MODEL TRANSFORMASI PEMANFAATAN LAHAN PADA KAWASAN PERKOTAAN TOBELO
DOI:
https://doi.org/10.35793/ndn5n626Abstract
Abstrak
Kecamatan Tobelo sebagai ibu kota Kabupaten Halmahera Utara dan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW)
mengalami peningkatan aktivitas perkotaan yang mendorong transformasi pemanfaatan lahan. Perkembangan
penduduk dan kebutuhan ruang menyebabkan perubahan fungsi lahan dari kawasan agraris menuju kawasan
terbangun sehingga diperlukan kajian mengenai pola transformasi serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting pemanfaatan lahan, menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi transformasi pemanfaatan lahan, serta menyusun model transformasi pemanfaatan lahan di
kawasan perkotaan Tobelo. Metode penelitian menggunakan analisis spasial berbasis Sistem Informasi
Geografis (SIG) melalui teknik overlay dan interpolasi untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan
periode 2017–2025, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi linear berganda untuk
mengetahui hubungan dan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi lahan
ditandai oleh peningkatan luas permukiman dari 265,49 ha menjadi 659,87 ha dan gedung/bangunan dari 78,41
ha menjadi 93,44 ha, disertai penurunan luas perkebunan dari 2.197,55 ha menjadi 1.797,71 ha. Analisis spasial
menunjukkan perkembangan kawasan terbangun cenderung membentuk pola kompak yang mengikuti koridor
pesisir dengan arah utara–selatan. Hasil korelasi dan regresi menunjukkan bahwa perubahan luas
gedung/bangunan (X1) dan lahan kosong (X5) berpengaruh signifikan terhadap transformasi pemanfaatan
lahan, dengan model regresi Y = 11826,184 + 0,73X1 + 0,946X5. Model ini menunjukkan bahwa lahan kosong
merupakan faktor yang paling dominan dalam mendorong transformasi pemanfaatan lahan di kawasan
perkotaan Tobelo dan dapat dijadikan dasar dalam perencanaan serta pengendalian pemanfaatan ruang yang
berkelanjutan.
Kata Kunci: Transformasi Pemanfaatan Lahan, Penggunaan Lahan, Regresi Linear Berganda, Kawasan Perkotaan
Tobelo.
Abstract
Tobelo District, as the capital of North Halmahera Regency and the Regional Activity Center (PKW), has
experienced an increase in urban activities that have driven land use transformation. Population growth and
space needs have led to changes in land use from agricultural areas to built-up areas, necessitating a study of
transformation patterns and the factors that influence them. This study aims to identify existing land use
conditions, analyze factors that influence land use transformation, and develop a land use transformation
model in the Tobelo urban area. The research method uses Geographic Information System (GIS)-based
spatial analysis through overlay and interpolation techniques to identify changes in land use for the 2017
2025 period, which are then analyzed using correlation tests and multiple linear regression to determine the
relationships and influences between variables. The results show that land transformation is characterized by
an increase in residential areas from 265.49 ha to 659.87 ha and buildings from 78.41 ha to 93.44 ha,
accompanied by a decrease in plantation areas from 2,197.55 ha to 1,797.71 ha. Spatial analysis shows that
the development of built-up areas tends to form a compact pattern that follows the coastal corridor in a north
south direction. The results of correlation and regression indicate that changes in the area of buildings (X1)
and vacant land (X5) have a significant effect on land use transformation, with a regression model of Y =
11826.184 + 0.73X1 + 0.946X5. This model shows that vacant land is the most dominant factor in driving
land use transformation in the Tobelo urban area and can be used as a basis for planning and controlling
sustainable spatial use.
Keywords: Land Use Transformation, Land Use, Multiple Linear Regression, Tobelo Urban Area.