Gambaran Korban Kekerasan Seksual di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado Tahun 2024

Authors

  • Mahatop A. Siregar Universitas Sam Ratulangi
  • Nola T. S. Mallo Universitas Sam Ratulangi
  • Djemi Tomuka Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/msj.v8i2.67151

Keywords:

kekerasan seksual; percabulan; pemerkosaan

Abstract

Abstract: Sexual violence carries numerous negative impacts and tends to increase, even though underreporting remains high. This study aimed to describe the characteristics of sexual violence victims at Bhayangkara Hospital Level III Manado in 2024. This was a descriptive retrospective study with a cross-sectional design using secondary data obtained from Visum et Repertum. The results identified 314 cases of sexual violence in year 2024. The majority of cases were female victims (98.4%) and aged 13–17 years (58.6%). Based on victims’ addresses, majority of victims came from North Minahasa Regency (42%), while Tuminting District was the most common origin in Manado (7.6%). The highest percentages were found in students as the occupational group (89.2%), boyfriends as the perpetrators in terms of social relationship with the victims (38.9%), underwent examination more than 72 hours after the incident (64.3%), lacerations as the injury type (77.2%), old hymenal tears (84.7%), and hymen as the most frequent injury site (77%). In conclusion, the majority of victims are students aged 13–17 years. The high number of sexual violence cases needs to be intervened in order to reduce the rate of sexual violence, such as: early age sexual education and outreach for reporting when experiencing sexual violence to reduce the negative impact of the incident.

Keywords: sexual violence; fornication; rape

 

Abstrak: Kekerasan seksual memiliki banyak dampak negatif dan cenderung mengalami peningkatan meskipun under reporting masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran korban kekerasan seksual di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado tahun 2024. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif  dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder dari hasil Visum et Repertum. Hasil penelitian mendapatkan 314 kasus kekerasan seksual pada tahun 2024. Mayoritas korban kasus kekerasan seksual berjenis kelamin perempuan (98,4%), berada pada rentang usia 13-17 tahun (58,6%). Alamat korban terbanyak berasal dari Kabupaten Minahasa Utara (42%) dan Kecamatan Tuminting di Kota Manado (7,6%). Persentase tertinggi didapatkan pada pekerjaan sebagai pelajar (89,2%), pacar sebagai hubungan sosial antara korban dengan pelaku (38,9%), korban diperiksa setelah >72 jam setelah kekerasan seksual terjadi (64,3%), terdapat luka robek (77,2%), robekan lama pada hymen (84,7%), dan hymen sebagai lokasi luka yang paling banyak ditemukan (77%). Simpulan penelitian ini ialah kasus kekerasan seksual kebanyakan pelajar dan rentang usia 13-17 tahun. Tingginya kasus kekerasan seksual perlu untuk diintervensi agar menekan angka kekerasan seksual, seperti: pendidikan seksual usia dini dan penyuluhan untuk pelaporan ketika mengalami kekerasan seksual untuk mengurangi dampak negatif dari peristiwa itu.

Kata kunci: kekerasan seksual; percabulan; pemerkosaan

Author Biographies

Mahatop A. Siregar, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Nola T. S. Mallo, Universitas Sam Ratulangi

Bidang Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi - RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, Indonesia

Djemi Tomuka, Universitas Sam Ratulangi

Bidang Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi - RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, Indonesia

References

1. Riza AY, Susiana S. Kekerasan seksual terhadap perempuan dalam relasi kuasa. INFO Singk. 2025;XVII(8):3–5. Available from: https://www.dpr.go.id/akd/index/id/Tentang-Komisi-VIII

2. Lippi GC, KoruaJ HYR. Perlindungan hukum terhadap perempuan akibat pemerkosaan dalam kekerasan seksual. J Fak Huk. 2025;15(4):1–23. Doi: https://doi.org/10.62379/c0gmmk85

3. Mulder J, Teunissen TAM, Pranger ES, Hiddink-Til A, Lagro-Janssen ALM. Reporting after sexual violence: The influence of victim, assault and perpetrator characteristics. J Forensic Leg Med. 2021;79:102076.

Doi: https://doi.org/10.1016/j.jflm.2020.102076

4. Song C, Wang G, Wu H. Frequency and barriers of reporting workplace sexual abuse in nurses. Int J Nurs Sci. 2020;8(1):65-70. Doi: https://doi.org/10.1016/j.ijnss.2020.11.006

5. Putri R, Pembayun NIP, Qolbi W. Dampak kekerasan seksual terhadap perempuan: Sebuah sistematik review. J Psikol. 2024;1(4):17. Doi: https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2599

6. Korvinus HCD. Berbagai perspektif: Investigasi mengenai kinerja tugas wakil polisi dan pendekatan mereka terhadap korban. Den Haag (NL): Kementerian Keamanan dan Kehakiman Belanda, Inspectorate of Justice and Security; 2020. 120 p.

7. Afandi D. Visum et Repertum. Tata Laksana dan Teknik Pembuatan (2nd ed). Pekanbaru: Fakultas Kedokteran Universitas Riau; 2017. ISBN: 978-602-UR-0000-0.

8. World Health Organization. Sex Violence Against Women.pdf [Internet]. 2024. Available from: https://bit.ly/48kGqXy

9. Kemenpppa. CATAHU Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2024. Jakarta: KNAKP; 2025. p. 1–13. Available from: https://bit.ly/4a7ThP9

10. Pagayang KT, Mallo J, Tomuka D. Gambaran VeR pada perkosaan di RS Bhayangkara Manado periode Juli 2015 sd Juni 2016. J Kedokt Komunitas Trop. 2016;4(4):163-5. Available from: https://ejournal.unsrat. ac.id/v3/index.php/JKKT/article/view/14821.

11. Redaksi M. Berita dugaan Kekerasan seksual kepada Mahasiswa Unsrat di lokasi PBL.pdf. Available from: https://bit.ly/4pskEYL

12. DPR-RI KI. UU TPKS Nomor 12 Tahun 2022 Vol. 1. Jakarta; 2022. p. 3. Available from: https://peraturan.bpk.go.id/Details/207944/uu-no-12-tahun-2022

13. Raj A, Rao N, Patel P, Kearl H, Skolnick C. A National study of sexual harassment and assault in the United States. 2024. Available from: https://newcomb.tulane.edu/content/metoo-research

14. Angeline TJ, Sulistyorini N, Irmawati M, Dewi RK. Profile of alleged criminal offenses of child abuse at Ibnu Sina Gresik Hospital in 2020-2023. World J Adv Res Rev. Doi: https://doi.org/10.30574/wjarr.2024.24.3.3810

15. Julanda BP, Lubis A, Marbun DI, Ismurrizal, Arviandi R. Sexual violence case profile at the Regional RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai in 2022. J Indones Forens Leg Med. 2024;5(2):507–14. Doi: https://doi.org/10.20884/1.jfmi.2024.5.2.11949

16. Latjengke AP, Tomuka D, Kristanto EG. Gambaran kekerasan seksual di RS Bhayangkara Manado 2017- 2019. e-CliniC. 2020;8(28):222–8. Doi: https://doi.org/10.35790/ecl.v8i2.30181

17. Rusman AA, Dwi PM, Nurlaela L. Overview of cases of violence against women and children in Gunung Jati Hospital, Cirebon in 2021 2022. J EduHealth. 2024;15(2):1194–1203.. Available from: https://ejournal. seaninstitute.or.id/index.php/healt/issue/view/101

18. Hidayat T, Susanti R, Manela C. 5 years retrospective study of child abuse at Dr. M. Djamil Hospital Padang. J Midwifery. 2020;5(2):45–54. Doi: https://doi.org/10.25077/jom.5.2.45-54.2020

19. Adyana GHE. Karakteristik kasus pada VeR pada kekerasan seksual di RSUP Sanglah Bali. J Kedokteran Univ Palangka Raya. 2021;9(1):1248–56. Doi: https://doi.org/10.37304/jkupr.v9i1.2864

20. Fikrya AI, Hariyani IP, Anggraini D. Profil kasus kekerasan seksual di Rumah Sakit Bhayangkara Padang Periode 2018–2019. Sciena J Health Sci. 2023;2(1):16–23. Doi: https://doi.org/10.56260/sciena.v2i1.85

21. Yusmana FL, Lokarjana L, Fathya NA. Gambaran korban kasus kekerasan seksual di RSUD Bayu Asih tahun 2022-2024. MagnaSalus. 2025;7(2):40-8. Available from: https://journalversa.com/s/index.php/jkk/article/ view/762?utm_source=chatgpt.com

22. Karima VL. Hubungan pola luka di regio genital dan perianal dengan kekerasan seksual. Semarang: Univeritas Islam Sultan Agung; 2025. Available from: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/38864

Downloads

Published

2026-05-06

How to Cite

Siregar, M. A., Mallo, N. T. S., & Tomuka, D. (2026). Gambaran Korban Kekerasan Seksual di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado Tahun 2024. Medical Scope Journal, 8(2), 290–296. https://doi.org/10.35790/msj.v8i2.67151