Tinggi dan Luas Tutupan Tajuk Komunitas Tumbuhan pada Tepi Hutan di Taman Hutan Raya Gunung Tumpa

Authors

  • Felicia Sita'pa Program Studi Kehutanan, Universitas Sam Ratulangi
  • Martina A. Langi Program Studi Kehutanan, Universitas Sam Ratulangi
  • Caroline N. A. C. Tasirin Program Studi Kehutanan, Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35791/sil.v4i2.62734

Abstract

Secara umum sulawesi Utara adalah salah satu daerah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi di Indonesia. Hutan-hutan di wilayah ini, termasuk Taman Hutan Raya Gunung Tumpa, menjadi rumah bagi banyak spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain. Salah satu aspek penting dalam ekosistem hutan adalah tutupan tajuk, yang berperan dalam mengatur mikroklimat, melindungi tanah dari erosi, serta mendukung keanekaragaman hayati. Tutupan tajuk memiliki peran krusial dalam proses ekologi seperti siklus air, nutrisi, dan dinamika komunitas tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi dan luas tutupan tajuk komunitas tumbuhan pada tepi hutan dan hubungan antara tutupan tajuk dengan keanekaragaman dan distribusi spesies tumbuhan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa spesies dengan luas tajuk terbesar adalah Magnolia champaca (764,87 m2) dan Albizia chinensis (653,69 m2). Spesies dengan luas tajuk terkecil adalah Kleinhovia hospital pada fase semai (0,03 m2). Ada beberapa faktor lingkungan seperti ketinggian, intensitas cahaya memiliki hubungan dengan distribusi spesies. Hubungan antara tutupan tajuk dengan keanekaragaman menunjukkan bahwa tutupan tajuk yang lebih rapat (yang ditandai dengan intensitas cahaya lebih rendah) berkorelasi dengan tingkat keanekaragaman spesies yang lebih tinggi.

Published

2025-08-30

Issue

Section

Artikel

Categories

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>