Pertumbuhan Awal Langusei (Ficus minahassae (Teysm.et.Vr.) Miq)
DOI:
https://doi.org/10.35791/sil.v4i3.63801Abstract
Langusei (Ficus minahassae (Teysm.et.Vr.) Miq) merupakan salah satu diantara flora endemik Sulawesi yang tersebar di Pulau Sulawesi bagian utara, kepulauan Sangir dan Talaud. Namun kini keberadaan langusei sudah semakin langkah. Upaya untuk pelestarian keberadaan spesies F. minahassae patut menjadi perhatian karena spesies F. minahassae yang tidak dapat tumbuh sendiri. Mengantisipasi permasalahan tersebut, salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah mengetahui informasi budidaya jenis langusei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan awal F. minahassae dengan menggunakan beberapa perlakuan perendaman dalam ekoenzim dan GA3. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan metode percobaan menggunakan desain Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, dan satu kontrol yaitu: (A) Air suling (kontrol), (B) Ekoenzim murni, (C) Ekoenzim: Air 1:1ml, (D) Ekoenzim: Air 1:10, (E) GA3 dengan 4% (F) GA3 d15%, dan (G) GA3 25%. Setiap perlakuan di ulang sebanyak empat kali. Berdasarkan hasil penelitian ini, perlakuan yang diberikan pada biji langusei terdapat satu perlakuan yang membuat biji langusei bertumbuh/berkecambah, yaitu, perlakuan Giberalin dengan konsentrasi 15%.
Published
License
Copyright (c) 2026 Pravitasari Nawawi, Euis F.S. Pangemanan, Marthen T. Lasut

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors published with Silvarum agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution - Share Alike License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.

