Perkecambahan Biji Pala Menggunakan Hormon Giberalin dan Skarifikasi di Persemaian Modern Likupang-Batuputih

Authors

  • Maria Mintu Pakanna Program Studi Kehutanan, Universitas Sam Ratulangi
  • Euis F.S. Pangemanan Program Studi Kehutanan, Universitas Sam Ratulangi
  • Marthen T. Lasut Program Studi Kehutanan, Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35791/sil.v4i2.62713

Abstract

Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman asli Indonesia bernilai ekonomi tinggi, namun mengalami hambatan perkecambahan akibat dormansi fisiologi dan fisik pada kulit biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon giberalin(GA), skarifikasi dan kombinasi keduanya terhadap laju perkecambahan dan pertumbuhan awal biji pala. Penelitian dilaksanakan di Persemaian Modern Likupang-Batuputih pada bulan Februari-Maret 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 ulangan. Perlakuan yang diuji konsentrasi giberalin (0, 25, 50, 75 ppm) dan jenis skarifikasi (tanpa skarifikasi, skarifikasi pada bagian radikula, skarifikasi seluruh permukaan biji). Paramater yang diamati meliputi laju dan persentase perkecambahan, panjang akar dan panjang tunas.

Hasil menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan giberalin 75 ppm dan skarifikasi seluruh permukaan biji (G3S2) memberikan laju perkecambahan tercepat 0,32. Hormon giberalin 75 ppm memberikan hasil terbaik terhadap laju perkecambahan. Skarifikasi seluruh permukaan biji lebih efektif dibandingkan parsial. Persentase perkecambahan mencapai 100% pada semua perlakuan setelah 32 hari tanam, menunjukkan viabilitas biji yang tinggi. Panjang akar terbaik diperoleh G1S1 6,80 cm, sedangkan panjang tunas terbaik G2S2 8,40 cm. Hormon giberalin berbeda nyata terhadap semua parameter, sementara skarifikasi tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap panjang akar maupun tunas.

Published

2025-08-30

Issue

Section

Artikel

Categories

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >>