PERKEMBANGAN EKONOMI SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN PROVINSI SULAWESI UTARA

Aldy Adrianus Tatali, Eddy Mantjoro, Florence V. Longdong

Abstract


PERKEMBANGAN EKONOMI SUBSEKTOR PERIKANAN

DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN PROVINSI SULAWESI UTARA1

Economic Development Fisheries Subsector in the South Minahasa Regency

Aldy Adrianus Tatali2, Eddy Mantjoro3, Florence V Longdong3

 

ABSTRACT

The Development of fisheries in North Sulawesi refers to fisheries subsector progress and national marine. Also look at the potential of natural resources, so that fisheries and marine sector to be one of the flagship program of economic development of North Sulawesi. By knowing the great potential of fisheries resources and the development of fishing effort, aquaculture and fisheries management efforts, the government set the fisheries subsector as one driving force of development. Fishermen fishing in coastal South Minahasa regency fishing along the coast and in the Celebes Sea. Most fishermen only catch about 2-3 miles away from the coast. For fishermen purse seine at a distance far enough from the coast 7-12 mill. Mariculture potential to be developed because it is supported by the marine and coastal areas of South Minahasa regency broad and potent. Some commodities, seeded mariculture in South Minahasa Regency is seaweed, grouper, giant travelly (bobara) and sea cucumbers. Production of processed fishery products in South Minahasa Regency is very diverse both in the traditional and modern though. Commodities processed fishery products in the form of wooden fish, salted fish, smoked fish/fufu and bakasang.


Keywords : economic, development, fisheries

 

ABSTRAK

Pengembangan usaha perikanan di Sulawesi Utara mengacu pada pembangunan subsektor perikanan dan kelautan nasional. Juga melihat potensi sumberdaya alam, sehingga dari sektor perikanan dan kelautan menjadi salah satu program unggulan pembangunan ekonomi Sulawesi Utara. Dengan mengetahui potensi sumberdaya perikanan yang besar dan perkembangan usaha penangkapan, budidaya dan usaha pengelolaan hasil perikanan maka pemerintah menetapkan subsektor perikanan sebagai salah satu motor penggerak pembangunan. Nelayan perikanan tangkap di pesisir Kabupaten Minahasa Selatan menangkap ikan sepanjang pantai maupun di Laut Sulawesi. Kebanyakan nelayan tradisional hanya menangkap ikan sekitar 2-3 mil jauhnya dari pantai. Bagi nelayan Purse Sein cukup jauh dengan jarak 7-12 mill dari pantai. Budidaya laut sangat potensial untuk dikembangkan karena di dukung oleh wilayah laut dan pesisir Kabupaten Minahasa Selatan yang luas dan potensial. Beberapa komoditi yang menjadi unggulan budidaya laut di Kabupaten Minahasa Selatan adalah rumput laut, ikan kerapu, ikan kuwe (bobara) dan teripang. Produksi olahan hasil perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan sangat beragam baik yang di olah secara tradisonal maupun modern. Komoditas olahan hasil perikanan itu berupa ikan kayu, ikan asin, ikan asap/fufu dan bakasang.

 


Kata kunci : ekonomi, pengembangan, perikanan

 


1 Bagian dari skripsi

2 Mahasiswa Program Studi Agrobisnis Perikanan FPIK-UNSRAT

3 Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi



Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35800/jip.1.2.2013.1249

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL ILMIAH PLATAX

Lisensi Creative Commons
Jurnal Ilmiah PLATAX disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
 
e_ISSN: 2302-3589
 

Editor in Chief

Alex D. Kambey

Phone: 082196305145

email: alex_dk@unsrat.ac.id   

Study Program of Aquatic Resources Management

Faculty of Fisheries and Marine Science, Sam Ratulangi University, Manado 95115, Indonesia