CO2 Absorptibility of Seagrass, Enhalus acoroides, From Tongkaina Coast, North Minahasa, North Sulawesi Province

Khristin I. F. Kondoy

Abstract


ABSTRACT

Climate change results from increase in green house effect and particles in the atmosphere. It comes from 1) fossil fuel combustion, green house gas removals, such as CO2, called  “brown carbon”, and dust particles called “black carbon”; 2) emission from forest vegetation clear cut, forest fire, and agricultural activities (fertilizer); 3) low ability of the natural ecosystem to absorb  carbon in photosynthesis and store it called “green carbon”.

Seagrass can function to absorb CO2 in photosynthesis that produces biomass providing important storage of carbon. Carbon held in a vegetation is separated into aboveground carbon and underground carbon.

CO2 absorptibility measurement used carbohydrate method. This measurement was aimed to know the ability of the seagrass, E. Acoroides, to absorb  CO2 through the carbohydrate content of the leaf. Results showed that CO2 absorptibility per individual of  E. acoroides was 0.50 g and the net absorptibility was 145.5 (g/Ha/hour.

Keyword: seagrass, CO2, E.acoroides

ABSTRAK

Perubahan iklim disebabkan karena meningkatnya kandungan gas rumah kaca dan partikel di atmosfer. Pertama, disebabkan karena pembakaran bahan bakar fosil, pelepasan gas rumah kaca seperti CO2, dikenal sebagai “brown carbon”, dan partikel debu, dikenal sebagai “black carbon”. Kedua, disebabkan karena emisi yang berasal dari penebangan vegetasi hutan, kebakaran hutan, dan emisi dari kegiatan pertanian (pupuk). Ketiga, disebabkan karena pengurangan kemampuan ekosistem alami untuk menyerap karbon dalam proses fotosintesis dan menyimpannya, dikenal sebagai “green carbon”.

Lamun dapat berperan dalam menyerap CO2 dalam proses fotosintesis. Fotosintesis pada lamun tersebut menghasilkan biomassa yang menyediakan simpanan penting karbon. Cadangan karbon yang tersimpan pada suatu vegetasi terbagi menjadi karbon di atas permukaan (above gound carbon) dan karbon yang berada di bawah permukaan atau dalam tanah (below gound carbon).

Pengukuran daya serap CO2 dalam penelitian ini menggunakan metode karbohidrat  Pengukuran ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan tumbuhan lamun E. acoroides yang ditemukan di lokasi penelitian dalam menyerap CO2 melalui kandungan karbohidrat daun. Hasil yang didapatkan adalah daya serap CO2 per individu  E. acoroides adalah 0,50 g dan daya  serap bersih per hektar luas lahan (E. acoroides 145.5 (g/Ha/jam).

Kata Kunci: Lamun, CO2, E.acoroides

1Staf pengajarFakultasPerikanandanIlmuKelautanUniversitas Sam Ratulangi


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35800/jip.4.1.2016.13454

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL ILMIAH PLATAX

Lisensi Creative Commons
Jurnal Ilmiah PLATAX disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
 
e_ISSN: 2302-3589
 

Editor in Chief

Alex D. Kambey

Phone: 082196305145

email: alex_dk@unsrat.ac.id   

Study Program of Aquatic Resources Management

Faculty of Fisheries and Marine Science, Sam Ratulangi University, Manado 95115, Indonesia