Potensi Dan Peluang Serta Tantangan Perempuan Dalam Politik Ditinjau Dari Perspektif Feminisme
(Analisis Perspektif Anggota Legislatif Perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara)
DOI:
https://doi.org/10.35797/jp.v13i2.64626Abstract
ABSTRAKKesetaraan gender dan emansipasi wanita telah menjadi fokus utama dalam diskusi publik, terutama di Indonesia yang mengalami perubahan politik signifikan. Artikel ini mengeksplorasi potensi, peluang, dan tantangan keterlibatan perempuan dalam politik di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara dari perspektif feminisme. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui wawancara dan analisis dokumen, penelitian ini menemukan bahwa meskipun kuota 30% perempuan dalam legislasi telah tercapai, kualitas keterwakilan masih memerlukan perhatian. Penelitian ini menyoroti tantangan seperti politik dinasti dan politik uang yang menghambat efektivitas partisipasi perempuan. Reformasi dalam pengkaderan politik dan dukungan yang lebih baik untuk calon perempuan diperlukan untuk meningkatkan kualitas kontribusi mereka dalam pengambilan keputusan politik. Kesimpulan ini menggarisbawahi pentingnya peningkatan kesadaran, pendidikan politik, dan kolaborasi antara pemerintah, partai politik, dan masyarakat untuk memastikan keterwakilan perempuan yang lebih berkualitas.
Kata Kunci: Feminisme; Analisis Perspektif; DPRD Sulawesi Utara
ABSTRACT
Gender equality and women's emancipation have emerged as key issues in public discussions, especially in Indonesia amidst significant political changes. This article explores the potential, opportunities, and challenges of women's political involvement in the Regional House of Representatives (DPRD) of North Sulawesi from a feminist perspective. Employing qualitative research methods through interviews and document analysis, the study finds that while the 30% female quota in legislation has been achieved, the quality of representation still requires attention. The research highlights challenges such as political dynasties and money politics that impede effective female participation. Reforms in political training and better support for female candidates are necessary to enhance the quality of their contributions to political decision-making. The findings underscore the need for increased awareness, political education, and collaboration among government, political parties, and society to ensure more substantive female representation.
Keywords: Feminism; Perspective Analysis; North Sulawesi Regional Parliament

