Implementation of Quota-Based Measured Fishing and Its Perceived Impacts on Local Fishers and Fisheries Businesses in Bitung, Indonesia

Authors

  • Muhammad Rizal Dahlan Master of Marine Science Program, Postgraduate Program, Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia
  • Patrice N. I. Kalangi Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia
  • Swenekhe Sandra Durand Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia
  • Lefrand Manoppo Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia
  • Grevo G. Gerung Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia
  • Burhan Niode Faculty of Government Science, Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35800/jip.v14i2.68868

Keywords:

fisheries policy, measured fishing, catch quota, local fishers, fisheries businesses, PLS-SEM

Abstract

Indonesia’s quota-based Measured Fishing Policy (Penangkapan Ikan Terukur, PIT) shifts capture fisheries management toward catch-based output control. This study examined PIT implementation in Bitung and its association with the perceived socioeconomic conditions of local fishers and the activity and sustainability of fisheries businesses. The study was conducted from March to June 2026 using a quantitative approach supported by semi-structured interviews and document review. Fifty-one respondents, comprising local fishers and fisheries business actors, were purposively selected. Policy implementation was measured through communication, resources, disposition, and bureaucratic structure based on the Edwards III framework. Questionnaire data were analysed using partial least squares structural equation modelling (PLS-SEM) in SmartPLS 4. All indicators had outer loadings above 0.70, while average variance extracted, Cronbach’s alpha, and composite reliability met the criteria for convergent validity and internal consistency. In the fisher model, the four implementation dimensions explained 76.0% of the variance in perceived socioeconomic conditions (R²=0.760), with resources as the only positive and significant dimension (β=0.755; p=0.020). In the business model, 56.4% of the variance in business activity and sustainability was explained (R²=0.564), and communication was the only positive and significant dimension (β=0.417; p=0.002). The findings indicate that PIT requires differentiated implementation strategies: stronger resource support for local fishers and consistent regulatory communication for fisheries businesses. Path estimates in the fisher model should be interpreted cautiously because three implementation dimensions showed high multicollinearity.

Keywords: fisheries policy; measured fishing; catch quota; local fishers; fisheries businesses; PLS-SEM

Abstrak.  Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) mengarahkan pengelolaan perikanan tangkap Indonesia pada pengendalian hasil berbasis kuota. Penelitian ini menganalisis implementasi PIT di Kota Bitung serta hubungannya dengan persepsi kondisi sosial ekonomi nelayan lokal dan aktivitas serta keberlanjutan usaha perikanan. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Juni 2026 menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung wawancara semi-terstruktur dan telaah dokumen. Sebanyak 51 responden yang terdiri atas nelayan lokal dan pelaku usaha perikanan dipilih secara purposif. Implementasi kebijakan diukur melalui dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi berdasarkan model Edwards III. Data kuesioner dianalisis menggunakan partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Seluruh indikator memiliki outer loading lebih dari 0,70, sedangkan nilai average variance extracted, Cronbach’s alpha, dan composite reliability memenuhi kriteria validitas konvergen dan konsistensi internal. Pada model nelayan, keempat dimensi implementasi menjelaskan 76,0% variasi persepsi kondisi sosial ekonomi (R²=0,760), dengan sumber daya sebagai satu-satunya dimensi yang berhubungan positif dan signifikan (β=0,755; p=0,020). Pada model pelaku usaha, 56,4% variasi aktivitas dan keberlanjutan usaha dapat dijelaskan (R²=0,564), dan komunikasi merupakan satu-satunya dimensi yang berhubungan positif dan signifikan (β=0,417; p=0,002). Temuan menunjukkan bahwa penerapan PIT memerlukan strategi yang berbeda menurut kelompok sasaran, yaitu penguatan dukungan sumber daya bagi nelayan lokal dan komunikasi regulasi yang konsisten bagi pelaku usaha. Estimasi jalur pada model nelayan perlu ditafsirkan secara hati-hati karena terdapat multi kolinearitas tinggi pada tiga dimensi implementasi.

Kata kunci: kebijakan perikanan; penangkapan ikan terukur; kuota penangkapan; nelayan lokal; pelaku usaha perikanan; PLS-SEM

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bertheussen, B. A., & Vassdal, T. (2023). Appropriation of economic values in a rights-based fishery. Ocean & Coastal Management, 237, 106537. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2023.106537

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Crosman, K. M., Allison, E. H., Ota, Y., Cisneros-Montemayor, A. M., Singh, G. G., Swartz, W., et al. (2022). Social equity is key to sustainable ocean governance. npj Ocean Sustainability, 1, 4. https://doi.org/10.1038/s44183-022-00001-7

Edwards III, G. C. (1980). Implementing public policy. Congressional Quarterly Press.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2026). The State of World Fisheries and Aquaculture 2026. FAO.

Gerungan, K. K. I., Darmastuti, R., & Kristiyani, D. N. (2024). Strategi komunikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mensosialisasikan kebijakan Penangkapan Ikan Terukur: Studi kasus nelayan Kota Tegal. Scriptura, 14(1), 1-13. https://doi.org/10.9744/scriptura.14.1.1-13

Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). SAGE Publications.

Hair, J. F., Risher, J. J., Sarstedt, M., & Ringle, C. M. (2019). When to use and how to report the results of PLS-SEM. European Business Review, 31(1), 2-24. https://doi.org/10.1108/EBR-11-2018-0203

Henseler, J., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2015). A new criterion for assessing discriminant validity in variance-based structural equation modeling. Journal of the Academy of Marketing Science, 43, 115-135. https://doi.org/10.1007/s11747-014-0403-8

Hoshino, E., van Putten, I., Pascoe, S., & Vieira, S. (2020). Individual transferable quotas in achieving multiple objectives of fisheries management. Marine Policy, 113, 103744. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2019.103744

Islam, M. M., & Chuenpagdee, R. (2022). Towards a classification of vulnerability of small-scale fisheries. Environmental Science & Policy, 134, 1-12. https://doi.org/10.1016/j.envsci.2022.03.023

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur.

Luthfia, S. S. (2023). Mengupas tata kelola perikanan nasional melalui PP No. 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur demi mewujudkan blue economy. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 12(3), 483-501. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v12i3.1374

Nugroho, P. C., Suherman, A., Jayanto, B. B., Hernuryadin, Y., Suroso, W., & Kurohman, F. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan Penangkapan Ikan Terukur di Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan, Pacitan, Jawa Timur. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 17(2), 91-104. https://doi.org/10.15578/jkpi.17.2.2025.91-104

Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur.

Pertasari, A., Yuliani, F., & As’ari, H. (2025). Kesiapan implementasi kebijakan Penangkapan Ikan Terukur di Kota Dumai Provinsi Riau. Jurnal Niara, 18(2), 572-583. https://doi.org/10.31849/ewf85361

Roberts, C., Béné, C., Bennett, N., et al. (2024). Rethinking sustainability of marine fisheries for a fast-changing planet. npj Ocean Sustainability, 3, 41. https://doi.org/10.1038/s44183-024-00078-2

Sari, I., Ichsan, M., White, A., Raup, S. A., & Wisudo, S. H. (2021). Monitoring small-scale fisheries catches in Indonesia through a fishing logbook system: Challenges and strategies. Marine Policy, 134, 104770. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2021.104770

Short, R. E., Gelcich, S., Little, D. C., et al. (2021). Harnessing the diversity of small-scale actors is key to the future of aquatic food systems. Nature Food, 2, 733-741. https://doi.org/10.1038/s43016-021-00363-0

Tawari, R. H. S., Hastari, P., & Haruna. (2025). Persepsi penerapan kebijakan kuota dan dampaknya bagi nelayan lokal dalam skema Penangkapan Ikan Terukur di Kepulauan Banda. AMANISAL: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap, 14(1), 59-70. https://doi.org/10.30598/amanisal.v14i1.18847

Trenggono, S. W. (2023). Penangkapan Ikan Terukur berbasis kuota untuk keberlanjutan sumber daya perikanan di Indonesia. Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan, Edisi Khusus, 1-8. https://doi.org/10.15578/jkpt.v1i0.12057

Witomo, C. M., & Wardono, B. (2012). Potret perikanan tangkap tuna, cakalang, dan layang di Kota Bitung. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 7(1), 7-13. https://doi.org/10.15578/marina.v7i1.4592

Zulham, A. (2011). Industri perikanan di Bitung. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 6(2), 53-58. https://doi.org/10.15578/marina.v6i2.5814

Downloads

Published

2026-07-13

Issue

Section

Original Research Article

How to Cite

Implementation of Quota-Based Measured Fishing and Its Perceived Impacts on Local Fishers and Fisheries Businesses in Bitung, Indonesia. (2026). Jurnal Ilmiah PLATAX, 14(2), 799-808. https://doi.org/10.35800/jip.v14i2.68868