Analisis Keanekaragaman Makroalga di Kawasan Pantai Tongkaina sebagai Bioindikator Kualitas Perairan terhadap Aktivitas Pariwisata
Keywords:
makroalga, keanekaragaman, bioindikator, kualitas perairan, Pantai TongkainaAbstract
Kawasan pesisir Pantai Tongkaina, Kota Manado, mengalami perkembangan pariwisata yang berpotensi menekan kualitas perairan. Makroalga bersifat bentik dan menetap sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bioindikator, tetapi informasi struktur komunitasnya terkait aktivitas pariwisata di lokasi ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis makroalga, menganalisis struktur komunitasnya, dan membandingkannya dengan parameter lingkungan pada dua stasiun. Data dikumpulkan pada 3 Oktober 2026 dengan transek kuadrat 1 × 1 m di Stasiun 1 (tekanan antropogenik) dan Stasiun 2 (referensi) yang ditentukan secara purposive. Suhu, salinitas, pH, dan tipe substrat diukur secara in situ. Struktur komunitas dianalisis dengan indeks Shannon-Wiener (H′), keseragaman (E), dan dominansi Simpson (C). Ditemukan lima taksa dari tiga divisi, yaitu Halimeda opuntia, Padina sp., Sargassum sp., Gelidium sp., dan Gracilaria edulis. Stasiun 1 hanya dihuni Padina sp. (3 individu; H′ = 0,000; C = 1,000), sedangkan Stasiun 2 dihuni empat jenis (6 individu; H′ = 1,330; E = 0,959; C = 0,278). Suhu, salinitas, dan pH berbeda tipis di antara kedua stasiun dan berada dalam kisaran acuan, sedangkan substratnya berbeda. Perbedaan komunitas ini konsisten dengan dugaan adanya tekanan antropogenik, tetapi tidak dapat dipisahkan dari pengaruh substrat dan ukuran sampel yang sangat kecil. Makroalga pada tahap ini baru dapat dipandang sebagai indikator awal perbedaan kondisi habitat, belum sebagai indikator kualitas perairan.