Pengaruh Cara Dehidrasi Terhadap Karakteristik Daun Leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. & Binn)
DOI:
https://doi.org/10.35791/jteta.v15i1.55813Kata Kunci:
daun leilem, dehidrasi, rasio rehidrasiAbstrak
Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan metode dehidrasi yang dapat mempertahankan karakteristik daun leilem segar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, yakni A1 (Sinar Matahari ±31-330C), A2 (Chiller ±4-80C), A3 (Suhu ruang ±26-300C), dan A4 (Oven 600C). Setiap perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian lanjut diolah menggunakan ANOVA, jika terdapat perbedaan nyata maka akan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari berbagai metode dehidrasi terhadap warna, kadar air, kadar klorofil, kadar vitamin C, dan rehidrasi daun leilem. Dehidrasi menggunakan sinar matahari memiliki nilai L* sebesar 26,63, kadar air sekitar 4,49%, kadar total klorofil 31,961 mg/L, kadar vitamin C 0,027 ppm, dan rasio rehidrasi sebesar 2,21. Daun leilem yang didehidrasi menggunakan Chiller memiliki nilai L* 29,70, kadar air 12,60%, kadar total klorofil 45,792 mg/L, kadar vitamin C 0,050 ppm, dan rasio rehidrasi sebesar 2,32. Pada metode dehidrasi daun leilem menggunakan metode suhu ruang memiliki nilai L* 28,67, kadar air 5,54%, kadar total klorofil 41,281 mg/L, kadar vitamin C sebesar 0,034 ppm, dan rasio rehidrasi 1,81. Dehidrasi daun leilem menggunakan oven memiliki nilai L* 22,93, kadar air 3,05%, kadar total klorofil 42,132 mg/L, kadar vitamin C 0,033 ppm, dan rasio rehidrasi sebesar 1,85. Metode dehidrasi daun leilem yang terbaik dari empat metode yang digunakan adalah dehidrasi dengan suhu pendinginan 4-80C dalam chiller karena daun leilem yang dihasilkan memiliki karakterisktik daun berwana hijau, stabilitas pigmen klorofilnya baik dan memiliki penyerapan air tertinggi pada saat rehidrasi.
Referensi
Das A.2016. Studies on extraction and purification of Rebaudioside A and dehydration of Aloe Vera Gel. Indian Institute of Technology Guwahati India. PhD thesis.
Doymaz, I. (2009). Thin-Layer Drying Of Spinach Leaves In a Convective Dryer. Journal of Food Process Engineering, 32(1).
Emor, N., 2006, Isolasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Leilem (Clerodendrumminahassae L), Skripsi, Dr., Universitas Samratulangi, Manado, Indonesia.
Indrasti, D., Andarwulan, N., Purnomo, E.H., Wulandari, N. 2019. Klorofil Daun Suji: Potensi dan Tantangan Pengembangan Pewarna Hijau Alami. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesi (JIPI). 24 (2) : 109-116.
Kakade, S., & V.S, N. (2014). Dehyration of Green Leafy Vegetable. India: Department of Food Engineering and Technology.1(8).
Kalangi, C., V.S., Kamu, & M. Kumaunang. 2014. Barcode DNA Tanaman Leilem (Clerodendrum minahassae L.) Bersarkan Gen matK. Jurnal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi, Manado. 3(2) : 108-112
Kurniawati, E., Riandini, H.M. 2019. Analisis Kadar Vitamin C Pada Daging Buah Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) Segar dan Daging Buah Kelengkeng dengan Metode Spektrofotomtri UV-Vis. J-HESTECH, 2(2): 119-126.
Murti, K. (2017). Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Kandungan Vitamin C Buah Cabai Keriting Lado F1 (Capsicum Annuum L). Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 5(3), 245-256.
Musaddad, D. (2008). Pengaruh Media, Suhu, dan Lama Blansing Sebelum Pengeringan terhadap Mutu Lobak Kering. Jurnal Hortikultura. 18(1):87-94.
Nguyen T. V.L, T.V., Vo, T.D. Lam dan L.G., Bach. 2019. Water Blansing Conditions on The Quality of Green Asparagus Butt Segment (Asparagus officinalis L.) Materials Today: Proceedings, 8(2019): 4799-4809.
Rohmat, N., Ibrahim, R., & Riyadi, P. (2014). Pengaruh Perbedan Suhu dan Lama Penyimpanan Rumput Laut Terhadap Stabilitas Ekstrak Kasar Pigmen Klorofil. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(1), 118-126.
Santamaria, P.A., Gomez M.L.C., Gutierrez A.B.H., & Roberto M.I.E. Influence of drying method on steviol glycosides and antioxidants in Stevia Rebaudiana leaves. Food Chemistry 172. 2014:1-6.
Setyowati, A., Hidayah, I. M., & Suryani, C. L. (2017). Pengaruh Variasi Jenis Pengering Terhadap Karakteritik Fisik, Kimia dan Sifat Antioksidatif Tepung Daun Pandan Wangi. Yogyakarta: Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana.
Setyowati, A., Hidayah, I. M., & Suryani, C. L. (2017). Pengaruh Variasi Jenis Pengering Terhadap Karakteritik Fisik, Kimia dan Sifat Antioksidatif Tepung Daun Pandan Wangi. Yogyakarta: Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana.
Suyitno. 2010. Deterinasi Pigmen dan Pengukuran Kandungan Klorofil Daun. Prosiding Pelatihan Guru–guru Biologi RSBI DIY. Yogyakarta, 7 Agustus 2010.
Winangsih & Prihastanti, E.P.S. (2013). Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kualitas Simplisia Lempuyang Wangi (Zingiber aromaticum L.). Buletin Anatomi dan Fisiologi, 21(1),19-25.
File Tambahan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Reniaty Rombelayuk, Maria Fransisca Sumual, Lana E. Lalujan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Journal Template

