Bioindikator dan Bioremediasi Laut: Peran Mikroorganisme Laut dalam Mengurangi Pencemaran
DOI:
https://doi.org/10.35799/bioreact.v1i1.66615Kata Kunci:
mikroorganisme laut, bioindikator, bioremediasi, pencemaranAbstrak
Laut merupakan bagian penting dari lingkungan hidup yang memiliki banyak manfaat, baik sebagai tempat tinggal makhluk laut maupun sebagai penopang kehidupan manusia. Akan tetapi, laut sekarang ini sering tercemar oleh aktivitas manusia, seperti pembuangan limbah industri, pertanian, dan rumah tangga. Pencemaran tersebut membuat air laut menurun kualitasnya dan bisa mengganggu kehidupan ikan, tumbuhan laut, serta organisme lain yang ada di dalamnya. Namun demikian, terdapat permasalahan yaitu cara-cara lama yang digunakan untuk mendeteksi dan mengatasi pencemaran sering kurang ramah lingkungan dan tidak dapat menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Oleh karena itu, perlu adanya cara lain yang lebih baik dan lebih aman. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah memanfaatkan mikroorganisme laut. Mikroorganisme laut, seperti bakteri, alga, dan jamur, dapat digunakan sebagai bioindikator karena mereka dapat menunjukkan adanya pencemaran melalui perubahan dalam pertumbuhan atau aktivitasnya. Selain itu, mikroorganisme juga dapat dipakai dalam proses bioremediasi, yaitu membersihkan pencemaran dengan cara menguraikan, menyerap, atau mengikat zat berbahaya yang ada di laut. Dengan cara ini, pencemaran bisa dikurangi secara alami tanpa merusak lingkungan. Kajian ini merupakan review literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan mikroorganisme laut cukup menjanjikan, baik untuk memantau pencemaran maupun untuk mengurangi dampaknya. Mikroorganisme laut dapat menjadi solusi sederhana, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk menjaga laut tetap bersih dan sehat.