Kualitas fisik dan organoleptik bakso daging itik dicampur dengan madu

Authors

  • M.T. Somba Fakultas Peternakan Unsrat
  • S.E. Sakul Fakultas Peternakan Unsrat
  • J.A.D. Kalele Fakultas Peternakan Unsrat
  • S.M. Sembor Fakultas Peternakan Unsrat
  • F.S. Ratulangi Fakultas Peternakan Unsrat
  • S. Komansilan Fakultas Peternakan Unsrat
  • J.E.M. Soputan Fakultas Peternakan Unsrat

DOI:

https://doi.org/10.35792/zot.46.2.2026.67697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sampai sejauh mana campuran madu berpengaruh pada sifat fisik dan organoleptik pembuatan bakso daging itik. Bahan dan alat yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari: penggiling daging, timbangan, sendok, kertas saring Whatman 41, stopwatch, pH meter, aquades, aluminium foil, waterbath, mesin oven, plat kaca, wadah plastik, pisau, talenan, gelas ukur, pemberat 35 kg, stopwatch dan panci. Sementara bahan yang digunakan adalah daging itik, tepung tapioka, bawang putih, bahan penyedap, es batu, STPP 0,4% dari adonan dan madu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 (lima) perlakuan dan 4 (empat) ulangan untuk pengujian fisik dan organoleptik daging itik. Perlakuan terdiri P0 (tanpa campuran madu), P1 (10 mL campuran madu), P2 ( 20 mL campuran madu), P3 (30 mL campuran madu) dan P4 (40 mL campuran madu). Pengaruh perlakuan campuran madu terhadap sifat fisik memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) pada bakso daging itik. Pengaruh perlakuan terhadap uji organoleptik pada nilai warna dan aroma memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) pada bakso daging itik. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pencampuran madu pada bakso daging itik sampai 40 mL menghasilkan kualitas fisik dan organoleptik yang baik. 

Kata kunci: Daging itik,  Bakso, Madu

Downloads

Published

2026-07-07

Issue

Section

Articles