Kompleks Jamur Patogen Penyebab Penyakit Layu dan Busuk pada Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.): Etiologi, Bioekologi, Identifikasi Molekuler, dan Strategi Pengendalian Terpadu
Keywords:
Pogostemon cablin, Fusarium solani, Sclerotium rolfsii, Macrophomina, Trichoderma asperellumAbstract
Penyakit layu dan busuk pangkal batang/akar merupakan ancaman biokompleks utama yang menyebabkan penurunan produksi tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) hingga 50–95% di berbagai sentra budidaya Indonesia dan Asia. Naskah literature review ini bertumpu pada sintesis komprehensif terhadap 16 publikasi ilmiah terkini mengenai keanekaragaman jamur patogen, bioekologi, mekanisme infeksi, metode diagnosis molekuler multi-gen, serta strategi pengendalian terpadu. Hasil kajian menunjukkan bahwa etiologi kelayuan nilam melibatkan kompleks patogen tular tanah seperti Fusarium solani (memicu kelayuan xilem melalui produksi asam fusarat), Fusarium cugenangense (patogen baru penyebab busuk akar), Sclerotium rolfsii (syn. Agroathelia rolfsii, penyebab busuk pangkal batang ber-sklerotia), Macrophomina phaseolina, dan Macrophomina vaccinii. Selain patogen tular tanah, patogen foliar/hawar seperti Stagonosporopsis pogostemonis, Corynespora cassiicola, Alternaria pogostemonis, dan Aspergillus tubingensis memicu nekrosis daun dan gejala layu sekunder. Karakterisasi molekuler multi-gen berbasis sekuens ITS, tef1, rpb2, LSU, gapdh, dan β-tubulin terbukti krusial dalam konfirmasi taksonomi hingga tingkat spesies pasca-pengujian Postulat Koch. Strategi pengendalian terpadu yang efektif memadukan kultur teknis, amandemen organik limbah nilam, pestisida nabati mimba/eugenol, serta agens pengendali hayati konsorsium Trichoderma spp. (T. harzianum, T. asperellum) dan Bacillus spp. yang mampu menekan perkembangan patogen hingga 70% melalui mekanisme antibiosis dan hiperparasitisme.