Identifikasi dan Strategi Pengelolaan Tumbuhan Asing Invasif pada Kawasan Hutan PT Karya Lestari, Kalimantan Timur

Authors

  • Eva Oktaviani Progam Studi Pengelolaan Hutan, Jurusan Kehutanan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Luisa Moi Manek Progam Studi Pengelolaan Hutan, Jurusan Kehutanan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Aah Ahmad Almulqu Progam Studi Pengelolaan Hutan, Jurusan Kehutanan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Hendra Kurniawan Program Studi Manajemen Sumber Daya Hutan, Jurusan Kehutanan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Sipora Petronela Telnoni Progam Studi Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Oli Gretia Program Studi Agribisnis Perikanan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Protus Hyasintus Asalang Program Studi Agribisnis Perikanan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Keywords:

tumbuhan asing invasif, keanekaragaman hayati, analisis risiko, fisibilitas pengelolaan, pengendalian invasif

Abstract

Tumbuhan asing invasif dapat mengancam keanekaragaman hayati melalui pembentukan populasi dominan, penghambatan regenerasi tumbuhan lokal, serta perubahan struktur dan fungsi ekosistem. Identifikasi dan pengelolaan spesies invasif penting dilakukan, terutama pada kawasan hutan yang mengalami gangguan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tumbuhan asing invasif, menentukan tingkat risikonya, menilai fisibilitas pengelolaan, dan merumuskan rekomendasi pengendalian pada areal PBPH PT Karya Lestari, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Data dikumpulkan melalui metode jelajah dengan mencatat jenis, koordinat, dan informasi pendukung pada tally sheet. Identifikasi mengacu pada pedoman tumbuhan asing invasif di Indonesia, sedangkan penilaian risiko dan fisibilitas mempertimbangkan tingkat keinvasifan, dampak, distribusi, biaya pengendalian, dan persistensi spesies. Hasil penelitian menemukan 12 jenis tumbuhan asing invasif pada Petak F-22 RKT 2018 serta Petak G-23 dan G-24 RKT 2020. Melastoma malabathricum dan Merremia peltata memiliki risiko sangat tinggi, sedangkan Imperata cylindrica, Piper aduncum, Pluchea indica, dan Solanum torvum termasuk risiko sedang. M. malabathricum berpotensi mendominasi habitat tertentu, sementara M. peltata mampu menekan vegetasi hutan melalui pertumbuhan agresif. Dari aspek fisibilitas, Crassocephalum crepidioides termasuk kategori sangat tinggi dan Clidemia hirta kategori tinggi. Pengelolaan dilakukan melalui penebasan, penanaman jenis lokal, pemasangan papan informasi, dan monitoring berkala. Integrasi risiko dan fisibilitas dapat membantu menentukan prioritas pengendalian secara efisien. Setelah pengelolaan, beberapa jenis mengalami penurunan populasi dan lima jenis tidak lagi ditemukan. Pengelolaan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mencegah pemulihan populasi invasif dan mendukung regenerasi tumbuhan lokal.

Downloads

Published

2026-11-03

How to Cite

Identifikasi dan Strategi Pengelolaan Tumbuhan Asing Invasif pada Kawasan Hutan PT Karya Lestari, Kalimantan Timur. (2026). Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Terapan, 3(1), 12-19. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/semnas-sinta/article/view/70589