Kajian Daya Dukung Wisata (Carrying Capacity) Di Taman Wisata Alam Batu Angus Kota Bitung
-Daya dukung fisik (Phycical Carring Capacity/PCC) -Daya dukung rill (Real Carrying Capacity/RCC) -Daya dukung efektif (Effctive Carrying Capacity/ECC)
DOI:
https://doi.org/10.35793/matrasain.v23i1.64647Keywords:
TWA Batu Angus, Daya Dukung Wisata, Carrying Capacity, Pengelolaan Berkelanjutan, Kota BitungAbstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Angus, Kota Bitung, sebagai dasar pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui observasi, survei, dan wawancara. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi literatur, peraturan perundang-undangan, data statistik, dan sumber relevan lainnya. Analisis daya dukung wisata dilakukan menggunakan formula Tourism Carrying Capacity (Cifuentes, 1992) untuk menentukan kapasitas maksimum pengunjung yang dapat diterima kawasan tanpa menimbulkan tekanan terhadap lingkungan maupun penurunan kualitas pengalaman wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung fisik (Physical Carrying Capacity/PCC) kawasan TWA Batu Angus sebesar 2.057 orang per hari, daya dukung riil (Real Carrying Capacity/RCC) sebesar 838 orang per hari, dan daya dukung efektif (Effective Carrying Capacity/ECC) sebesar 586 orang per hari. Rata-rata kunjungan harian wisatawan masih berada di bawah batas daya dukung efektif, namun pada bulan Mei tercatat 802 orang per hari dan pada bulan Juni 668 orang per hari tahun 2022, jumlah tersebut melampaui batas yang ditetapkan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan terhadap sumber daya lingkungan dan menurunkan kenyamanan pengunjung. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengaturan arus kunjungan, peningkatan fasilitas pendukung, serta pengawasan kapasitas kawasan agar aktivitas wisata di TWA Batu Angus dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Kata Kunci: TWA Batu Angus, Daya Dukung Wisata, Tourism Carrying Capacity, Pengelolaan Berkelanjutan
ABSTRACT
This study aims to analyze the tourism carrying capacity of Batu Angus Nature Tourism Park (TWA Batu Angus) in Bitung City as a basis for sustainable tourism management. The research employs both quantitative and qualitative methods, with primary data collected through observation, surveys, and interviews. Secondary data were obtained from literature reviews, regulations, statistical data, and other relevant sources. The analysis of tourism carrying capacity was conducted using the Tourism Carrying Capacity formula proposed by Cifuentes (1992) to determine the maximum number of visitors that can be accommodated without causing environmental degradation or reducing the quality of visitor experience. The results show that the Physical Carrying Capacity (PCC) of the Batu Angus Nature Tourism Park is 2,057 visitors per day, the Real Carrying Capacity (RCC) is 838 visitors per day, and the Effective Carrying Capacity (ECC) is 586 visitors per day. The average daily number of visitors remains below the effective carrying capacity limit; however, during May (802 visitors/day) and June (668 visitors/day) of 2022, visitor numbers exceeded this threshold. This condition potentially exerts pressure on environmental resources and decreases visitor comfort. Therefore, strategies for regulating visitor flow, improving supporting facilities, and monitoring the site’s capacity are required to ensure that tourism activities in TWA Batu Angus can be managed sustainably.
Keywords: Batu Angus Nature Tourism Park, Tourism Carrying Capacity, Sustainable Management, Visitor Capacity
References
Cifuentes, M. (1992). Determinacion de capacidad de carga truistica en areas protegidas. Publicacion patrocinada por el Fondo Mundial para la Naturaleza (WWF). Serie Tecnica Informe Tecnico No. 194. Centro Agronomico Tropical de Investigacion y Ensenanza.
Efendi, Y., Slamet, R., & Siahaan, S. (2019). Penilaian daya tarik wisata Ai Sipatn Lotup Peruntan di Desa Sape, Kabupaten Sanggau. Jurnal Hutan Lestari, 7(1), 372–378. https://doi.org/10.26418/jhl.v7i1.31961
Ernamaiyanti, & Yunanda, M. (2019). Analisis daya dukung dan daya tampung lahan pengembangan perumahan dan pemukiman Provinsi Banten. Jurnal Teknik Sipil, 9(1), 25–31. https://doi.org/10.36546/tekniksipil.v9i1.266
Hassan, S. R., Hassan, M. K., & Islam, M. S. (2014). Tourist-group consideration in tourism carrying capacity assessment: A new approach for the Saint Martin’s island, Bangladesh. Journal of Economics and Sustainable Development, 5(19), 150–158.
Kendran, D. A., Kusuma, H. E., & Riska, A. S. (2021). Korespondensi preferensi dan karakteristik tipe wisatawan grup pada kawasan agrowisata. Jurnal Lanskap Indonesia, 13(1), 7–12. https://doi.org/10.29244/jli.v13i1.33072
MacKinnon, J. R. (1990). Pengelolaan kawasan yang dilindungi di daerah tropika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nawari, N., Isjoni, I., & Zulkarnaini, Z. (2021). Kesesuaian dan daya dukung lingkungan untuk pengembangan ekowisata di kawasan hutan Gunung Mareje Utara Kabupaten Lombok Tengah. Dinamika Lingkungan Indonesia, 8(1), 17–28.
Peraturan Daerah Kota Bitung Nomor 5 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Bitung 2017–2025.
Peraturan Daerah Kota Bitung Nomor 11 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bitung Tahun 2013–2033.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah.
Poedjiastoeti, H., Widyasamratri, H., & Arista, C. D. (2022). Analysis of the carrying capacity of tourism area in Maron Mangrove Edu Park (MMEP) Semarang. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 955(1), 012020. https://doi.org/10.1088/1755-1315/955/1/012020
Purwanti, N. D., & Dewi, R. M. (2014). Pengaruh jumlah kunjungan wisatawan terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Mojokerto tahun 2006–2013. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 2(3), 1–12.
Rusyidi, B., & Ferdyansyah, M. (2018). Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Jurnal Destinasi Pariwisata, 1(3), 155–165. https://doi.org/10.24843/jdepar.2017.v05.i01.p26
Saefullah. (2017). Pengelolaan kawasan konservasi berkelanjutan melalui skema partisipasi dan kolaborasi. Buletin Sumber Informasi Alam dan Lingkungan, 9. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi.
Sasmita, E. (2014). Analisis daya dukung wisata sebagai upaya mendukung fungsi konservasi dan wisata di Kebun Raya Cibodas Kabupaten Cianjur. Jurnal Manajemen Resort dan Leisure, 11(2), 71–84.
Soemarwoto, R. (2022). Changing perceptions of nature in upland West Java: The Kasepuhan case. https://doi.org/10.22024/UNIKENT/01.02.94667
Suta, P. W. P., & Mahagangga, I. G. A. O. (2018). Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Jurnal Destinasi Pariwisata, 5(1), 144. https://doi.org/10.24843/jdepar.2017.v05.i01.p26
United Nations World Tourism Organization. (2015). Carrying capacity. Madrid: UNWTO.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Yulianda, F. (2019). Ekowisata perairan (Vol. C.01).
Zakaria, F., & Suprihardjo, R. D. (2014). Konsep pengembangan kawasan desa wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Jurnal Teknik Pomits, 3(2), 245–249. https://doi.org/10.1097/00130404200409000-00009
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alamsyah Alam, Fela Warouw Fella, Frits Ontang Poedjianto Siregar Frits, Herman Teguh Herteg

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
