Bioteknologi Laut untuk Menghadapi Krisis Resistensi Antibiotik
DOI:
https://doi.org/10.35799/bioreact.v1i1.66614Kata Kunci:
bioteknologi laut, antibiotik baru, resistensi mikroba, metabolit sekunder, mikroorganisme lautAbstrak
Krisis resistensi antibiotik global telah menjadi tantangan besar dalam bidang kesehatan karena menurunkan efektivitas pengobatan infeksi mikroba, yang akan menyebabkan peningkatkan angka kesakitan dan kematian. Sumber daya laut dengan biodiversitas yang melimpah menjadi alternatif menjanjikan untuk menemukan senyawa bioaktif baru yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi antibiotik dengan mekanisme kerja berbeda dari yang ada saat ini. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi bioteknologi laut dalam menghasilkan antibiotik generasi baru melalui isolasi, ekstraksi, dan karakterisasi metabolit sekunder dari mikroorganisme laut, seperti bakteri, fungi, dan aktinomisetes. Kajian dilakukan menggunakan metode telaah literatur sistematis terhadap artikel ilmiah yang terindeks dalam PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar pada periode 2015–2025. Analisis difokuskan pada tahapan isolasi mikroba, optimasi kondisi kultur untuk meningkatkan produksi metabolit, skrining aktivitas antimikroba, serta pengembangan formulasi obat berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Hasil telaah menunjukkan bahwa mikroorganisme laut mampu menghasilkan berbagai metabolit sekunder dengan aktivitas antibakteri dan antifungi yang kuat, sehingga berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai antibiotik baru. Dengan demikian, bioteknologi laut memiliki prospek besar untuk menjawab krisis resistensi antimikroba, meskipun diperlukan dukungan penelitian lanjutan, pengembangan teknologi, serta kolaborasi multidisiplin agar dapat diaplikasikan secara luas di bidang medis