Analisis Keanekaragaman dan Densitas Makroalga di Zona Intertidal Pantai Bahowo, Manado, Sulawesi Utara
Keywords:
makroalga, keanekaragaman, densitas, zona intertidal, Pantai BahowoAbstract
Makroalga berperan sebagai produsen dan penyedia habitat di perairan pesisir, sementara Pantai Bahowo di kawasan Taman Nasional Bunaken sedang diarahkan menjadi kawasan wisata. Data kuantitatif makroalga di lokasi ini masih terbatas dan belum disertai pengukuran arus. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis makroalga, menghitung densitas dan indeks struktur komunitasnya, serta mencatat parameter lingkungan di zona intertidal Pantai Bahowo. Pengamatan dilakukan saat surut dengan metode line transect dan kuadran 1×1 m (total area sampling 8 m²) pada dua area, yaitu dekat dermaga dan dekat mangrove. Individu dihitung per jenis dan diidentifikasi dari morfologi thallus, lalu dianalisis dengan rumus densitas serta indeks Shannon-Wiener, kemerataan, dan dominansi Simpson. Ditemukan tujuh jenis dari tiga divisi (Chlorophyta, Rhodophyta, Phaeophyta) dengan total 109 individu. Eucheuma denticulatum paling padat (6,625 individu/m²), diikuti Halimeda opuntia (4,000 individu/m²). Indeks keanekaragaman H′ sebesar 1,350 (sedang), kemerataan E sebesar 0,694 (tinggi), dan dominansi C sebesar 0,336. Suhu berkisar 29,5–29,7 °C, salinitas 30 ppt di dekat dermaga dan 36 ppt di dekat mangrove, dengan substrat yang berbeda. Komunitas tampak cukup merata, tetapi hampir 80% individu berasal dari dua jenis. Hubungan dengan lingkungan hanya dibahas secara deskriptif tanpa uji statistik, sehingga hasil ini berfungsi sebagai data dasar untuk pemantauan di kawasan tersebut.