PERANCANGAN AGROWISATA di MODOINDING, MINAHASA SELATAN-Estetika Lansekap

Authors

  • Felano Gregorio Laatung Sam Ratulangi University
  • Cynthia E. Wuisang
  • Aristotulus E. Tungka

Keywords:

Wisata, Pertanian, Agrowisata, Modoinding, Arsitektur Lansekap, Tourism, Agriculture, Agrotourism, Modoinding, Landscape Architecture

Abstract

Sebagai tempat yang dijuluki Dapur Indonesia timur, Kecamatan Modoinding menjadi salah satu ponsdasi untul menyokong perkembangan perekonomian nasional di bidang pertanian dan pariwisata. Dengan potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Modoinding terutama di sektor pertanian, Kec Modoinding menjadi produsen bahan pangan terbesar di Sulawesi Utara.

Untuk mengoptimalkan produktivitas dalam bidang pertanian dan pariwisata ke arah yang lebih modern diperlukan sebuah fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan edukasi, penelitian, budidaya, dan rekreasi yang meningkatkan nilai perekonomian sekaligus estetika dan keindahan alam dalam suatu kawasan. Perancangan objek agrowisata dapat menjadi solusi untuk permasalahan di atas. Selain menampung kegiatan edukasi, budidaya, dan pelestarian sumber daya alam, objek ini juga diperuntukan untuk destinasi wisata dengan memfokuskan pada potensi pertanian.

 Dengan pendekatan Tematik Arsitektur Lansekap, pada hakekatnya arsitektur lansekap adalaah ilmu dan seni perancangan atau perencanaan serta pengaturan ruang luar, penyusunan elemen-elemen alam dan buatan melalui ilmu pengetahuan dan budaya, dengan memperhatikan keseimbangan kebutuhan pelayanan dan pemeliharaan sumber daya, hingga pada akhirnya dapat tercipta suatu lingkungan yang fungsional dan estetis. Dengan kehadiran objek rancangan ini serta pendekatan tematik yang digunakan diharapkan mampu memberikan pemahaman dalam pemanfaatan ruang terbuka dan mampu bertindak dan menghasilgunakan potensi dan kemampuan lingkungan alam secara bijaksana sebagai kebutuhan lingkungan manusia.

 

As the place is nicknamed the "Kitchen of Eastern Indonesia," Modoinding Regency serves as a foundation supporting national economic development in the fields of agriculture and tourism. With its potential, especially in the agricultural sector, Modoinding Regency is the largest food producer in North Sulawesi.

To optimize agricultural productivity and tourism towards a more modern direction, facilities are needed that can accommodate educational, research, cultivation, and recreational activities that increase economic value while enhancing the aesthetics and natural beauty of the region. Agrotourism can be a solution to this problem. In addition to providing educational activities, cultivation, and natural resource conservation, these locations are also designated as tourist destinations with a focus on agricultural potential.

With a Thematic Landscape Architecture, landscape architecture is essentially the science and art of designing/planning and arranging outdoor spaces, arranging natural and artificial elements through the application of science and culture, while maintaining a balance between service needs and resource conservation, which ultimately creates a functional and aesthetic environment. The presence of design objects and this thematic approach is expected to provide an understanding of the use of open spaces and enable students to act wisely to utilize and utilize the potential and capabilities of the natural environment according to human needs.

Downloads

Published

2025-11-01

How to Cite

Laatung, F. G., Wuisang, C. E., & Tungka, A. E. (2025). PERANCANGAN AGROWISATA di MODOINDING, MINAHASA SELATAN-Estetika Lansekap. MEDIA MATRASAIN, 22(2), 63–72. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmm/article/view/63158

Similar Articles

<< < 28 29 30 31 32 33 

You may also start an advanced similarity search for this article.