Strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dalam Memberikan Pendidikan Politik Bagi Generasi Z Menghadapi Pilkada Tahun 2024 di Desa Bentena Induk Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara
DOI:
https://doi.org/10.35797/jp.v13i2.63532Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam memberikan pendidikan politik kepada Generasi Z di Desa Bentenan Induk, Kabupaten Minahasa Tenggara, menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya tingkat partisipasi politik Generasi Z, yang meskipun tumbuh di era kemajuan teknologi, masih menunjukkan minimnya ketertarikan dan keterlibatan dalam isu politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk menggali strategi PDIP dalam meningkatkan kesadaran politik generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDIP memiliki tujuan jangka panjang membentuk Generasi Z sebagai pemilih cerdas dan kritis melalui sosialisasi tatap muka, diskusi santai di balai desa, simulasi pemilu, serta pelibatan kader ranting sebagai fasilitator. Penyesuaian struktur organisasi partai di tingkat desa, termasuk kolaborasi dengan pemerintah desa, menjadi bukti penerapan prinsip structure follows strategy. Meskipun tantangan muncul akibat keterbatasan kehadiran fisik Generasi Z yang banyak merantau, strategi PDIP terbukti efektif dalam membangun kesadaran politik dan mendorong partisipasi mereka menjelang Pilkada 2024. Penelitian ini merekomendasikan agar program pendidikan politik dilaksanakan secara rutin, berkelanjutan, dan dengan pendekatan yang adaptif, sehingga Generasi Z dapat menjadi pemilih yang aktif, berintegritas, dan berkontribusi pada penguatan demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.
Kata Kunci: Strategi Politik, Pendidikan Politik, Generasi Z
ABSTRACT
This study analyzes the strategy of the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP) in providing political education to Generation Z in Bentenan Induk Village, Southeast Minahasa Regency, ahead of the 2024 Regional Head Election (Pilkada). The research is motivated by the low level of political participation among Generation Z, who, despite growing up in the digital era, often display limited interest and engagement in political issues. Using a descriptive qualitative approach with in-depth interviews, observation, and documentation, the study explores PDIP’s efforts to raise political awareness among young voters. Findings reveal that PDIP has a long-term goal of shaping Generation Z into smart and critical voters through face-to-face outreach, informal village hall discussions, election simulations, and the involvement of local branch cadres as facilitators. Organizational structure adjustments at the village level, including collaboration with local government, reflect the practical application of the structure follows strategy principle. Despite challenges such as the physical absence of many Generation Z members who work or study elsewhere, PDIP’s strategy has proven effective in fostering political awareness and encouraging participation ahead of the 2024 Pilkada. The study recommends implementing political education programs regularly, sustainably, and with adaptive approaches so that Generation Z can become active, integrity-driven voters who contribute to strengthening democracy at both local and national levels.
Keywords: Political Strategy, Political Education, Generation Z

