Analysis of Ecotourism Potential of Pakkondian Beach, Lake Toba, Meat Village, Balige District, North Sumatra Province

Authors

  • Aprizalis Pangaribuan HKBP Nommensen Pematangsiantar University
  • Daniel Tony Edyt Siburian HKBP Nommensen University Pematang Siantar
  • Welmar Oflan Basten Barat HKBP Nommensen University Pematang Siantar

DOI:

https://doi.org/10.35800/jip.v13i2.61261

Keywords:

Ecotourism, Tourism Suitability Index, Potential, SWOT Analysis, Pakkondian Meat Village

Abstract

Pakkondian Beach tourist area, Meat Village, Balige District, North Sumatra Province. Pakkondian Beach has great potential to be developed as an Ecotourism destination. Data collection was carried out using the land suitability observation method for freshwater Ecotourism activities, namely the Tourism Suitability Index (IKW), Questionnaires, Interviews, and SWOT Analysis. Pakkondian Beach, Meat Village, Balige District, North Sumatra Province can be classified into the Tourism Suitability Index, and the responses of visitors/tourists almost all stated that Pakkondian Beach tourism, Meat Village, has a very suitable category as Ecotourism, only the road access to Pakkondian Beach tourism causes inconvenience for visitors. An alternative strategy to develop tourism is to carry out good promotions to explain the natural resources of Pakkondian Beach's potential and to make government regulations related to the management of Pakkondian Beach as a tourist attraction.

Keywords: Ecotourism, Tourism Suitability Index, Potential, SWOT Analysis, Pakkondian Meat Village.

Abstrak

Daerah objek wisata Pantai Pakkondian Desa Meat, Kecamatan Balige, Provinsi Sumatera Utara. Pantai Pakkondian memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan Ekowisata. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi kesesuaian lahan untuk aktivitas Ekowisata perairan tawar yaitu Indeks Kesesuian Wisata (IKW), Kuesioner, Wawancara dan Analisis SWOT. Pantai Pakkondian Desa Meat, Kecamatan Balige, Provinsi Sumatera Utara dapat digolongkan pada Indeks Kesesuaian Wisata dan tanggapan pengunjung/wisatawan hampir seluruhnya menyatakan bahwa wisata Pantai Pakkondian Desa Meat memiliki kategori sangat sesuai sebagai Ekowisata, hanya saja akses jalan menuju wisata Pantai Pakkondian yang mengakibatkan ketidaknyamanan bagi para pengunjung. Alternatif strategi untuk mengembangkan pariwisata adalah dengan melakukan promosi yang baik untuk memaparkan sumber daya alam potensi Pantai Pakkondian serta membuat peraturan Pemerintah terkait pengelolaan pantai Pakkondian sebagai objek wisata.

Kata kunci: Ekowisata, Indeks Kesesuian Wisata, Potensi, Analisis SWOT, Desa Meat Pakkondian

References

Albert Humphrey. 1960-1970. SWOT (strengths, weakness, opportunities, dan threats). Teknik analisis ini dibuat oleh seorang pemimpin proyek riset di Universitas Stanford.

Arikunto, S. 2002. Prosedur Suatu Penelitian. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta. Ketjulan, R. 2010.

Bahar, A. 2015. Pedoman Survei Laut (pertama ed.). Makassar: Masagena Press. Destrinanda, H. (2018). Kajian Potensi Ekowisata Bahari di Pulau Pandang Kecamatan Tanjung Tiram Provinsi Sumatera Utara.

Brunn 1995; META 2002) dapat diklasifikasikan menjadi: 1. Wisata alam (nature tourism), 2. Wisata budaya (cultural tourism. 3. Ekowisata (ecotourism, green tourism, atau alternative tourism).

Buhalis, D. 2000. Memasarkan Destinasi Kompetitif Masa Depan. Jurnal Manajemen Pariwisata, 97-116.

Caballos-Lascura. 1996. Pariwisata, Ekowisata, dan Kawasan Lindung: Keadaan Pariwisata Berbasis Alam di Seluruh Dunia dan Pedoman Pengembangannya.

Darmadi, H. 2013. Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial. Bandung: Alfabeta.

Daya Dukung Perairan Pulau Hari Sebagai Obyek Wisata Bahari. Jurnal Paradigma 14 (2).

Elkington, 1997. Cannibals with forks, the triple bottom line of twentieth century business, dalam Teguh Sri Pembudi. 2005. CSR. Sebuah Keharusan dalam Investasi Sosial. Jakarta: Pusat Penyuluhan Sosial (PUSENSOS) Departemen Sosial RI. La Tofi Enterprise.

Eplerwood, M. 1999. 'The Ecotourism Society' dan LSM internasional berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Rekreasi Pariwisata Penelitian 24, 199-123.

Hakim, A., Setiono, P. Ningtias, Tasrif, Sudarsono, Ari, Yanda, W. Puji, Pertiwi, Jupri, Dista, Anita., & Yopie, 2014. Pedoman Penyusunan Rencana Tek- nis Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan PulauPulau Kecil, Jakarta. 56 hlm.

Hardin G. 1968. Tragedi milik bersama. Sains. 162(3859): 1243-1248. Jati WR. 2015. Bonus demografi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi: jendela. Leiper, N. (1979) ‘The Framework of Tourism. Towards a Definition of Tourism, Tourist, and The Tourist Industry’, Annals of Tourism Research, 6(4), pp. 390–407. doi: 10.1016/0160-7383(79)90003-3. Londa, R. C. V. (2020) ‘Efektivitas Pengelolahan Desa Ekowisata Dikecamatan.

Héctor Ceballos-Lascuráin. 1983 (Meksiko). Ekowisata Perjalanan Kawasan Alam Relatif Tidak Terkontaminasi Manusia Tujuan Mempelajari, Mengagumi, Menikmati Pemandangan Serta Tumbuhan dan Hewan.

Kuntarto, A. and Murnisari, R. 2016. Analisis Potensi Wisata dan Kesadaran Wisata terhadap Kepuasan Wisatawan Domestik (Studi pada Pantai Pehpulodi Desa Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar)’, Jurnal Penelitian Manajemen Terapan, 1(1), pp. 36–49.

Lagmoj, MA dkk. 2013. Mendefinisikan Daya Dukung Ekowisata. Langeroud City (Studi Kasus : Hutan Khorma)', Jurnal Sosial yang Lebih Ramah Lingkungan.

Muchlisin Riadi. 2019. Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenis – Jenis Ekstrakurikuler. Retrieved From Kajian Pustaka.com.

Rahardjo, T. S. (2002). TAMAN WISATA BAHARI TERHADAP PENDEKATAN. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

Rangkuti, F. 2014. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Gramedia Pustaka. Jakarta.

Sugiyono. 2018-153(Skala Likert). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Suwena, I. K & Widyatmaja, I. G. N. 2010. Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata.

Sya’rani, L & M. Zainuri. 2013. Kesesuaian dan daya dukung wisata bahari di perairan bandengan Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Jurnal Perikanan Dan Kelautan Tropis, 9(1), 1–7.

The International Ecotourism Society. 2000. Ecotourism Statistical Fact Sheet,Nort Bennington, USA.

Watina, S. S., Supriharyono, & Haeruddin. (2018). Analysis of suitability and carrying capacity of tourism in Tidung Island, Kepulauan Seribu, Indonesia. Russian Journal of Agricultural and SocioEconomic Sciences, 78(6), 151-159

Weaver, D. 2006. Pariwisata Berkelanjutan: Teori dan Praktek. edisi ke-1. Oxford: Elsevier Butterworth-Heinemann.

World Torism Organization-WTO (Organisasi Pariwisata Dunia). Persatuan Perjalanan Kantor Internasional Organisasi (IUOTO) dalam http://www.budpar.go.id/page.php?ic=521&id=3046.

Yulianda, F. 2007. Ekowisata Bahari Sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Konservasi. Makalah. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Yulianda, F. 2019. Daya Dukung Kawasan. Ekowisata Perairan: Suatu Konsep Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Bahari dan Wisata Air Tawar. Bogor. PT Penerbit IPB Press.

Zaenuri, M. 2012. PERENCANAAN STRATEGIS KEPARIWISATAAN DAERAH Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: e-Gov Publishing Jl. Mangunegaran Kidul 14 Kraton –Yogyakarta.

Downloads

Published

2025-05-24

How to Cite

Pangaribuan, A., Siburian, D. T. E., & Barat, W. O. B. (2025). Analysis of Ecotourism Potential of Pakkondian Beach, Lake Toba, Meat Village, Balige District, North Sumatra Province. Jurnal Ilmiah PLATAX, 13(2), 302–323. https://doi.org/10.35800/jip.v13i2.61261

Similar Articles

<< < 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.