PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP SIFAT FISIK DARI BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L) KLON SULAWESI SATU (S1) DAN KLON SULAWESI DUA

Penulis

  • Hidayat Rahman Program Studi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian. Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
  • Dedie Tooy Program Studi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian. Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
  • Thelma Doortje Jane Tuju Program Studi Teknologi Pangan, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian. Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35791/jteta.v16i2.63862

Kata Kunci:

kakao, klon Sulawesi 1, klon Sulawesi 2, fermentasi kakao

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lama fermentasi dan menganalisis sifat fisik biji kakao yang telah difermentasi dengan menggunakan metode eksperimen, kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini, fermentasi biji kakao klon Sulawesi 1 dan Sulawesi 2 selama 46 hari menunjukkan adanya penyusutan dimensi (panjang, lebar, tebal) akibat pelepasan air dan perubahan struktur internal. Pada Sulawesi 1, panjang biji turun dari 21,62 mm (4 hari) menjadi 21,07 mm (6 hari), lebar dari 12,27 mm menjadi 11,29 mm, dan tebal dari 8,92 mm menjadi 8,37 mm. Sulawesi 2 menunjukkan pola serupa dengan perubahan lebih kecil. Diameter geometri (DG) cenderung menurun pada fermentasi 5–6 hari, sedangkan kebulatan relatif stabil (0,31–0,32). Densitas kamba bervariasi, dengan sedikit peningkatan atau penurunan sesuai perubahan struktur biji. Berat biji meningkat seiring lama fermentasi, baik pada Sulawesi 1 (156,16 g → 158,43 g) maupun Sulawesi 2 (161,25 g → 166,89 g). Sudut curah dan sudut gesek bertambah pada fermentasi 5–6 hari, menunjukkan peningkatan kohesi dan kekasaran permukaan biji. Kadar air menurun signifikan hingga hari ke-6 (Sulawesi 1: 7,28% → 6,29%; Sulawesi 2: 7,27% → 6,20%), mendukung pengeringan dan mutu penyimpanan. Secara keseluruhan, fermentasi 6 hari lebih optimal dalam menurunkan kadar air, meningkatkan stabilitas fisik, dan memperbaiki mutu biji kakao. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan fermentasi 6 hari pada klon Sulawesi 1 dan 2 optimal menurunkan kadar air, menstabilkan densitas, meningkatkan berat serta kohesi biji, sehingga direkomendasikan untuk menghasilkan biji kakao dengan mutu fisik stabil dan sesuai proses pascafermentasi.

 

Referensi

Ariyanto, H. 2006. Budidaya Tanaman Perkebunan. PT. Citra Aji Parama: Yogyakarta.

BPS. 2023. Statistik Kakao Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik, Indonesia

Dupa, E, C., J. T. Thelma ., dan M. L. Tineke. 2022. Effect of mixing black glutinous rice and white glutinous rice (Oryza glutinosa) on physicochemical properties of alcoholic beverages from tape. Jurnal Agroekoteknologi Terapan. 3(2): 279-286.

GAPMMI. 2023. Laporan Industri Olahan Kakao. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia.

Hasanah, H. 2008. Pengaruh Lama Fermentasi pada Proses Pembuatan Sweet Konsentrasi Gula dan Lama Fermentasi terhadap Kadar Alkohol Tape Ketan Hitam dan Tape Singkong. Disertasi Doktor. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.

ICCO. 2023. Quarterly Bulletin of Cocoa Statistics. International Cocoa Organization. Dilihat pada 6 September 2025, << https://www.icco.org/wp-content/uploads/Production_QBCS-XLIX-No.-4.pdf>>

Manalu, L, P. 2016. Kajian Peran Riset dan Pengembangan Dalam Mendukung Industri Kakao Nasional. Majalah Ilmiah Pengkajian Industri. 10(1): 19-26.

Maryandini, A., A. Basri., dan C. S. Titi. 2019. Peningkatan Kualitas Biji Kakao (Theobroma cacao L) Melalui Fermentasi Menggunakan Lactobacillus sp. dan Pichia kudriavzevil. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia. 6(1): 11-19.

Putri, A. S., dan Daspar. 2025. Analisa Peluang dan Ancaman Tantangan Perdagangan Produk Perkebunan Indonesia dalam Meningkatkan Posisi Global di Apec: Studi Kasus pada Perdagangan Kakao Ke Chile. Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, 19(20), 71–80.

Ruli, K., W. Yuyun., dan D. B. Hendrikus. 2023. PKM Pemanfaatan Cocopeat Untuk Media Tanam Pada Pembibitan Kakao. Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 4(3). 202-208.

Timumu, F., I. A. Longdong., dan L. C. C. E. Lengkey. 2022. Penentuan Sifat Fisik Biji Kakao Varietas Klon 45 dan Sulawesi 01 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal), 13(2), 87-94.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-12

Cara Mengutip

Rahman, H., Tooy, D. dan Tuju, T. D. J. (2026) “PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP SIFAT FISIK DARI BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L) KLON SULAWESI SATU (S1) DAN KLON SULAWESI DUA”, Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal), 16(2), hlm. 127–134. doi: 10.35791/jteta.v16i2.63862.