Karakterisasi Bakteri Pektinolitik Kentang Busuk dan Uji Antagonisme Paenibacillus sp. Secara In Vitro
Keywords:
Paenibacillus sp., Bakteri pektinolitik, Busuk lunak, Solanum tuberosum, Pengendali hayatiAbstract
Penyakit busuk lunak (soft rot) akibat infeksi bakteri pektinolitik famili Pectobacteriaceae merupakan kendala utama dalam produksi dan penyimpanan pascapanen umbi kentang (Solanum tuberosum L.). Ketergantungan pada bahan kimia sintetis berisiko merusak lingkungan dan memicu resistensi patogen, sehingga diperlukan alternatif biokontrol berbasis mikroorganisme antagonis seperti Paenibacillus sp. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi sifat fenotipik serta aktivitas pektinolitik bakteri penyebab busuk lunak asal Modoinding, serta mengevaluasi daya hambat Paenibacillus sp. secara in vitro. Metode isolasi dan karakterisasi meliputi uji morfologi, biokimia (TSIA dan MacConkey Agar), serta uji zona jernih pektin. Uji antagonisme dilakukan melalui metode cakram (paper disc) dan kultur ganda (dual culture) untuk mengukur persentase daya hambat relatif (Percentage Inhibition of Radial Growth/PIRG %). Hasil penelitian berhasil memurnikan dua isolat pektinolitik Gram-negatif berbentuk batang (SP1 dan SP2) yang memfermentasi laktosa dan menghasilkan gas pada media TSIA. Uji cakram menunjukkan Paenibacillus sp. memiliki daya hambat kategori sedang terhadap SP1 (5,5 ± 1,0 mm) dan SP2 (6,0 ± 1,3 mm). Pada uji kultur ganda, Paenibacillus sp. secara signifikan menekan pertumbuhan patogen melalui sekresi metabolit antimikroba ekstraseluler serta kompetisi ruang dan nutrisi yang didukung motilitas tinggi (swarming dan swimming). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Paenibacillus sp. lokal berpotensi kuat sebagai agen pengendali hayati ramah lingkungan untuk menekan perkembangan patogen pembusuk lunak kentang pascapanen.