Effect of NPK ferlilizer (nitrogen, phosphorus, potassium) on seaweed, Kappaphycus alvarezii, growth and white spot desease prevention

Ramli A. Ismail, Edwin L.A. Ngangi, Markus T. Lasut

Abstract


Title (Bahasa Indonesia): Pengaruh pupuk NPK [nitrogen, fosfor, kalium] terhadap pertumbuhan dan penanggulangan penyakit ‘white spot’ pada rumput laut Kappaphycus alvarezii

 

This study aimed to analyze the effect of NPK fertilizer absorption on the growth of seaweed, Kappaphycus alvarezii, and the white spot disease prevention. This study could become a source of information for seaweed farmers to increase seaweed production through the use of NPK fertilizers. This study was conducted from January until March, 2014 in the waters of Toropot Village, the District of Bokan Islands, Banggai Laut. To know whether the different doses affect the white spot infection, ANOVA with Tukey's test was used. Results showed that all doses had the same potential to recover from white spot disease and heal faster than the control (no dose). The addition of nutrients N, P, and K at high dose could accelerate the recovery of the algae from white spot desease and increase the growth rate.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyerapan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan penanggulangan penyakit white spot pada rumput laut Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini dapat sebagai sumber informasi bagi pembudidaya rumput laut untuk meningkatkan produksi rumput laut melalui penggunaan pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan mulai Januari sampai Maret 2014 di perairan Desa Toropot, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut. Untuk mengetahui apakah perbedaan dosis memberikan pengaruh terhadap serangan white spot, maka dilakukan pengujian ANOVA dengan uji Tukey. Hasil menunjukkan bahwa bahwa semua dosis memiliki potensi yang sama untuk memulihkan penyakit white spot dan lebih cepat penyembuhannya dari kontrol (tanpa dosis). Penambahan nutrien N, P dan K pada dosis tinggi dapat mempercepat pemulihan alga dari penyakit white spot dan dapat meningkatkan laju pertumbuhannya.


Keywords


white spot desease; Kappaphycus alvarezii; Banggai Laut

Full Text:

PDF

References


ASLAN, L. M. (2005) Budidaya Rumput Laut. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

MADE ALI, M.I, PETRUS R, P and TJARONGE, M. (2008) Usaha Pencegahan Penyakit White spot Pada Budidaya Rumput Laut Melalui Aplikasi Pola Tanam. Unpublished Article. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. Maros. Sulawesi Selatan.

MUHSINA, (2013) Pemberian Dosis Pupuk NPK terhadap Peningkatan Produksi Rumput Laut Kappaphycus alvarezii. Unpublished Article. Fakultas Perikanan, Unismuh. Luwuk.

SILEA, J. LITA, M. (2006) Penggunaan Pupuk Bionik Pada Tanaman Rumput Laut K. alvarezii cottonii. Unpublished Article, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unidayan.

SULISTIJO, (2002) Penelitian Budidaya Rumput Laut di Indonesia. Jakarta: Puslitbang Oseanologi. LIPI.

SUTEDJO, M. M, (2008) Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineta Cipta.




DOI: https://doi.org/10.35800/jasm.2.1.2014.12389

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



   e-ISSN 2337-5000

 

The JASM is published by the Graduate Program of Sam Ratulangi University (UNSRAT), Manado, North Sulawesi, Indonesia.