MUSEUM BUDAYA TORAJA DI TANA TORAJA. SEMIOTIKA DALAM ARSITEKTUR

Friska S. Patoding, Judy O. Waani, Vicky H. Makarau

Abstract


Di era globalisasi yang menuntut daya saing tinggi, dampak langsung globalisasi yang mencairkan batas-batas geopolitik suatu negara telah nyata membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan politik, ekonomi dan sosial budaya (John Naisbitt, 1944). Prediksi itu secara gradual juga melanda Indonesia yang ditandai oleh internalisasi paham kesejagatan seperti universalisme, humanisme, ideologi politik, sistem ekonomi dan ekologi, sebagai akibat logis dari interaksi antar budaya. Untuk mengantisipasi dampak dari kesejagatan tersebut, perlu adanya upaya perlindungan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya Indonesia baik dalam skala nasional maupun regional antara lain salah satunya melalui institusi kultural seperti museum.    Museum budaya merupakan salah satu wadah kebudayaan yang kehadirannya perlu diperhitungkan, karena cukup memberikan andil yang besar antara lain menyimpan dan melestarikan benda-benda seni dan budaya yang ditemukan terkandung makna yang dalam yang sanggup mengungkapkan peradaban manusia dari masa ke masa, merupakan wadah yang dapat memberikan inspirasi dalam perkembangan dunia pendidikan, merupakan wadah kebanggaan dan prestise bangsa yang juga merupakan promosi dalam perkembangan dunia pariwisata, dan merupakan wadah rekreatif, dimana dari penataan koleksi yang baik dapat membangkitkan emosi dari pengunjung.                
               
Tana Toraja yang merupakan salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi kepariwisataan yang cukup besar dan telah dikenal psampai keluar negeri dengan titik berat pada objek-objek : rekreasi, ekonomi, sejarah, seni dan budaya. Karena kebudayaan Tana Toraja yang masih sangat kental maka diharapkan kehadiran Museum Budaya di Tana Toraja ini bisa mewadahi peninggalan-peninggalan kebudayaan dan tradisi dari daerah ini serta hasil kreatifitas dan produktifitas para seniman dan pengrajin untuk mendapat perhatian serta perawatan sebagai upaya pelestarian kebudayaan nasional. Perancangan Museum Budaya Toraja di Tana Toraja ini menggunakan pendekatan tema perancangan “Semiotika dalam Arsitektur”. Konsep utama perancangan ini adalah penerapan nilai dan filosofi simbol-simbol serta tanda (semiotika) dari rumah adat Toraja yaitu bentukan atap Tongkonan, ukiran-ukiran dan dari budaya Toraja ke dalam bentuk fisik bangunan yaitu museum budaya Toraja.

Kata kunci           : Semiotika, Museum Budaya, Tana Toraja


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.