Stock Status for Sustainable Management of Small Pelagic Fish Targeted in Minahasa Peninsula Waters
DOI:
https://doi.org/10.35800/jip.v14i1.67752Keywords:
pelagic, sustainable, sexual maturity, fishAbstract
This study aims to determine the size of pelagic fish at first sexual maturity as a basis for analyzing the balance between immature and mature fish in the catch. The mesh size of the fishing gear is also assessed to determine whether it aligns with the height of mature fish. Both of these factors are crucial for ensuring sustainable management of small pelagic fish targeted in Minahasa Peninsula waters. Monitoring of small pelagic fish stocks can be conducted by analyzing the length-weight and gonad maturity levels of small pelagic fish. The conditions at capture are compared to the minimum size, maximum size, and size at gonad maturity of fish in specific waters. The analysis in this study compares fish sizes from two fishing grounds: Sulawesi waters (TPI Tumumpa) and Maluku waters (TPI Aertembaga). This research provides an overview of small pelagic fish stocks in terms of sustainability. This aligns with the research areas of excellence at Sam Ratulangi University.
Keywords: pelagic; sustainable; sexual maturity; fish
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menentukan ukuran ikan pelagis pertama kali matang kelamin sebagai dasar menganalisis keseimbangan jumlah ikan berukuran belum dan sudah matang kelamin pada ikan hasil tangkapan. Menilai ukuran mata jaring pada alat tangkap apakah sudah sesuai dengan ukuran tinggi badan ikan yang sudah matang kelamin. Kedua hal di atas penting agar bisa menjamin kegiatan pengelolaan berkelanjutan pada ikan pelagis kecil sebagai ikan target di perairan Minahasa Peninsula. Pemantauan stok ikan pelagis kecil dapat dilakukan dengan analisis ukuran panjang-berat dan tingkat kematangan gonad dari ikan pelagis kecil. Kondisi saat tertangkap akan dibandingkan dengan ukuran minimum ikan, ukuran maksimum ikan, dan ukuran saat matang gonad ikan di perairan tertentu. Analisis pada penelitian ini dilakukan dengan membandingkan ukuran ikan dari dua daerah penangkapan, yakni perairan Sulawesi (TPI Tumumpa) dan perairan Maluku (TPI Aertembaga). Penelitian ini menghasilkan gambaran stok ikan pelagis kecil dalam kaitan dengan kebelanjutannya. Hal ini sesuai dengan bidang unggulan penelitian dari Universitas Sam Ratulangi.
Kata kunci: pelagis; berkelanjutan; matang kelamin; ikan
References
Sparre P. and S. C. Venema. 1999. Introduksi Pengkajian Stok Ikan Tropis. Buku 1. Manual. FAO dan PPPP-BPPP Jakarta.
Nontji, A. 1993. Laut Nusantara Cetakan 2. Penerbit Djambatan. Jakarta. 367 p.
Nontji, A. 2007. Laut Nusantara Cetakan 5. Penerbit Djambatan. Jakarta. 372 p
Mogea D, L.J. L. Lumingas & G.E. Mamuaya. 2019. Analisis Biometri Otolit (Sagitta) Untuk Pemisahan Stok Ikan Cakalang Katwonus pelamis (Linnaeus, 1758) Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa (Manado), Sulawesi Utara. Platax 7: (2) 401 – 412 2
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 2014. Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia No. 18/PERMEN-KP/2014 Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta.
WCS. 2022. Basis Data Perikanan Pelagis Kecil di Sulawesi Utara Indonesia, Bogor. http://data-ikan.org/sulut_kecil/ [dikunjungi 4 Maret 2023]
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 2013. Profil Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara Untuk Mendukung Industrialisasi KP. Pusat Data, Statistik dan Informasi Sekertariat Jenderal, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta.
Manginsela F.B. 2020. Analisis Morfometri Otolit SagittaIkan Layang Anggur Decapterus kurroides Bleeker, 1855 Dan Ikan Layang Biru D. macarellus (Cuvier, 1833) Dari Teluk Manado Dan T. Kema, Sulawesi Utara. Disertasi. Universitas Sam Ratulangi. Manado.
Rahardjo, M. F.; D.S. Syafei, R. Affandi; Sulistiono dan J. Hutabarat. 2010. Iktiology. CV Lubuk Agung. Bandung. OK
Dallzel.. 1988. Small Pelagic Fishes. Pacific Islands Forum Fisheries Agency. Solomon Islands.
Hariati T. and E. Sriyati. 2000. Keanekaragaman Jenis Ikan Pelagis Kecil Yang Tertangkap Pukat Cincin di Selat Malaka, Prosiding Seminar Nasional Keanekaragaman Hayati Ikan, Balai Penelitian Perikana Laut Jakarta.
Allen, G. 1999. Marine Fishes of South East Asia. Periplus. Singapura.
Rehattaa B.M., M. M. Kamal, M. Boer, A.Fahrudin, Zairion. 2020. Strategi pengelolaan perikanan pelagis kecil dengan pendekatan ekosistem di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Journal of Natural Resources and EnvironmentalManagement 10(3): 446-460. http://dx.doi.org/10.29244/jpsl.10.3.446-460.E-ISSN: 2460-5824 http://journal.ipb.ac.id/index.php/jps
Maunder M.N., J.R. Sibert, A. Fonteneau, J. Hampton, P. Kleiber, S.J. Harley. 2006. Interpreting catch per unit effort data to assess the status of individual stocks and communities. ICES Journal of Marine Science. 63: 1373-1385. doi: 10.1016/ j.icesjms.2006.05.008.
Ohoiwutun E. C. 2015. Strategi Pengembangan Penangkapan Ikan Pelagis Kecil dengan Alat Tangkap Jaring Insang di Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Sains Terapan Edisi V Vol-5 (1) : 50 – 59
Zainuddin M. & M. Ridwan. 2017. Formasi Alat Tangkap Ikan Pelagis Berdasarkan
Distribusi Zona Potensi Penangkapan Di Perairan Sulawesi Barat. Jurnal IPTEKS PSP, Vol.3(5) : 32 – 38
Muharam N.H., W. Kantun, W.J. Moka. 2020. Indeks Kematangan Gonad Dan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad Ikan Selar Bentong (Selar crumenophthalmus BLOCH, 1793) . di Perairan Kwandang, Gorontalo Utara. Journal of Fisheries and Marine Science Vol 2. No. 1. (2020)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anneke V. Lohoo, Fanny Silloy, Effendie Panghutan Sitanggang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).


































