Pendampingan Masyarakat Petani Di Desa Sea Kabupaten Minahasa Dalam Penggunaan Pupuk Hayati Cair, Pgpr (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Untuk Peningkatan Hasil Pertanian
Keywords:
PGPR, Pendampingan Partisipatif, Pupuk Hayati, Pertanian Berkelanjutan, Desa SeaAbstract
Ketergantungan petani di Desa Sea, Kabupaten Minahasa, terhadap pupuk kimia berpotensi menyebabkan degradasi lahan dan membebani biaya produksi. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan program pendampingan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan dan mengaplikasikan Pupuk Hayati Cair PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai alternatif input pertanian yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi sosialisasi, pelatihan teori dan praktik pembuatan PGPR, serta pendampingan rutin. Sebagai pembuktian efektivitas, dilakukan Demonstrasi Plot (demplot) dengan membandingkan perlakuan PGPR plus 50% pupuk kimia terhadap kontrol (100% pupuk kimia). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan petani yang sangat signifikan, dari skor rata-rata pre-test 39,3 menjadi 85,5 pada post-test. Pada demplot, tanaman sawi yang diberi perlakuan PGPR menunjukkan performa pertumbuhan yang lebih unggul pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan kekokohan. Disimpulkan bahwa pendampingan partisipatif efektif dalam transfer teknologi, dan PGPR terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia hingga 50%. Program ini direkomendasikan untuk didiseminasikan secara lebih luas dan berkelanjutan.