Diversity Of Weed Types in The Gunung Karang Coffee Plantation, Swadaya Village

Authors

  • Putri Wahyuni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kabupaten Serang, Indonesia
  • Sri Ritawati Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kabupaten Serang, Indonesia
  • Widia Eka Putri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kabupaten Serang, Indonesia
  • Andree Saylendra Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kabupaten Serang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35791/jat.v6i2.65242

Keywords:

Coffee, Diversity, Dominance, Gunung karang, Weeds

Abstract

This study aimed to determine the diversity and dominance of weeds in coffee plantations in Gunung Karang, Swadaya Village, Karang Tanjung District, Pandeglang Regency. The method used was a belt transect with a plot size of 1 × 1 m at three land elevations, namely 500, 600, and 700 masl. The results showed that the diversity of weed species is quite high with a total of 20 species from 14 families. The composition and dominance of weeds varied at each elevation. At an altitude of 500 masl, the dominant weed is Oplismenus compositus (Poaceae), while at 600 masl it is dominated by Synedrella nodiflora (Asteraceae) and Peperomia pellucida (Piperaceae). At 700 masl, Spermacoce latifolia (Rubiaceae) showed the highest Importance Value Index (IVI) value, indicating a high level of adaptation and competitiveness in the highlands. Environmental factors such as light intensity, humidity, and location altitude influence the diversity and structure of the weed community. The dominance of certain weeds can inhibit the growth of coffee plants, so an effective and sustainable weed control strategy is needed, for example by means of an integrated control approach that includes manual, mechanical, and technical cultural methods, such as routine weeding and the use of competitive ground cover plants.

Keywords: Coffee, Diversity, Dominance, Gunung karang, Weeds.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan dominansi gulma pada lahan pertanaman kopi di Gunung Karang, Desa Swadaya, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang. Metode yang digunakan adalah belt transect dengan ukuran plot 1 × 1 m pada tiga ketinggian lahan, yaitu 500, 600, dan 700 mdpl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis gulma tergolong cukup tinggi dengan total 20 jenis yang berasal dari 14 famili. Komposisi dan dominansi gulma bervariasi pada setiap ketinggian. Pada ketinggian 500 mdpl, gulma yang dominan adalah Oplismenus compositus (Poaceae), sedangkan pada 600 mdpl didominasi oleh Synedrella nodiflora (Asteraceae) dan Peperomia pellucida (Piperaceae). Pada 700 mdpl, Spermacoce latifolia (Rubiaceae) menunjukkan nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi, menandakan tingkat adaptasi dan daya saing yang tinggi di dataran tinggi. Faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, kelembapan, dan ketinggian lokasi berpengaruh terhadap keanekaragaman dan struktur komunitas gulma. Dominansi gulma tertentu dapat menghambat pertumbuhan tanaman kopi, sehingga diperlukan strategi pengendalian gulma yang efektif dan berkelanjutan, misalnya dengan cara pendekatan pengendalian terpadu yang mencakup cara manual, mekanis, dan kultur teknis, seperti penyiangan rutin serta pemanfaatan tanaman penutup tanah yang kompetitif.

Kata-Kata Kunci: Dominansi, Gulma, Kopi, Gunung karang, Keanekaragaman

References

Agus, M. T. 2024. Imah Kopi Gunung Karang Menyinergikan Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi. https://lensabanten.co.id/imah-kopi-gunung-karang-menyinergikan- pariwisata dan-pertumbuhan-ekonomi/.

Andayani, N. 2017. Komposisi Gulma di Bawah Tegakan Kopi Robusta pada Ketinggian yang Berbeda. Jurnal Agrotek Tropika, 5(3), 121–128.

Andriyani, Darwin, C. dan Santoso. 2020. Jenis-Jenis Gulma yang Terdapat di Perkebunan Kopi di Desa Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko. Jurnal Bioeduscientific, 1 (2), 22-26.

Anggraini, R. 2019. Identifikasi Gulma Pada Lahan Budidaya Jagung (Zea Mays L.) Varietas Pertiwi. Jurnal Pertanian dan Pangan, 1(2), 12-19.

Ardiansyah, F. 2020. Kompetisi gulma pada lahan pertanian tropis. Jurnal Agronomi Indonesia, 48(2), 115–124.

Dahlianah, I. 2019. Keanekaragaman Jenis Gulma di Perkebunan Kelapa Sawit Desa Manggaraya Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Jurnal Indobiosains, 1(1), 30–37.

Dinas Perkebunan Sumatera Utara. 2021. Pedoman Pengendalian Gulma pada Tanaman Perkebunan Kopi. Medan: Disbun Sumut.

Hariyadi, B., Setiawan, A., & Lestari, W. 2020. Identifikasi Jenis Gulma Dominan pada Perkebunan Kakao di Sulawesi Tenggara. Jurnal Biologi Tropis, 20(3), 234–242.

Ikhsan, Z. Hidrayani, Yaherwandi dan Hamid, H. 2020. Keanekaragaman dan Dominansi Gulma pada Ekosistem Padi di Lahan Pasang Surut Kabupaten Indragiri Hilir (Diversity and Dominance of Weeds on Tidal Swamp Rice Ecosystems in Indragiri Hilir District). Jurnal Agroekoteknologi, 13(2),117–123.

Imaniasita, V., Liana, T., dan Pamungkas, D. S. 2020. Identifikasi Keragaman dan Dominansi Gulma pada Lahan Pertanaman Kedelai. Agrotechnology Research Journal, 4(1), 11–16.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. 2018. Pemerintah Tingkatkan Peran Komoditas Kopi Nasional untuk Bersaing dalam Persaingan Global. Prosiding Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia: 1–2.

Kilkoda, A.K., T. Nurmala, dan D. Widayat. 2015. Pengaruh Keberadaan Gulma (Ageratum conyzoides dan Boreria alata) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Ukuran Varietas Kedelai (Glycine max L. Merr) Pada Percobaan Pot Bertingkat. Jurnal Kultivasi, 14(2), 1-9.

Mardiyanto, A., & Sastroutomo, S. S. 2012. Ekologi gulma di perkebunan tropis. Jurnal Agronomi Indonesia, 40(1), 55–62.

Marfi, W. O. E. 2018. Identifikasi dan Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Bawah pada Hutan Tanaman Jati (Tectona grandis L.f.) di Desa Lamorende Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Jurnal Agribisnis Perikanan, 11(1), 71.

Permatasari, I., Suryanto, E., & Nugraha, A. 2023. Analysis of Weed Vegetation in Robusta Coffee (Coffea spp.). Jurnal Biologi Tropis, 23(2), 542–550.

Rahmawati, A., Dwi., N dan Wibowo, E., Y. 2019. Keanekaragaman Tumbuhan Bawah pada Berbagai Umur Tegakan Pinus (Pinus merkusii) di KPH Banyumas Timur. Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed, 1(2), 134-139.

Sudarmi, S. 2015. Potensi Peperomia pellucida sebagai tanaman obat. Jurnal Farmasi Indonesia, 23(2): 119–125.

Tustiyani, I. D. R. Nurjanah, S. S. Maesyaroh, J. Mutakin. 2019. Identifikasi Keanekaragaman Dan Dominansi Gulma Pada Lahan Pertanaman Jeruk (Citrus Sp.) Identification of diversity and dominance of weeds on citrus fruit (Citrus Sp.) crop land. Jurnal Kultivasi, 18(1), 779-783.

Widiyanti, T. 2013. Kondisi Kebun Sumber Benih Kopi (Coffea sp) di Kebun Kalisat Jampit Bondowoso. Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan. Surabaya.

Yahya, S., Mira, A., dan Yenni A. 2022. Perspektif Baru: Manajemen Vegetasi Bawah Tegakan pada Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan (New Perspective: Management of Understorey Vegetation in Sustainable Oil Palm Cultivation). Jurnal Agron Indonesia, 50(3),343-356

Yussa, I. P. Chairul, dan Syam, Z. 2015. Analisis Vegetasi Gulma pada Kebun Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Balingka, Agam, Sumatera Barat (Vegetation Analysis of weed in coffee arabica (Coffea arabica L.) Traditional Farm at Balingka, Agam, West Sumatra). Jurnal Biologi Universitas Andalas, 4(1), 83-89.

Downloads

Published

2025-12-27

How to Cite

Wahyuni, P., Ritawati, S., Putri, W. E., & Saylendra, A. (2025). Diversity Of Weed Types in The Gunung Karang Coffee Plantation, Swadaya Village. Jurnal Agroekoteknologi Terapan (Applied Agroecotechnology Journal), 6(2), 325–336. https://doi.org/10.35791/jat.v6i2.65242

Most read articles by the same author(s)