : Berkelanjutan, objek wisata, ADO-ODTWA, mangrove trail, Darunu
References
Ariza, S.N., Vitrianto, P.N. 2024. Degradasi Lingkungan Kawasan Wisata Pantai Samas dalam Kajian Ekologi Sosial. Journal of Tourism and Economic, 7(1), 23-38.
Fajriah, S. D., Mussadun, M. 2014. Pengembangan Sarana dan Prasarana untuk Mendukung Pariwisata Pantai Yang Berkelanjutan (Studi Kasus: Kawasan Pesisir Pantai Wonokerto Kabupaten Pekalongan). Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 10(2), 218-233.
Kamagi, J.W.A., Djamali, R., Towoliu, R.D., Polii, A. 2022a. Tingkat Kesehatan Karang Berdasarkan Coral Health Chart di Tiga Daerah Penyelaman di Taman Nasional Bunaken. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan , 6(3), 205-216.
Kamagi, J.W.A., Sitorus, S.R.P., Arifin, H.S., Hardjomidjojo, H. 2022b. IOP Conf. Ser: Earth Environ. Sci. 1109 012048. doi: 10.1088/1755-315/1109/1/012048
Kamagi, J.W.A., Rondonuwu, D.O., Wenas, P.L., Permana, D.E., Rattu, F.V. 2025. Estimasi Daya Dukung Objek Wisata Bahari Mangrove Trail Desa Darunu Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi (Ptuv) Ke-5 Politeknik Negeri Manado, 4(1), 105-109.
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP.10/MEN/2002 tentang Pedoman Umum Perencanaan Pengelolaan Pesisir Terpadu.
Marpaung, H. 2002. Pengetahuan Kepariwisataan. Bandung (ID). Penerbit Alfabeta.
Priyanto, R., Kristiutami, Y.P., Pirastyo, S.P. 2018. Strategi Penerapan Konsep Pariwisata Berkelanjutan Dalam Upaya Pelestarian Kawasan Wisata Candi Borobudur.Tourism Scientific Journal, 3 (2), 210-227.
Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA). 2003. Pedoman Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA). Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.
Peraturan Menteri Pariwisata Republiki Indonesia No.14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.
Rudy, D.G., Mayasari, I.D.A.D. 2019. Prinsip-prinsip Kepariwisataan dan Hak Prioritas Masyarakat dalam Pengelolaan Pariwisata Berdasarkan Undang-undang No.10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Kertha Wicaksana: Sarana Komunikasi Dosen dan Mahasiswa, 13 (2), 73 - 84.
http://dx.doi.org/10.22225/kw.13.1.929.1-5,diunduh20 September 2019.
Upara, U., Kusen, J.D., Sondakh, C.F.A., Schaduw, J.N.W., Tilaar, S.O., Lasabuda, R. 2021. Struktur Komunitas dan Zonasi Vegetasi Mangrove Desa Darunu Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 9(1), 65-73.
Yusuf, I.M., Kismartini, K., NurulHuda, M. 2024. Pengembangan Wisata Pesisir Berkelanjutan di Kabupaten Rembang. Jurnal Ilmu Administrsi Negara, 12(2), 225-234.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jongky W.A. Kamagi, Pearl L. Wenas, , Frans V. Rattu, Youdy Gumolili, Margresye D. Rompas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












