REKOMENDASI BENTUK HUNIAN KAWASAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DI KOTA TOMOHON
DOI:
https://doi.org/10.35793/7804gx53Abstract
ABSTRAK
Peningkatan kebutuhan hunian di Kota Tomohon tidak selalu diimbangi dengan ketersediaan lahan yang layak untuk
pengembangan perumahan dan kawasan permukiman. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung dan daya
tampung lahan, kebutuhan dan permintaan rumah masyarakat, serta menyusun arahan pengembangan kawasan
perumahan dan permukiman di Kota Tomohon. Metode yang digunakan meliputi analisis spasial berbasis Sistem
Informasi Geografis (SIG), analisis backlog perumahan, serta analisis Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay
(WTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya Kecamatan Tomohon Selatan dan Tomohon Tengah yang masih
memiliki kapasitas pengembangan permukiman pada kondisi eksisting. Lahan potensial yang dapat dikembangkan
mencapai 11.773 ha dengan lahan rekomendasi pengembangan seluas 1.976 ha. Nilai rata-rata WTP masyarakat
sebesar Rp787.625 per bulan lebih tinggi dibandingkan ATP sebesar Rp484.500 per bulan, yang menunjukkan adanya
kesenjangan antara. kemampuan dan kemauan masyarakat dalam memperoleh rumah. Oleh karena itu, pengembangan
perumahan diarahkan pada optimalisasi lahan potensial, pengembangan hunian vertikal pada kawasan terbatas lahan,
serta penyediaan perumahan bersubsidi yang didukung sarana, prasarana, dan skema pembiayaan yang terjangkau.
Kata Kunci: Perumahan, Permukiman, Daya Dukung Lahan, WTP-ATP, Kota Tomohon
ABSTRACT
The increasing demand for housing in Tomohon City has not been matched by the availability of suitable land for
residential development. This study aims to analyze land carrying capacity and development capacity, assess housing
needs and demand, and formulate development directions for residential areas in Tomohon City. The study employed
spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS), housing backlog analysis, and Ability to Pay (ATP) and
Willingness to Pay (WTP) analyses. The results indicate that only South Tomohon and Central Tomohon Districts still
have sufficient capacity for residential development under existing conditions. The analysis identified 11,773 ha of
potential land, of which 1,976 ha are recommended for housing development. The average WTP was IDR 787,625 per
month, exceeding the average ATP of IDR 484,500 per month, indicating a gap between households' willingness and
financial ability to purchase a house. Therefore, residential development should prioritize the optimal use of suitable
land, the provision of vertical housing in areas with limited land availability, and subsidized housing supported by
adequate infrastructure, public facilities, and affordable financing schemes.
Keywords: Residential development, housing, land carrying capacity, Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay
(WTP), Tomohon City