Pengeringan Umbi Porang Menggunakan Alat Pengering Hybrid Tipe Rak TETA-FAR21

Penulis

  • Afwan Munadi Sam Ratulangi University
  • Ireine A. Longdong Universitas Sam Ratulangi
  • Lady CH. E. Lengkey Universitas Sam Ratulangi
  • Dedie Tooy Universitas Sam Ratulangi
  • Daniel P. M. Ludong Universitas Sam Ratulangi
  • Risal N. R. Syahrir Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35791/jteta.v16i1.64417

Kata Kunci:

pengering hybrid, porang, efisiensi pengeringan, kadar air, kecepatan pengeringan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja alat pengering hybrid tipe rak TETA-FAR21 pada proses pengeringan umbi porang (Amorphophallus muelleri), yang memanfaatkan kombinasi energi surya dan listrik untuk menjaga kestabilan suhu pengeringan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Biosistem, Sub Pascapanen, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi Manado dengan metode eksperimental menggunakan dua perlakuan ketebalan irisan, yaitu 3 mm dan 4 mm. Parameter yang diamati meliputi suhu, kelembapan relatif udara, efisiensi pengeringan, kadar air, dan laju pengeringan terhadap waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu rata-rata pengeringan stabil pada 55°C dengan intensitas cahaya matahari sebesar 476,1 W/m² untuk irisan 3 mm dan 372,4 W/m² untuk irisan 4 mm. Efisiensi pengeringan tertinggi diperoleh pada ketebalan 3 mm sebesar 7,32%, sedangkan 4 mm sebesar 6,19%. Kadar air umbi porang menurun dari 88,48% menjadi 12,21% dalam 25 jam pada irisan 3 mm dan menjadi 12,86% dalam 26 jam pada irisan 4 mm. Laju pengeringan rata-rata sebesar 3,06%/jam untuk irisan 3 mm dan 2,90%/jam untuk irisan 4 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa alat pengering hybrid tipe rak TETA-FAR21 efektif dalam meningkatkan efisiensi dan menjaga mutu hasil pengeringan umbi porang.

Referensi

Ariana. 2024. Optimasi suhu pengeringan porang untuk menjaga mutu dan efisiensi proses. Jurnal Teknologi Pangan dan Pertanian, 12(2), 150–160.

Belessiotis, V., E., dan E. Delyannis. 2011. Solar Drying. Solar Energy 85, 1665–1691.

Koehuan, V. A., A. P.. Bai’oef,, dan M. M. Dwinanto. 2022. Studi eksperimen rumah pengering umbi porang sistem hibrid (energi surya–biomassa) dengan variasi tebal irisan chip. LONTAR: Jurnal Teknik Mesin Undana, 9(2), 31–39. http://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/article/view/9364.

Suharto, A., P. Widodo., dan N. Lestari. 2020. Analisis Kadar Air pada Chip Porang dengan Berbagai Metode Pengeringan. Jurnal Ketahanan Pangan dan Gizi, 8(3), 78-85.

Sutrisno, E. 2021. Porang, Si Liar Komoditas Ekspor. Dilihat pada Maret 12 Maret 2025. https://indonesia.go.id/kategori/keanekaragaman-hayati/2591/porang-si-liar-komoditas-ekspor?lang=1

Setiawan, D., dan T. Nugroho. 2021. Efektivitas Pengering Hybrid terhadap Kualitas Umbi Porang. Jurnal Agroindustri, 15(1), 30-38.

Pamungkas, D., R. A. Wibowo., dan S. Santosa. 2015. Dasar-dasar Fisika Cahaya dan Optik. Yogyakarta: Andi Offset.

Pratama, M. Z., R. Agustina., dan A. A. Munawar. 2020. Kajian Pengeringan Porang (Amorphophallus Oncophyllus) berdasarkan Variasi Ketebalan Lapisan Menggunakan Tray Drayer. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 5(1), 351-360.

Zamharir., Sukmawaty., dan A. Priyati. 2016. Analisis Pemanfaatan Energi Panas Pada Pengeringan Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Dengan Menggunakan Alat Pengering Efek Rumah Kaca (Erk). Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, 8(2), 264-274.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-26

Cara Mengutip

Afwan Munadi (2025) “Pengeringan Umbi Porang Menggunakan Alat Pengering Hybrid Tipe Rak TETA-FAR21”, Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal), 16(1), hlm. 14–24. doi: 10.35791/jteta.v16i1.64417.