PENGEMBANGAN SISTEM TRANSPORTASI DI KAWASAN PERKOTAAN LANGOWAN MENJADI KOTA OTONOM
DOI:
https://doi.org/10.35793/1jr43916Abstract
Abstrak
Kawasan Perkotaan Langowan merupakan salah satu kawasan perkotaan di Kabupaten Minahasa yang
mengalami perkembangan yang pesat dalam perekonomian sehingga menjadikan Langowan memiliki
pusat perdagangan dan fasilitas pelayanan publik lainnya yang lebih dekat dan cepat. Kota Langowan
masuk dalam daftar usulan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru pada Tahun 2025, sehingga
memerlukan sistem transportasi yang mampu mendukung fungsi pelayanan perkotaan secara mandiri.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting sistem transportasi serta merumuskan strategi
pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi di kawasan tersebut. Metode yang digunakan
adalah metode kualitatif kuantitatif dengan pengumpulan data primer (observasi, wawancara,
dokumentasi) dan data sekunder, yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis
spasial, serta analisis SWOT dengan matriks IFAS dan EFAS. Hasil analisis IFAS dan EFAS
menghasilkan titik koordinat (1,024; 1,444) yang berada pada Kuadran I, sehingga strategi yang
direkomendasikan adalah strategi Strengths-Opportunities (SO). Salah satu strategi yang dapat
dilakukan yaitu penyediaan trayek angkutan kota, dimana terdapat 5 lintasan trayek berdasarkan analisis
kondisi eksisting yang dilakukan.
Kata kunci: Sistem Transportasi, Strategi Pengembangan, Kota Otonom, Analisis SWOT, Kawasan
Perkotaan Langowan
Abstract
The Langowan Urban Area is a rapidly developing economic hub within Minahasa Regency, featuring
accessible and efficient trade centers and public service facilities. As Langowan is included in the 2025
proposal list for the establishment of a New Autonomous Region, it requires a transportation system
capable of supporting independent urban service functions. This study aims to analyze the existing
transportation system and formulate a strategy for developing an integrated transportation system in the
area. A quantitative descriptive method was employed, utilizing primary data (observation, interviews,
documentation) and secondary data; these were subsequently analyzed using descriptive analysis,
spatial analysis, and SWOT analysis (incorporating IFAS and EFAS matrices). The IFAS and EFAS
analysis yielded coordinates of (1.024; 1.444), placing the area in Quadrant I; consequently, the
recommended approach is a Strengths-Opportunities (SO) strategy. One actionable strategy involves
establishing local public transport routes, with the analysis of existing conditions identifying five
potential route paths.
Keywords: Transportation System, Development Strategy, Autonomous City, SWOT Analysis,
Langowan Urban Area