Aktivitas antioksidan dan antibakteri daun kumis kucing (orthosiphon stamineus Benth) sebagai kandidat feed additive pada ayam pedaging
DOI:
https://doi.org/10.35792/zot.46.1.2026.66618Abstract
Daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antioksidan dan antibakteri, sehingga berpeluang digunakan sebagai feed additive alami pada ayam pedaging. Penggunaan antibiotik sintetis seperti antibiotic growth promoters (AGP) telah dilarang penggunaannya karena efek residu dan resistensi bakteri. Tujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan dan antibakteri ekstrak daun kumis kucing sebagai kandidat feed additive. Penelitian dilakukan secara deskripsi menggunakan metode maserasi untuk memperoleh ekstrak, dilanjutkan uji fitokimia, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, dan uji antibakteri metode difusi cakram terhadap Escherichia coli. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan alkaloid. Uji antioksidan menghasilkan nilai IC₅₀ sebesar 2,8 µg/mL yang termasuk kategori sangat kuat, sedangkan uji antibakteri menunjukkan zona hambat rata-rata 12 mm yang dikategorikan kuat dan mendekati efektivitas kontrol positif (ampisilin). Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak daun kumis kucing memiliki kemampuan menangkal radikal bebas serta menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Daun kumis kucing dapat dijadikan kandidat feed additive pada ayam pedaging karena memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri.
Kata Kunci:
Daun kumis kucing, antioksidan, antibakteri, feed additive, ayam pedaging.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 D.P.S. Telaumbanua, J. J. M. R. Londok, M. N. Regar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemegang hak cipta adalah penulis



